Bakcang atau bacang adalah makanan berbahan beras ketan yang dibungkus daun, biasanya berbentuk segitiga atau limas, lalu dikukus atau direbus hingga padat dan harum. Isinya bisa berupa daging, ayam, jamur, telur asin, kacang, atau bumbu gurih lain sesuai resep keluarga dan daerah.
Di Indonesia, bakcang sering dikaitkan dengan tradisi Peh Cun atau Festival Perahu Naga. Namun, makanan ini juga dikenal sebagai jajanan pasar dan hidangan rumahan yang bisa dinikmati di luar masa perayaan.
Apa Itu Bakcang?
Bakcang adalah hidangan tradisional Tionghoa yang dalam bahasa Mandarin dikenal sebagai zongzi. Makanan ini dibuat dari beras ketan yang diberi isian, dibungkus dengan daun, lalu dimasak sampai teksturnya pulen dan menyatu.
Di lidah Indonesia, penyebutannya bisa berbeda-beda: ada yang menulis bakcang, bacang, bak cang, atau ba cang. Perbedaan penulisan ini biasanya dipengaruhi bahasa daerah, dialek, dan kebiasaan keluarga.
Isi Bakcang Biasanya Apa Saja?
Isi bakcang bisa sangat beragam. Versi klasik biasanya bercita rasa gurih, berbumbu, dan mengenyangkan. Beberapa isian yang sering ditemukan antara lain:
- daging ayam atau daging lain yang dimasak berbumbu,
- jamur shiitake atau jamur kering,
- telur asin,
- kacang tanah atau kacang merah,
- ebi atau udang kering,
- bawang putih, kecap, lada, dan bumbu aromatik lain.
Di Indonesia, banyak penjual juga membuat bakcang halal dengan isian ayam atau sapi. Karena resep tiap keluarga berbeda, rasa bakcang bisa berubah dari gurih manis, asin berbumbu, sampai lebih sederhana seperti ketan isi lauk.
Bedanya Bakcang, Bacang, dan Zongzi
Sebenarnya, bakcang, bacang, dan zongzi merujuk pada keluarga makanan yang sama: ketan berbungkus daun dengan isian. Bedanya lebih banyak pada bahasa dan kebiasaan penyebutan.
| Istilah | Makna | Catatan |
|---|---|---|
| Bakcang | Sebutan populer di Indonesia untuk ketan berbungkus daun | Sering dikaitkan dengan tradisi Peh Cun |
| Bacang | Variasi penyebutan bakcang | Lebih umum dipakai dalam percakapan sehari-hari di beberapa daerah |
| Zongzi | Nama Mandarin untuk makanan sejenis | Istilah yang lebih umum dipakai secara internasional |
Jadi, jika Anda menemukan tulisan bakcang atau bacang, keduanya biasanya membicarakan makanan yang sangat dekat, meski resep, isian, dan cara penyajiannya bisa berbeda.
Sejarah Bakcang dan Hubungannya dengan Peh Cun
Bakcang sangat lekat dengan Peh Cun atau Festival Perahu Naga. Dalam kisah yang populer, makanan ini dikaitkan dengan legenda Qu Yuan, seorang penyair dan pejabat dari Tiongkok kuno yang dihormati karena kesetiaan dan pengorbanannya.
Masyarakat yang mengenang Qu Yuan dikisahkan melemparkan makanan berbungkus daun ke sungai agar ikan tidak mengganggu jasadnya. Dari cerita inilah zongzi atau bakcang kemudian menjadi simbol penting dalam perayaan Duanwu atau Peh Cun.
Untuk memahami sisi budaya dan lomba perahu naganya, baca juga artikel Festival Perahu Naga, Peh Cun, dan tradisinya di Indonesia.
Kenapa Bakcang Dibungkus Daun?
Daun bukan hanya pembungkus. Saat dikukus atau direbus, daun memberi aroma khas pada ketan dan membantu menjaga bentuk bakcang tetap padat. Daun juga membuat makanan ini mudah dibawa, disimpan, dan dibagikan.
Bentuk segitiga atau limas menjadi ciri yang mudah dikenali. Di beberapa keluarga, cara melipat daun dan mengikat tali bahkan menjadi keahlian turun-temurun.
Rasa dan Tekstur Bakcang
Bakcang yang enak biasanya punya tekstur ketan yang pulen, padat, tetapi tidak keras. Bagian dalamnya gurih karena bumbu isian meresap ke ketan. Jika memakai telur asin, ada rasa asin creamy yang kontras dengan ketan.
Sebagian bakcang terasa lebih berminyak karena isian dimasak dengan bumbu pekat. Ada juga versi yang lebih ringan, terutama jika memakai ayam, jamur, atau isian sederhana.
Apakah Bakcang Selalu Non-Halal?
Tidak selalu. Bakcang tradisional memang ada yang memakai daging babi, tetapi di Indonesia banyak penjual membuat versi halal dengan ayam, sapi, atau isian tanpa daging tertentu.
Jika Anda muslim atau punya pantangan makanan, tanyakan dulu isian dan cara memasaknya. Pastikan juga peralatan masak dan bahan pelengkapnya sesuai kebutuhan Anda.
Bakcang dan Kwecang, Apa Bedanya?
Selain bakcang, ada juga makanan yang sering disebut kwecang atau kicang. Keduanya sama-sama berbungkus daun, tetapi rasanya berbeda.
- Bakcang biasanya gurih, berisi lauk, dan bisa menjadi makanan berat.
- Kwecang atau kicang cenderung lebih polos, kenyal, dan sering dimakan dengan gula, sirup, atau saus manis.
Karena itu, jangan heran jika bakcang terasa seperti nasi ketan isi lauk, sedangkan kwecang lebih dekat ke camilan manis atau netral.
Kapan Orang Makan Bakcang?
Bakcang paling identik dengan Hari Bakcang atau Peh Cun, yaitu perayaan yang jatuh pada tanggal 5 bulan 5 kalender lunar. Dalam kalender Masehi, tanggalnya berubah setiap tahun, biasanya sekitar Mei atau Juni.
Namun, di banyak kota, bakcang juga bisa dibeli di pasar, toko kue, penjual rumahan, atau tempat kuliner tertentu di luar hari perayaan. Jadi, makanan ini tidak selalu musiman.
Tips Memilih Bakcang yang Enak
Jika ingin membeli bakcang, perhatikan beberapa hal berikut:
- Pilih bakcang yang aromanya segar, bukan asam atau tengik.
- Pastikan daun pembungkus bersih dan ikatannya rapi.
- Tanyakan isiannya, terutama jika punya pantangan makanan.
- Pilih tekstur ketan yang pulen, tidak terlalu keras dan tidak lembek berair.
- Jika membeli banyak, simpan di kulkas dan panaskan ulang sebelum dimakan.
Cara Menyimpan dan Memanaskan Bakcang
Bakcang sebaiknya tidak dibiarkan terlalu lama di suhu ruang, terutama jika isiannya berbahan daging atau telur. Simpan di kulkas jika tidak langsung dimakan.
Untuk memanaskan ulang, cara paling aman adalah dikukus sampai panas merata. Bisa juga dipanaskan dengan microwave, tetapi tekstur ketannya biasanya lebih enak jika dikukus.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Bakcang itu makanan apa?
Bakcang adalah makanan dari beras ketan berbungkus daun dengan isian gurih seperti ayam, daging, jamur, kacang, atau telur asin.
Apa beda bakcang dan bacang?
Umumnya hanya beda penyebutan. Bakcang dan bacang sama-sama merujuk pada makanan ketan berbungkus daun, meski resepnya bisa berbeda menurut daerah atau keluarga.
Apakah bakcang sama dengan zongzi?
Ya, bakcang adalah sebutan yang dekat dengan zongzi dalam tradisi Tionghoa. Di Indonesia, istilah bakcang atau bacang lebih umum dipakai.
Apakah bakcang halal?
Ada bakcang halal dan non-halal. Pastikan bertanya kepada penjual tentang isian dan bahan yang digunakan sebelum membeli.
Kenapa bakcang dimakan saat Peh Cun?
Bakcang dikaitkan dengan legenda Qu Yuan dan tradisi Peh Cun. Makanan ini menjadi simbol penghormatan, kebersamaan, dan warisan budaya keluarga.
Kesimpulan
Bakcang atau bacang adalah makanan ketan berbungkus daun yang punya rasa gurih, bentuk khas, dan sejarah panjang dalam tradisi Peh Cun. Di Indonesia, bakcang tidak hanya menjadi simbol perayaan, tetapi juga bagian dari kuliner yang terus beradaptasi melalui berbagai isian, versi halal, dan kebiasaan makan lokal.