Read More
Festival Perahu Naga: Asal Usul Peh Cun, Bakcang, dan Tradisi yang Dirayakan di Indonesia
Budaya

Festival Perahu Naga: Asal Usul Peh Cun, Bakcang, dan Tradisi yang Dirayakan di Indonesia

Mengenal Festival Perahu Naga atau Peh Cun, tradisi yang identik dengan lomba perahu naga, bakcang, dan perayaan budaya Tionghoa-Indonesia.

TS
Tari Santika
19 Jun 2026 6 menit
Festival Perahu Naga: Asal Usul Peh Cun, Bakcang, dan Tradisi yang Dirayakan di Indonesia

Isi artikel

Festival Perahu Naga adalah perayaan budaya yang dikenal juga sebagai Peh Cun, Dragon Boat Festival, atau Duanwu Jie. Perayaan ini identik dengan lomba perahu naga, makan bakcang, dan berbagai tradisi yang jatuh pada tanggal 5 bulan 5 dalam kalender lunar Tionghoa.

Di Indonesia, Peh Cun tidak hanya dirayakan oleh komunitas Tionghoa. Di beberapa daerah seperti Tangerang dan Bangka Belitung, perayaan ini juga menjadi ruang budaya yang mempertemukan warga, wisatawan, kuliner, dan tradisi lokal.

Apa Itu Festival Perahu Naga?

Festival Perahu Naga adalah perayaan tradisional yang berlangsung setiap tahun pada hari kelima bulan kelima kalender lunar. Dalam tradisi Tionghoa, perayaan ini dikenal sebagai Duanwu Jie. Di Indonesia, sebutan yang lebih akrab adalah Peh Cun.

Nama “perahu naga” muncul karena salah satu tradisi paling meriah dalam perayaan ini adalah lomba dayung memakai perahu panjang berhias kepala dan ekor naga. Para pendayung bergerak serempak mengikuti irama genderang, sementara penonton berkumpul di tepi sungai atau kawasan air.

Kenapa Festival Ini Disebut Peh Cun?

Istilah Peh Cun banyak dipakai oleh masyarakat Tionghoa-Indonesia, terutama yang akrab dengan dialek Hokkian. Secara populer, istilah ini dikaitkan dengan kegiatan mendayung perahu. Karena itu, Peh Cun sering langsung dihubungkan dengan lomba perahu naga.

Namun, Peh Cun tidak hanya soal perlombaan. Perayaan ini juga membawa unsur penghormatan leluhur, kebersamaan keluarga, makanan tradisional, dan simbol harapan agar masyarakat dijauhkan dari hal buruk.

Asal Usul Festival Perahu Naga dan Kisah Qu Yuan

Salah satu kisah paling dikenal di balik Festival Perahu Naga adalah legenda Qu Yuan, seorang penyair dan pejabat dari negara Chu pada masa Tiongkok kuno. Qu Yuan dikenal sebagai sosok yang setia pada negaranya. Ketika keadaan politik memburuk, ia dikisahkan menceburkan diri ke Sungai Miluo.

Masyarakat yang menghormatinya kemudian turun ke sungai dengan perahu untuk mencari jasadnya. Mereka juga melemparkan makanan ke air agar ikan tidak mengganggu tubuh Qu Yuan. Dari cerita inilah tradisi perahu naga dan makanan seperti zongzi atau bakcang sering dikaitkan.

Meski ada beberapa versi sejarah dan legenda, kisah Qu Yuan tetap menjadi bagian penting dalam cara banyak orang memahami makna Festival Perahu Naga: kesetiaan, pengorbanan, penghormatan, dan kebersamaan.

Hubungan Festival Perahu Naga dengan Bakcang

Bakcang adalah makanan yang sangat lekat dengan Peh Cun. Dalam tradisi Tionghoa, makanan serupa dikenal sebagai zongzi, yaitu beras ketan berisi daging, kacang, jamur, atau isian lain yang dibungkus daun bambu atau daun sejenis lalu dikukus atau direbus.

Di Indonesia, penyebutan bakcang atau bacang bisa berbeda-beda menurut daerah dan kebiasaan keluarga. Isinya pun beragam, mulai dari daging, ayam, telur asin, sampai versi halal yang menyesuaikan kebutuhan masyarakat setempat.

Tradisi makan bakcang membuat Festival Perahu Naga terasa dekat dengan kehidupan sehari-hari. Bagi banyak keluarga, Peh Cun bukan hanya acara menonton lomba, tetapi juga momen berkumpul dan menikmati makanan yang punya nilai sejarah. Jika ingin mengenal makanannya lebih detail, baca juga apa itu bakcang, isi, sejarah, dan bedanya dengan bacang.

Tradisi yang Biasa Ada Saat Peh Cun

Setiap daerah bisa punya cara perayaan yang berbeda, tetapi beberapa tradisi berikut sering dikaitkan dengan Peh Cun:

  • Lomba perahu naga, biasanya berlangsung di sungai, danau, atau kawasan perairan.
  • Makan bakcang bersama keluarga atau komunitas.
  • Lempar bakcang sebagai simbol tradisi yang berhubungan dengan legenda Qu Yuan.
  • Mendirikan telur, tradisi populer yang dipercaya bisa dilakukan pada waktu tertentu saat Peh Cun.
  • Ritual atau sembahyang sesuai tradisi komunitas masing-masing.
  • Kegiatan budaya dan hiburan rakyat, seperti pertunjukan, bazar, dan acara komunitas.

Festival Perahu Naga di Indonesia

Di Indonesia, Festival Perahu Naga dikenal di beberapa daerah dengan komunitas Tionghoa yang kuat. Kota Tangerang, misalnya, punya tradisi Peh Cun di kawasan Sungai Cisadane. Perayaan ini dapat menghadirkan balap perahu, perahu papak, lempar bakcang, tangkap bebek, hingga tradisi mendirikan telur.

Di Bangka Belitung, tradisi Peh Cun juga dirayakan sebagai bagian dari kehidupan budaya masyarakat setempat. Kegiatan seperti makan bacang, ritual budaya, dan acara kebersamaan menunjukkan bahwa Peh Cun bukan hanya milik satu kelompok, tetapi telah menjadi ruang perjumpaan budaya.

Nilai menarik dari perayaan Peh Cun di Indonesia adalah kemampuannya berbaur dengan konteks lokal. Ada unsur sejarah Tionghoa, suasana sungai Nusantara, kuliner, dan partisipasi warga lintas latar belakang.

Kapan Festival Perahu Naga Dirayakan?

Festival Perahu Naga dirayakan pada tanggal 5 bulan 5 kalender lunar. Karena memakai kalender lunar, tanggalnya dalam kalender Masehi berubah setiap tahun, biasanya jatuh sekitar akhir Mei atau Juni.

Jika ingin menonton perayaan di daerah tertentu, cek pengumuman pemerintah kota, pengelola kelenteng, komunitas budaya, atau panitia setempat. Jadwal acara lokal bisa berbeda dari tanggal utama karena menyesuaikan akhir pekan, lokasi, dan kesiapan panitia.

Makna Festival Perahu Naga bagi Masyarakat Hari Ini

Festival Perahu Naga punya beberapa lapis makna. Bagi sebagian orang, ini adalah tradisi penghormatan terhadap Qu Yuan. Bagi keluarga, ini adalah momen makan bakcang dan menjaga warisan leluhur. Bagi kota atau daerah, festival ini bisa menjadi agenda budaya dan wisata.

Dalam konteks Indonesia, Peh Cun juga memperlihatkan bagaimana tradisi bisa hidup berdampingan dengan masyarakat luas. Lomba perahu naga dapat menjadi tontonan publik, sementara bakcang menjadi jembatan kuliner yang mudah dikenali banyak orang.

Tips Jika Ingin Menonton Festival Perahu Naga

Jika Anda ingin menonton Festival Perahu Naga secara langsung, beberapa tips berikut bisa membantu:

  • Datang lebih awal karena area tepi sungai biasanya cepat ramai.
  • Cek lokasi resmi dan jadwal acara dari panitia atau pemerintah daerah.
  • Gunakan pakaian nyaman karena acara sering berlangsung di ruang terbuka.
  • Jaga kebersihan lokasi dan hindari membuang sampah sembarangan.
  • Hormati ritual budaya yang sedang berlangsung, terutama jika acara berada dekat rumah ibadah atau area sakral.
  • Cicipi bakcang dari penjual terpercaya, dan perhatikan pilihan isian jika memiliki pantangan makanan.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apa beda Festival Perahu Naga, Peh Cun, dan Dragon Boat Festival?

Ketiganya merujuk pada perayaan yang sama atau sangat berkaitan. Dragon Boat Festival adalah sebutan bahasa Inggris, Duanwu Jie adalah sebutan Mandarin, sedangkan Peh Cun adalah nama yang akrab di masyarakat Tionghoa-Indonesia.

Kenapa Peh Cun identik dengan bakcang?

Bakcang dikaitkan dengan tradisi memberi makanan dalam kisah Qu Yuan. Seiring waktu, makan bakcang menjadi salah satu simbol utama Peh Cun dan diwariskan dalam keluarga maupun komunitas.

Apakah Festival Perahu Naga selalu ada lomba perahu?

Tidak selalu. Di beberapa tempat, perayaan lebih menonjolkan makanan, ritual, atau acara komunitas. Namun, lomba perahu naga adalah salah satu tradisi paling populer dan paling mudah dikenali.

Apakah Peh Cun termasuk tradisi di Indonesia?

Ya. Peh Cun dirayakan di sejumlah daerah di Indonesia dan telah menjadi bagian dari keragaman budaya lokal, terutama di wilayah dengan sejarah komunitas Tionghoa yang kuat.

Kapan waktu makan bakcang?

Bakcang biasanya dimakan menjelang atau saat perayaan Peh Cun. Namun, di Indonesia bakcang juga bisa ditemukan di luar masa perayaan, tergantung penjual dan tradisi keluarga.

Kesimpulan

Festival Perahu Naga adalah perayaan budaya yang memadukan sejarah, olahraga air, makanan, dan kebersamaan. Di balik ramainya lomba perahu dan lezatnya bakcang, Peh Cun menyimpan cerita tentang penghormatan, identitas, dan tradisi yang terus hidup di tengah masyarakat Indonesia.

TS

Tari Santika

kontributor

Profil

Komentar

Nama
Email
Komentar

Komentar sebagai tamu akan ditinjau sebelum dipublikasikan.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!