Read More
Ciri-Ciri Makanan Oriental: 7 Karakteristik Utama dan Contohnya
Kuliner

Ciri-Ciri Makanan Oriental: 7 Karakteristik Utama dan Contohnya

Apa saja ciri-ciri makanan oriental? Temukan 5 karakteristik utamanya, dari keseimbangan rasa, bumbu segar, hingga cara penyajian yang komunal.

RS
Raka Santoso
9 Sep 2025 Diperbarui 8 Jun 2026 4 menit
Ciri-Ciri Makanan Oriental: 7 Karakteristik Utama dan Contohnya

Isi artikel

Ciri-ciri makanan oriental terlihat dari penggunaan bumbu segar, nasi atau mi sebagai bahan pokok, saus fermentasi, teknik memasak cepat, rasa yang seimbang, dan penyajian yang sering dinikmati bersama. Dalam pelajaran kuliner, ciri ini membantu membedakan makanan oriental dari makanan kontinental.

Secara umum, makanan oriental adalah masakan Asia. Karena Asia sangat luas, karakter tiap negara tentu berbeda, tetapi ada beberapa pola yang sering muncul di Jepang, Tiongkok, Korea, Thailand, Vietnam, India, Indonesia, dan negara Asia lain.

Ringkasan Ciri-Ciri Makanan Oriental

NoCiri-CiriContoh
1Menggunakan bumbu segarJahe, bawang putih, serai, cabai, daun bawang
2Memakai saus fermentasiKecap, saus ikan, miso, gochujang, tauco
3Nasi atau mi sering menjadi bahan pokokNasi putih, ramen, pho, bihun, kwetiau
4Rasa cenderung kompleks dan seimbangManis, asin, asam, pedas, gurih
5Teknik memasak cepat banyak dipakaiMenumis, mengukus, merebus, menggoreng cepat
6Banyak memakai sayuran dan herbaTauge, sawi, daun ketumbar, daun bawang
7Penyajian sering bergaya bersamaLauk di tengah meja, dim sum, hot pot

1. Menggunakan Bumbu Segar

Ciri utama makanan oriental adalah penggunaan bumbu segar. Jahe, bawang putih, cabai, serai, lengkuas, daun bawang, dan daun ketumbar sering dipakai untuk membangun aroma dan rasa. Bumbu ini membuat masakan Asia terasa lebih tajam, segar, dan berlapis.

2. Banyak Memakai Saus Fermentasi

Saus fermentasi memberi rasa gurih yang kuat. Contohnya kecap asin, kecap manis, saus ikan, miso, gochujang, tauco, dan saus tiram. Bahan seperti ini sering menjadi dasar rasa pada tumisan, kuah, marinasi, dan saus cocolan.

3. Nasi dan Mi Sering Menjadi Bahan Pokok

Makanan oriental sangat dekat dengan nasi dan mi. Di banyak negara Asia, nasi menjadi pendamping utama lauk. Mi juga muncul dalam banyak bentuk, seperti ramen Jepang, pho Vietnam, kwetiau, bihun, bakmi, dan pad thai.

4. Rasa Kompleks dan Seimbang

Masakan oriental sering memadukan rasa manis, asin, asam, pedas, dan gurih dalam satu hidangan. Contohnya pad thai yang punya rasa asam-manis-gurih, tom yum yang asam-pedas, atau rendang yang gurih, pedas, dan kaya rempah.

5. Teknik Memasak Cepat dan Efisien

Teknik memasak yang sering dipakai antara lain menumis cepat dengan api besar, mengukus, merebus, dan menggoreng cepat. Teknik ini membuat bahan tetap bertekstur, aroma bumbu keluar, dan proses memasak lebih efisien.

6. Banyak Menggunakan Sayuran dan Herba

Sayuran segar sering muncul dalam makanan oriental, baik sebagai bahan utama, pelengkap, maupun garnish. Contohnya sawi, tauge, kol, daun bawang, daun ketumbar, mentimun, lobak, dan berbagai sayuran fermentasi seperti kimchi.

7. Penyajian Sering Dinikmati Bersama

Banyak makanan oriental disajikan untuk dinikmati bersama. Lauk bisa diletakkan di tengah meja, lalu setiap orang mengambil sesuai porsi. Pola ini terlihat pada dim sum, hot pot, hidangan keluarga Tionghoa, dan banyak menu rumahan Asia.

Yang Bukan Ciri-Ciri Makanan Oriental

Beberapa hal berikut biasanya bukan ciri utama makanan oriental:

  • Roti, kentang, atau pasta sebagai bahan pokok utama.
  • Penggunaan mentega, krim, dan keju sebagai dasar rasa dominan.
  • Penyajian formal bertahap dari appetizer, main course, sampai dessert.
  • Teknik seperti roasting, baking, dan braising sebagai teknik paling dominan.

Ciri-ciri tersebut lebih sering ditemukan pada makanan kontinental.

Contoh Makanan Oriental Berdasarkan Cirinya

MakananAsalCiri yang Terlihat
SushiJepangNasi, seafood, penyajian sederhana
RamenJepangMi, kuah kaldu, topping
Dim SumTiongkokKukus, porsi kecil, makan bersama
KimchiKoreaFermentasi, rasa asam-pedas
Pad ThaiThailandMi, rasa asam-manis-gurih
PhoVietnamMi beras, kuah bening berempah
RendangIndonesiaRempah kuat, santan, proses masak lama

Daftar yang lebih lengkap bisa dibaca di contoh makanan oriental dan asal negaranya.

Perbedaan Ciri Makanan Oriental dan Kontinental

AspekOrientalKontinental
WilayahAsiaEropa/Barat
Bahan pokokNasi, mi, bihunRoti, pasta, kentang
BumbuRempah, kecap, saus ikan, cabaiHerba, mentega, krim, keju
TeknikTumis, kukus, rebus, goreng cepatPanggang, bake, grill, braise
PenyajianSering bersamaSering per porsi atau bertahap

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apa ciri khas utama makanan oriental?

Ciri khas utamanya adalah penggunaan bumbu segar, nasi atau mi, saus fermentasi, teknik memasak cepat, rasa seimbang, dan penyajian yang sering dinikmati bersama.

Apakah nasi termasuk ciri makanan oriental?

Ya. Nasi adalah salah satu bahan pokok utama dalam banyak masakan Asia, sehingga sering dianggap sebagai ciri makanan oriental.

Apa yang bukan ciri makanan oriental?

Yang bukan ciri utama makanan oriental antara lain dominasi roti, kentang, keju, krim, mentega, serta penyajian formal bertahap seperti menu kontinental.

Apa contoh makanan oriental?

Contohnya sushi, ramen, dim sum, kimchi, bulgogi, pad thai, tom yum, pho, biryani, rendang, dan nasi goreng.

Baca Juga

Kesimpulan

Ciri-ciri makanan oriental meliputi bumbu segar, saus fermentasi, nasi atau mi, rasa kompleks, teknik memasak cepat, sayuran segar, dan penyajian bersama. Ciri ini membuat masakan Asia berbeda dari makanan kontinental yang lebih sering memakai roti, pasta, kentang, herba, keju, krim, dan penyajian bertahap.

RS

Raka Santoso

kontributor

Profil

Komentar

Nama
Email
Komentar

Komentar sebagai tamu akan ditinjau sebelum dipublikasikan.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!