Ciri-ciri makanan oriental terlihat dari penggunaan bumbu segar, nasi atau mi sebagai bahan pokok, saus fermentasi, teknik memasak cepat, rasa yang seimbang, dan penyajian yang sering dinikmati bersama. Dalam pelajaran kuliner, ciri ini membantu membedakan makanan oriental dari makanan kontinental.
Secara umum, makanan oriental adalah masakan Asia. Karena Asia sangat luas, karakter tiap negara tentu berbeda, tetapi ada beberapa pola yang sering muncul di Jepang, Tiongkok, Korea, Thailand, Vietnam, India, Indonesia, dan negara Asia lain.
Ringkasan Ciri-Ciri Makanan Oriental
| No | Ciri-Ciri | Contoh |
|---|---|---|
| 1 | Menggunakan bumbu segar | Jahe, bawang putih, serai, cabai, daun bawang |
| 2 | Memakai saus fermentasi | Kecap, saus ikan, miso, gochujang, tauco |
| 3 | Nasi atau mi sering menjadi bahan pokok | Nasi putih, ramen, pho, bihun, kwetiau |
| 4 | Rasa cenderung kompleks dan seimbang | Manis, asin, asam, pedas, gurih |
| 5 | Teknik memasak cepat banyak dipakai | Menumis, mengukus, merebus, menggoreng cepat |
| 6 | Banyak memakai sayuran dan herba | Tauge, sawi, daun ketumbar, daun bawang |
| 7 | Penyajian sering bergaya bersama | Lauk di tengah meja, dim sum, hot pot |
1. Menggunakan Bumbu Segar
Ciri utama makanan oriental adalah penggunaan bumbu segar. Jahe, bawang putih, cabai, serai, lengkuas, daun bawang, dan daun ketumbar sering dipakai untuk membangun aroma dan rasa. Bumbu ini membuat masakan Asia terasa lebih tajam, segar, dan berlapis.
2. Banyak Memakai Saus Fermentasi
Saus fermentasi memberi rasa gurih yang kuat. Contohnya kecap asin, kecap manis, saus ikan, miso, gochujang, tauco, dan saus tiram. Bahan seperti ini sering menjadi dasar rasa pada tumisan, kuah, marinasi, dan saus cocolan.
3. Nasi dan Mi Sering Menjadi Bahan Pokok
Makanan oriental sangat dekat dengan nasi dan mi. Di banyak negara Asia, nasi menjadi pendamping utama lauk. Mi juga muncul dalam banyak bentuk, seperti ramen Jepang, pho Vietnam, kwetiau, bihun, bakmi, dan pad thai.
4. Rasa Kompleks dan Seimbang
Masakan oriental sering memadukan rasa manis, asin, asam, pedas, dan gurih dalam satu hidangan. Contohnya pad thai yang punya rasa asam-manis-gurih, tom yum yang asam-pedas, atau rendang yang gurih, pedas, dan kaya rempah.
5. Teknik Memasak Cepat dan Efisien
Teknik memasak yang sering dipakai antara lain menumis cepat dengan api besar, mengukus, merebus, dan menggoreng cepat. Teknik ini membuat bahan tetap bertekstur, aroma bumbu keluar, dan proses memasak lebih efisien.
6. Banyak Menggunakan Sayuran dan Herba
Sayuran segar sering muncul dalam makanan oriental, baik sebagai bahan utama, pelengkap, maupun garnish. Contohnya sawi, tauge, kol, daun bawang, daun ketumbar, mentimun, lobak, dan berbagai sayuran fermentasi seperti kimchi.
7. Penyajian Sering Dinikmati Bersama
Banyak makanan oriental disajikan untuk dinikmati bersama. Lauk bisa diletakkan di tengah meja, lalu setiap orang mengambil sesuai porsi. Pola ini terlihat pada dim sum, hot pot, hidangan keluarga Tionghoa, dan banyak menu rumahan Asia.
Yang Bukan Ciri-Ciri Makanan Oriental
Beberapa hal berikut biasanya bukan ciri utama makanan oriental:
- Roti, kentang, atau pasta sebagai bahan pokok utama.
- Penggunaan mentega, krim, dan keju sebagai dasar rasa dominan.
- Penyajian formal bertahap dari appetizer, main course, sampai dessert.
- Teknik seperti roasting, baking, dan braising sebagai teknik paling dominan.
Ciri-ciri tersebut lebih sering ditemukan pada makanan kontinental.
Contoh Makanan Oriental Berdasarkan Cirinya
| Makanan | Asal | Ciri yang Terlihat |
|---|---|---|
| Sushi | Jepang | Nasi, seafood, penyajian sederhana |
| Ramen | Jepang | Mi, kuah kaldu, topping |
| Dim Sum | Tiongkok | Kukus, porsi kecil, makan bersama |
| Kimchi | Korea | Fermentasi, rasa asam-pedas |
| Pad Thai | Thailand | Mi, rasa asam-manis-gurih |
| Pho | Vietnam | Mi beras, kuah bening berempah |
| Rendang | Indonesia | Rempah kuat, santan, proses masak lama |
Daftar yang lebih lengkap bisa dibaca di contoh makanan oriental dan asal negaranya.
Perbedaan Ciri Makanan Oriental dan Kontinental
| Aspek | Oriental | Kontinental |
|---|---|---|
| Wilayah | Asia | Eropa/Barat |
| Bahan pokok | Nasi, mi, bihun | Roti, pasta, kentang |
| Bumbu | Rempah, kecap, saus ikan, cabai | Herba, mentega, krim, keju |
| Teknik | Tumis, kukus, rebus, goreng cepat | Panggang, bake, grill, braise |
| Penyajian | Sering bersama | Sering per porsi atau bertahap |
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apa ciri khas utama makanan oriental?
Ciri khas utamanya adalah penggunaan bumbu segar, nasi atau mi, saus fermentasi, teknik memasak cepat, rasa seimbang, dan penyajian yang sering dinikmati bersama.
Apakah nasi termasuk ciri makanan oriental?
Ya. Nasi adalah salah satu bahan pokok utama dalam banyak masakan Asia, sehingga sering dianggap sebagai ciri makanan oriental.
Apa yang bukan ciri makanan oriental?
Yang bukan ciri utama makanan oriental antara lain dominasi roti, kentang, keju, krim, mentega, serta penyajian formal bertahap seperti menu kontinental.
Apa contoh makanan oriental?
Contohnya sushi, ramen, dim sum, kimchi, bulgogi, pad thai, tom yum, pho, biryani, rendang, dan nasi goreng.
Baca Juga
- Makanan Oriental: Pengertian, Ciri, Jenis, dan Contoh
- 20 Contoh Makanan Oriental dan Asal Negaranya
- Makanan Oriental di Indonesia
- Perbedaan Makanan Kontinental dan Oriental
Kesimpulan
Ciri-ciri makanan oriental meliputi bumbu segar, saus fermentasi, nasi atau mi, rasa kompleks, teknik memasak cepat, sayuran segar, dan penyajian bersama. Ciri ini membuat masakan Asia berbeda dari makanan kontinental yang lebih sering memakai roti, pasta, kentang, herba, keju, krim, dan penyajian bertahap.