Scroll untuk baca artikel
Rupa

Majalah Al-Manar: Corong Pemikiran Islam Modern

×

Majalah Al-Manar: Corong Pemikiran Islam Modern

Sebarkan artikel ini
Majalah Al-Manar

Majalah Al-Manar merupakan majalah berbahasa Arab yang didirikan dan diterbitkan oleh Muhammad Rasyid Ridha di Kairo, Mesir pada tahun 1898. Majalah ini menjadi corong utama bagi penyebaran pemikiran-pemikiran modern dalam Islam yang digagas oleh Muhammad Abduh.

Latar Belakang Pendirian

Muhammad Rasyid Ridha pertama kali bertemu dengan Muhammad Abduh di Beirut pada tahun 1882. Pertemuan ini membuat Rasyid Ridha semakin tertarik untuk melakukan gerakan pembaharuan dalam Islam. Setelah Abduh wafat pada tahun 1905, Rasyid Ridha merasa perlu meneruskan perjuangan gurunya itu.

Pada tahun 1898, Rasyid Ridha mendirikan majalah mingguan Al-Manar di Kairo. Tujuan utamanya adalah menjadi wadah untuk menyebarkan gagasan-gagasan pembaharuan Muhammad Abduh, terutama yang berkaitan dengan pemurnian ajaran Islam.

Isi dan Pengaruh

Isi majalah Al-Manar sebagian besar berupa tafsir Alquran yang ditulis oleh Rasyid Ridha. Selain itu, majalah ini juga memuat artikel-artikel tentang berbagai persoalan sosial dan politik umat Islam saat itu.

Gaya penulisan Rasyid Ridha dalam Al-Manar dipengaruhi oleh pemikiran Muhammad Abduh yang menekankan pentingnya rasionalitas dan kompatibilitas Islam dengan modernitas. Karena itu, majalah ini menjadi corong utama penyebaran paham Salafiyah Modern yang digagas oleh Abduh.

Pengaruh majalah Al-Manar begitu besar hingga menjangkau penjuru dunia Islam, dari Asia Tenggara hingga Amerika Selatan. Majalah ini banyak melahirkan gerakan dan organisasi Islam modernis, seperti Muhammadiyah di Indonesia. Bahkan, Majalah ini juga memengaruhi lahirnya beberapa terbitan serupa di negara lain, seperti Shura (1908-1918) di Rusia.

Masa Penerbitan

Sepanjang hidupnya, Rasyid Ridha menjadi satu-satunya pemimpin redaksi Al-Manar. Ia mengelola penerbitan majalah ini secara rutin dari tahun 1898 hingga wafatnya pada 1935.

Baca Juga!  Faktor-Faktor Pendorong Revolusi Digital dalam Perkembangan Teknologi

Setelah Rasyid Ridha meninggal, terbitan Al-Manar menjadi tidak teratur. Majalah ini sempat diterbitkan oleh penerus Rasyid Ridha hingga tahun 1940. Pada Oktober 1939 pernah dilarang sementara oleh pemerintah Mesir. Kemudian antara 1939 hingga 1940, majalah ini diterbitkan oleh Ikhwanul Muslimin sebelum akhirnya berhenti sama sekali.

Signifikansi Sejarah

Dalam sejarah pemikiran Islam modern, peran majalah Al-Manar sangat signifikan sebagai media penyebar utama gagasan-gagasan pembaharuan Muhammad Abduh. Melalui majalah ini, Rasyid Ridha berhasil mengembangkan pemikiran gurunya itu hingga mempengaruhi gerakan dan pemikiran keislaman di berbagai penjuru dunia.

Kiprah Al-Manar bahkan diakui oleh banyak sejarawan sebagai faktor utama muncul dan berkembangnya paham Salafiyah Modern. Dengan demikian, eksistensi majalah ini telah memberi warna yang sangat kental dalam perkembangan intelektualisme Islam di era modern.

Itulah ulasan panjang tentang latar belakang, isi, dan signifikansi majalah Al-Manar yang didirikan oleh Muhammad Rasyid Ridha sebagai penerus perjuangan pembaharuan Muhammad Abduh. Semoga artikel ini bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *