Scroll untuk baca artikel
Fashion

Fungsi Monyl Atau Kain Berserat Pada Proses Cetak Sablon

×

Fungsi Monyl Atau Kain Berserat Pada Proses Cetak Sablon

Sebarkan artikel ini
Fungsi Monyl Atau Kain Berserat Pada Proses Cetak Sablon

Cetak sablon atau yang lebih dikenal dengan screen printing adalah teknik pencetakan gambar di atas permukaan tekstil atau bahan-bahan datar lainnya dengan menggunakan screen atau kain saringan khusus.

Salah satu komponen penting dalam proses cetak sablon ini adalah monyl atau yang juga disebut sebagai kain berserat. Monyl memiliki fungsi yang sangat vital dalam menentukan kualitas dan hasil cetakan sablon.

Fungsi Utama Monyl atau Kain Berserat

Berikut ini adalah beberapa fungsi utama dari monyl atau kain berserat pada proses cetak sablon:

1. Membentuk Pola Gambar

Fungsi utama monyl yang pertama adalah sebagai pembentuk pola atau gambar pada permukaan benda yang akan dicetak. Monyl dipasang pada kerangka screen printing dan berperan dalam membentuk gambar sesuai dengan desain yang diinginkan.

Lubang-lubang pada kain monyl akan membentuk pola gambar tertentu. Ketika tinta disapukan, tinta hanya akan mengalir melalui lubang-lubang pola gambar pada monyl tersebut. Sehingga gambar yang terbentuk pada permukaan benda cetakan adalah sesuai dengan pola lubang pada kain monyl.

2. Menyaring Tinta

Fungsi kedua dari monyl atau kain berserat adalah sebagai penyaring tinta sablon. Monyl memiliki serat-serat halus yang membentuk anyaman kain khusus seperti saringan. Lubang-lubang pada kain monyl akan menyaring tinta sablon agar tidak terlalu banyak yang keluar.

Penyaringan tinta ini berguna agar hasil cetakan gambar lebih rapi, tidak belepotan, dan jumlah tintanya pas sesuai kebutuhan. Anda bisa membayangkan jika tinta yang keluar terlalu banyak dan tidak disaring dengan baik, maka gambar yang tercetak bisa belepotan dan tidak rapi.

Baca Juga!  Kombinasi Warna Yang Cocok Untuk Warna Orange

3. Sarana Pembentuk Gambar

Selain 2 fungsi di atas, monyl juga berperan sebagai sarana atau media untuk membentuk gambar pada permukaan benda yang akan dicetak sablon. Monyl memungkinkan desainer sablon untuk menciptakan beragam pola gambar pada kain monyl sesuai dengan kreativitas mereka.

Ketika pola gambar pada monyl sudah jadi, dan monyl dipasang pada screen printing, maka gambar tersebut akan terbentuk dan tercetak pada benda sasaran dengan bantuan sapuan tinta sablon. Jadi bisa dikatakan monyl adalah kunci dari proses pembentukan gambar dalam teknik cetak sablon.

4. Penyangga Screen Printing

Fungsi monyl yang terakhir adalah sebagai penyangga screen atau kain saringan pada kerangka screen printing. Monyl dipasang pada kerangka kayu atau aluminium screen printing untuk menopang dan menjaga screen agar tetap pada posisinya.

Tanpa monyl yang memadatkan screen printing pada kerangkanya, maka screen akan goyang, geser, bahkan bisa robek ketika dilakukan penyapuan tinta berulang kali. Oleh karena itu, keberadaan monyl sangat krusial dalam menjaga kestabilan screen printing saat digunakan mencetak.

Memilih Jenis Monyl untuk Kebutuhan Cetak Sablon

Dalam proses cetak sablon, Anda dapat menemukan beragam jenis kain monyl dengan karakteristik yang berbeda-beda, diantaranya:

Monyl Nylon

Jenis monyl yang paling umum digunakan adalah monyl nylon atau strech nylon. Monyl nylon memiliki elastisitas dan kekuatan yang baik sehingga awet dipakai berulang kali mencetak.

Monyl nylon juga memiliki lubang-lubang halus sehingga sangat baik dalam menyaring tinta sablon. Hasil cetakan gambar yang dihasilkan juga akan sangat tajam dan detail.

Monyl Nylon

Monyl Polyester

Selain monyl nylon, banyak juga cetak sablon menggunakan jenis monyl polyester karena sifatnya yang awet dan tahan lama. Monyl polyester biasanya digunakan untuk produksi cetak sablon dalam jumlah banyak karena bisa bertahan hingga ratusan kali pencetakan.

Baca Juga!  9 Model Baju Batik Atasan Wanita Kantor Elegan untuk Tampil Gaya dan Profesional

Strech Monyl

Strech monyl merupakan jenis monyl elastis yang terbuat dari campuran serat nylon dan lycra. Sifat elastisnya membuat strech monyl awet dipakai mencetak berulang kali tanpa mudah robek atau berubah bentuk.

Strech monyl biasa dipilih untuk mencetak pada bahan kaos yang elastis agar hasil cetakan gambarnya tidak pecah saat kaos diregangkan.

Perawatan Berkala Monyl

Agar bisa awet dan tahan lama, monyl memerlukan perawatan berkala setelah digunakan mencetak. Hal ini untuk membersihkan sisa-sisa tinta dan kotoran yang menempel. Beberapa hal yang perlu Anda lakukan untuk merawat monyl:

  • Membersihkan sisa tinta menggunakan thinner atau bahan pembersih khusus setiap selesai mencetak.
  • Merendam monyl kotor dalam larutan pembersih selama 15-20 menit.
  • Menjemur monyl di bawah sinar matahari langsung selama 2-3 jam agar kering dan steril.
  • Menyimpan monyl pada tempat yang bersih dan terhindar debu.

Dengan perawatan berkala yang benar, umur pemakaian monyl bisa bertahan hingga 2 tahun lamanya.

Kesimpulan

Itulah ulasan lengkap mengenai fungsi-fungsi vital monyl atau kain berserat pada proses cetak sablon. Monyl berperan dalam membentuk pola gambar, menyaring tinta, dan menopang screen printing agar cetakan gambar yang dihasilkan maksimal.

Dengan memahami fungsi monyl, Anda bisa lebih mengerti seluk-beluk proses cetak sablon. Sehingga bisa mendapatkan hasil cetakan produk yang berkualitas.

Demikian artikel panjang tentang fungsi monyl pada cetak sablon. Semoga informasi ini bisa bermanfaat. Jika ingin tahu lebih lengkap tentang teknik cetak sablon, Anda bisa membaca artikel Panduan Lengkap Cetak Sablon Untuk Pemula.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *