Scroll untuk baca artikel
Rupa

5 Teori Administrasi Menurut Stephen P. Robbins dan Kendala dalam Penjernihan Tipologi

×

5 Teori Administrasi Menurut Stephen P. Robbins dan Kendala dalam Penjernihan Tipologi

Sebarkan artikel ini
Teori Administrasi Menurut Stephen P. Robbins

Teori administrasi adalah landasan intelektual yang membentuk dasar pemahaman tentang bagaimana mengelola organisasi, khususnya dalam konteks administrasi publik. Dalam pandangan Stephen P. Robbins, seorang ahli manajemen terkemuka, terdapat lima macam teori administrasi yang masing-masing memiliki karakteristik unik. Di samping itu, tujuan teori administrasi adalah untuk menjernihkan tipologi dalam administrasi publik. Namun, pada kenyataannya, upaya untuk menjernihkan tipologi sering kali dihadapkan pada berbagai kendala.

Teori Administrasi Menurut Stephen P. Robbins

Teori Ilmu Manajemen

Teori ini menekankan penggunaan metode ilmiah dalam manajemen. Karakteristik dari teori ini adalah:

  • Menggunakan pendekatan ilmiah dalam pengambilan keputusan.
  • Menekankan pada perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengendalian.
  • Fokus pada efisiensi dan efektivitas.

Teori Klasik

Teori ini menekankan struktur organisasi dan tugas-tugas manajemen. Karakteristik dari teori ini adalah:

  • Menekankan pada struktur organisasi yang jelas dan terdefinisi dengan baik.
  • Mengedepankan pembagian kerja yang jelas dan terdefinisi dengan baik.
  • Penggunaan standar operasional prosedur (SOP) dalam mengelola organisasi.

Teori Neoklasik

Teori ini merupakan pengembangan dari teori klasik dan menekankan pada individu sebagai sumber daya organisasi. Karakteristik dari teori ini adalah:

  • Menekankan pada motivasi individu.
  • Memperhatikan pengembangan keterampilan individu.
  • Memberikan penghargaan dan pengakuan atas kinerja individu.

Teori Sistem

Teori ini menekankan organisasi sebagai sistem yang kompleks dan saling terkait. Karakteristik dari teori ini adalah:

  • Fokus pada hubungan antara bagian-bagian organisasi.
  • Memperhatikan pengaruh lingkungan terhadap organisasi.
  • Memahami pengaruh organisasi terhadap lingkungan.

Teori Kontingensi

Teori ini menekankan pada penggunaan pendekatan yang tepat sesuai dengan situasi yang dihadapi. Karakteristik dari teori ini adalah:

Baca Juga!  Rahasia Sukses Dalam Ilmu Psikologi: Menaklukkan Pikiran Manusia!
  • Menekankan pada penggunaan pendekatan yang sesuai dengan situasi.
  • Fleksibilitas dalam pengambilan keputusan.
  • Memperhatikan pengaruh teknologi dan lingkungan sebagai faktor yang memengaruhi pengambilan keputusan.

Kendala dalam Penjernihan Tipologi

Dalam upaya untuk menjernihkan tipologi dalam administrasi publik, terdapat beberapa kendala yang sering dihadapi:

  1. Banyaknya Teori yang Berkaitan: Administrasi publik memiliki beragam teori yang berkaitan. Pemahaman teori administrasi memerlukan pengetahuan yang mendalam tentang berbagai konsep dan pendekatan. Hal ini dapat membingungkan bagi praktisi administrasi publik yang mencoba memahami dan menerapkan teori dalam konteks nyata.
  2. Tumpang Tindih Antara Teori: Teori administrasi publik seringkali saling tumpang tindih dan sulit untuk dibedakan satu sama lain. Beberapa konsep dalam teori dapat digunakan dalam lebih dari satu teori, menyebabkan kesulitan dalam mengklasifikasikan teori administrasi dengan tepat.
  3. Abstraksi dalam Teori: Banyak teori administrasi publik yang bersifat abstrak dan teoritis. Hal ini membuat sulit untuk mengaplikasikan teori-teori ini dalam praktik administrasi publik secara langsung. Para praktisi perlu menerjemahkan konsep-konsep teoritis menjadi tindakan nyata dalam pengelolaan organisasi.

Penutup

Memahami teori administrasi publik adalah langkah penting dalam mengelola organisasi dengan efektif. Stephen P. Robbins menyajikan lima macam teori administrasi yang memiliki karakteristik masing-masing. Namun, penting untuk diingat bahwa teori administrasi adalah alat untuk membantu dalam pengambilan keputusan dan manajemen. Selain itu, kendala dalam penjernihan tipologi administrasi publik juga perlu diatasi agar pemahaman dan penerapan teori-teori ini lebih efektif dalam praktik.

Dalam menghadapi kendala-kendala tersebut, para praktisi administrasi publik dapat mengambil langkah-langkah seperti meningkatkan pemahaman teoritis, menyesuaikan teori dengan konteks spesifik organisasi, dan mengembangkan keterampilan interpretasi untuk mengaplikasikan teori dalam situasi nyata. Dengan demikian, teori administrasi publik dapat menjadi panduan yang berharga dalam pengelolaan organisasi publik yang kompleks dan beragam.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *