Scroll untuk baca artikel
Komunikasi

Skema Proses Komunikasi Thill, Bovee, Keller & Moran dengan Mudah

Avatar
×

Skema Proses Komunikasi Thill, Bovee, Keller & Moran dengan Mudah

Sebarkan artikel ini
Skema Proses Komunikasi Thill, Bovee, Keller & Moran dengan Mudah

Komunikasi adalah kunci dalam membangun hubungan yang kuat dan efektif, baik di lingkungan profesional maupun pribadi. Namun, seringkali kita menghadapi tantangan dalam menyampaikan pesan dengan jelas dan memastikan pesan tersebut dipahami dengan baik oleh penerima. Untuk mengatasi masalah ini, para ahli komunikasi seperti Thill, Bovee, Keller & Moran telah mengembangkan sebuah skema proses komunikasi yang dapat membantu kita berkomunikasi dengan lebih efektif.

Apa itu Skema Proses Komunikasi?

Skema proses komunikasi adalah sebuah model yang menggambarkan tahapan-tahapan dalam proses komunikasi. Model ini membantu kita memahami bagaimana pesan disampaikan, diterima, dan diinterpretasikan oleh penerima. Dengan memahami setiap tahapan dalam proses ini, kita dapat mengidentifikasi dan mengatasi potensi masalah yang mungkin terjadi selama komunikasi berlangsung.

Tahapan dalam Skema Proses Komunikasi

1. Pengirim (Komunikator)

Pengirim adalah individu atau kelompok yang memulai proses komunikasi dengan menyampaikan pesan. Sebagai contoh, seorang manajer yang memberikan instruksi kepada timnya adalah pengirim dalam proses komunikasi tersebut.

2. Encoding (Penyandian)

Encoding adalah proses di mana pengirim mengubah ide atau gagasan menjadi seperangkat simbol verbal atau non-verbal yang dapat dipahami oleh penerima. Misalnya, seorang penulis mengubah ide-idenya menjadi kata-kata dan kalimat dalam sebuah buku.

3. Pesan

Pesan adalah ide atau informasi yang disampaikan oleh pengirim kepada penerima melalui saluran komunikasi. Pesan dapat berupa kata-kata, gambar, atau bahkan bahasa tubuh.

Baca Juga!  Komunikasi dan Motivasi: Pilar Utama Hubungan Antarmanusia dalam Organisasi

“Komunikasi yang efektif adalah kunci untuk membangun hubungan yang kuat dan produktif, baik di tempat kerja maupun dalam kehidupan pribadi.” – Thill, Bovee, Keller & Moran

4. Saluran

Saluran adalah sarana atau media yang digunakan untuk menyampaikan pesan dari pengirim ke penerima. Contoh saluran komunikasi meliputi email, memo, presentasi, percakapan tatap muka, dan lain sebagainya.

5. Penerima

Penerima adalah individu atau kelompok yang menerima dan menginterpretasikan pesan dari pengirim. Dalam sebuah rapat, misalnya, peserta rapat adalah penerima dari pesan yang disampaikan oleh pembicara.

6. Decoding (Penyandian Balik)

Decoding adalah proses di mana penerima menafsirkan dan memberi makna pada pesan yang diterima. Proses ini sangat penting karena seringkali terjadi kesalahpahaman dalam menginterpretasikan pesan.

7. Umpan Balik

Umpan balik adalah respons dari penerima yang menunjukkan sejauh mana pesan dipahami oleh penerima. Umpan balik memungkinkan pengirim untuk menyesuaikan komunikasi selanjutnya agar lebih efektif.

Sebagai contoh, seorang guru memberikan penjelasan kepada murid-muridnya. Jika murid-murid terlihat bingung, guru dapat meminta umpan balik dan menyesuaikan penjelasannya agar lebih mudah dipahami.

8. Gangguan

Gangguan adalah faktor-faktor yang dapat mengganggu atau mengacaukan proses komunikasi, seperti noise, bahasa yang ambigu, prasangka, dan lain sebagainya. Gangguan dapat menyebabkan pesan tidak tersampaikan dengan baik atau bahkan disalahpahami.

Misalnya, dalam sebuah presentasi, suara bising dari luar ruangan dapat mengganggu konsentrasi audiens dan membuat mereka tidak dapat menangkap pesan dengan baik.

9. Konteks

Konteks adalah situasi atau lingkungan di mana komunikasi terjadi yang dapat memengaruhi cara pesan disampaikan dan dipahami. Konteks meliputi faktor-faktor seperti budaya, norma sosial, dan hubungan antara pengirim dan penerima.

Sebagai contoh, cara berkomunikasi dalam sebuah rapat formal akan berbeda dengan cara berkomunikasi dalam percakapan santai dengan teman-teman.

Mengapa Skema Proses Komunikasi Penting?

Skema proses komunikasi Thill, Bovee, Keller & Moran memberikan beberapa manfaat penting, antara lain:

  1. Membantu mengidentifikasi potensi masalah: Dengan memahami setiap tahapan dalam proses komunikasi, kita dapat mengidentifikasi di mana kemungkinan masalah dapat terjadi dan mengambil tindakan untuk mencegahnya.
  2. Meningkatkan efektivitas komunikasi: Dengan mengikuti skema ini, kita dapat memastikan bahwa pesan kita disampaikan dengan jelas dan dipahami dengan baik oleh penerima.
  3. Membangun hubungan yang lebih baik: Komunikasi yang efektif dapat membantu membangun hubungan yang lebih kuat dan produktif, baik di tempat kerja maupun dalam kehidupan pribadi.
  4. Mengatasi gangguan: Skema ini menekankan pentingnya mengatasi gangguan yang dapat mengganggu proses komunikasi, sehingga pesan dapat tersampaikan dengan lebih baik.
  5. Mempertimbangkan konteks: Dengan memahami pentingnya konteks, kita dapat menyesuaikan gaya komunikasi kita agar lebih sesuai dengan situasi dan audiens yang kita hadapi.

Tabel 1: Contoh Gangguan dalam Komunikasi dan Cara Mengatasinya

GangguanCara Mengatasi
Noise (suara bising)Memilih lokasi yang tenang atau menggunakan peralatan audio yang memadai
Bahasa yang ambiguMenggunakan bahasa yang jelas dan konkret, menghindari istilah yang dapat disalahpahami
PrasangkaMenyadari dan menghindari prasangka, serta menghargai perbedaan perspektif
Kurangnya umpan balikSecara aktif meminta umpan balik dari penerima dan memberikan kesempatan untuk bertanya

Dengan memahami dan mengimplementasikan skema proses komunikasi Thill, Bovee, Keller & Moran, kita dapat meningkatkan keterampilan komunikasi kita dan membangun hubungan yang lebih efektif dengan orang-orang di sekitar kita.

Kesimpulan

Komunikasi adalah kunci dalam membangun hubungan yang kuat dan produktif, baik di lingkungan profesional maupun pribadi. Skema proses komunikasi Thill, Bovee, Keller & Moran memberikan panduan yang berguna untuk memahami tahapan-tahapan dalam proses komunikasi dan mengidentifikasi potensi masalah yang dapat terjadi.

Dengan memahami setiap tahapan, dari pengirim hingga penerima, encoding hingga decoding, serta mempertimbangkan faktor-faktor seperti gangguan dan konteks, kita dapat meningkatkan efektivitas komunikasi kita dan membangun hubungan yang lebih baik dengan orang-orang di sekitar kita.

Ingatlah, komunikasi adalah keterampilan yang dapat terus diasah dan ditingkatkan. Dengan terus mempraktikkan dan mengimplementasikan prinsip-prinsip dalam skema proses komunikasi ini, kita dapat menjadi komunikator yang lebih baik dan membangun hubungan yang lebih bermakna dalam kehidupan kita.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *