Read More
Doa Malam 1 Suro Lengkap Arab, Latin, Arti, dan Amalan Tahun Baru Islam
Budaya

Doa Malam 1 Suro Lengkap Arab, Latin, Arti, dan Amalan Tahun Baru Islam

Bacaan doa malam 1 Suro lengkap dengan doa akhir tahun dan awal tahun Hijriah, tulisan Arab, latin, arti, waktu membaca, serta amalan Tahun Baru Islam.

TS
Tari Santika
15 Jun 2026 6 menit
Doa Malam 1 Suro Lengkap Arab, Latin, Arti, dan Amalan Tahun Baru Islam

Isi artikel

Malam 1 Suro bertepatan dengan awal bulan Muharram dalam kalender Hijriah. Bagi banyak umat Islam di Indonesia, momen ini sering diisi dengan doa, zikir, muhasabah, dan memperbanyak amal baik. Karena itu, bacaan yang paling sering dicari pada malam 1 Suro biasanya adalah doa akhir tahun Hijriah, doa awal tahun Hijriah, serta amalan yang bisa dilakukan saat memasuki Tahun Baru Islam.

Perlu dipahami, tidak ada kewajiban khusus yang mengharuskan seseorang membaca doa tertentu hanya karena malam 1 Suro. Namun, berdoa, beristigfar, membaca selawat, dan memperbanyak ibadah adalah amalan baik yang bisa dilakukan kapan saja, termasuk saat memasuki bulan Muharram.

Apakah Malam 1 Suro Sama dengan 1 Muharram?

Secara waktu, 1 Suro dalam kalender Jawa sering bertepatan dengan 1 Muharram dalam kalender Hijriah. Bedanya ada pada penyebutan dan latar budayanya.

Muharram adalah bulan pertama dalam kalender Hijriah dan termasuk bulan yang dimuliakan dalam Islam. Sementara itu, Suro adalah bulan pertama dalam kalender Jawa yang memiliki tradisi tersendiri di masyarakat, terutama di Jawa.

Karena pergantian hari dalam kalender Hijriah dimulai sejak terbenamnya matahari, suasana malam 1 Suro biasanya mulai terasa sejak waktu Magrib menjelang tanggal 1 Muharram.

Doa Akhir Tahun Hijriah

Doa akhir tahun Hijriah biasanya dibaca menjelang berakhirnya bulan Zulhijah. Isinya berupa permohonan ampun atas kesalahan selama setahun dan harapan agar amal baik diterima Allah SWT.

اللَّهُمَّ مَا عَمِلْتُ مِنْ عَمَلٍ فِي هَذِهِ السَّنَةِ مَا نَهَيْتَنِي عَنْهُ وَلَمْ أَتُبْ مِنْهُ وَحَلُمْتَ فِيهَا عَلَيَّ بِفَضْلِكَ بَعْدَ قُدْرَتِكَ عَلَى عُقُوبَتِي وَدَعَوْتَنِي إِلَى التَّوْبَةِ مِنْ بَعْدِ جَرَاءَتِي عَلَى مَعْصِيَتِكَ فَإِنِّي اسْتَغْفَرْتُكَ فَاغْفِرْ لِي وَمَا عَمِلْتُ فِيهَا مِمَّا تَرْضَى وَوَعَدْتَنِي عَلَيْهِ الثَّوَابَ فَأَسْأَلُكَ أَنْ تَتَقَبَّلَ مِنِّي وَلَا تَقْطَعْ رَجَائِي مِنْكَ يَا كَرِيمُ

Latin: Allahumma maa ‘amiltu min ‘amalin fii haadzihis sanati maa nahaitanii ‘anhu wa lam atub minhu, wa halumta fiihaa ‘alayya bi fadhlika ba‘da qudratika ‘alaa ‘uquubatii, wa da‘autanii ilat taubati min ba‘di jaraa-atii ‘alaa ma‘shiyatik. Fa innistaghfartuka faghfir-lii wa maa ‘amiltu fiihaa mimmaa tardhaa, wa wa‘adtanii ‘alaihits tsawaaba, fa as-aluka an tataqabbala minnii wa laa taqtha‘ rajaa-ii minka yaa kariim.

Artinya: Ya Allah, aku memohon ampun atas perbuatanku selama tahun ini yang Engkau larang, sementara aku belum sempat bertobat. Engkau tetap memberi kelapangan kepadaku dengan kemurahan-Mu, padahal Engkau mampu menghukumku. Aku memohon ampun kepada-Mu, maka ampunilah aku. Terimalah amal yang Engkau ridhai dan jangan putuskan harapanku kepada-Mu, wahai Tuhan Yang Maha Pemurah.

Doa Awal Tahun Hijriah

Setelah masuk waktu Magrib dan tahun Hijriah baru dimulai, sebagian umat Islam membaca doa awal tahun. Doa ini berisi permohonan perlindungan dari godaan setan, pertolongan untuk mengendalikan hawa nafsu, dan bimbingan agar lebih dekat kepada Allah SWT.

اللَّهُمَّ أَنْتَ الأَبَدِيُّ القَدِيمُ الأَوَّلُ وَعَلَى فَضْلِكَ العَظِيمِ وَكَرِيمِ جُودِكَ المُعَوَّلُ، وَهَذَا عَامٌ جَدِيدٌ قَدْ أَقْبَلَ، أَسْأَلُكَ العِصْمَةَ فِيهِ مِنَ الشَّيْطَانِ وَأَوْلِيَائِهِ، وَالعَوْنَ عَلَى هَذِهِ النَّفْسِ الأَمَّارَةِ بِالسُّوءِ، وَالاِشْتِغَالَ بِمَا يُقَرِّبُنِي إِلَيْكَ زُلْفَى يَا ذَا الجَلَالِ وَالإِكْرَامِ

Latin: Allahumma antal abadiyyul qadiimul awwal. Wa ‘alaa fadhlikal ‘azhiimi wa kariimi juudikal mu‘awwal. Wa haadzaa ‘aamun jadiidun qad aqbal. As-alukal ‘ishmata fiihi minas syaithaani wa awliyaa-ih, wal ‘auna ‘alaa haadzihin nafsil ammaarati bis suu-i, wal isytighaala bimaa yuqarribunii ilaika zulfaa yaa dzal jalaali wal ikraam.

Artinya: Ya Allah, Engkaulah Dzat Yang Abadi, Yang Terdahulu, dan Yang Awal. Atas karunia-Mu yang agung dan kemurahan-Mu yang mulia, aku berharap. Tahun baru ini telah datang. Aku memohon perlindungan kepada-Mu dari setan dan para penolongnya. Aku juga memohon pertolongan untuk menghadapi nafsu yang mendorong kepada keburukan, serta bimbingan agar sibuk dengan hal-hal yang mendekatkanku kepada-Mu, wahai Dzat Pemilik Keagungan dan Kemuliaan.

Kapan Membaca Doa Akhir Tahun dan Awal Tahun?

Umumnya, doa akhir tahun dibaca menjelang Magrib pada hari terakhir bulan Zulhijah. Setelah masuk Magrib, waktu sudah berganti ke 1 Muharram, sehingga doa awal tahun dapat dibaca setelahnya.

Jika tidak sempat membaca pada waktu tersebut, tidak perlu merasa cemas. Doa tetap bisa dipanjatkan kapan saja, karena inti utamanya adalah memohon ampun, memperbaiki diri, dan meminta pertolongan Allah untuk menjalani hari-hari berikutnya dengan lebih baik.

Amalan yang Bisa Dilakukan pada Malam 1 Suro

Malam 1 Suro bisa menjadi waktu yang baik untuk menenangkan diri dan memperbanyak ibadah. Beberapa amalan yang dapat dilakukan antara lain:

  • memperbanyak istigfar atas kesalahan yang pernah dilakukan;
  • membaca doa akhir tahun dan awal tahun Hijriah;
  • membaca zikir dan selawat;
  • melakukan muhasabah atau evaluasi diri;
  • memperbanyak sedekah dan amal baik;
  • menyiapkan niat untuk memperbaiki ibadah di tahun baru.

Bulan Muharram juga dikenal sebagai salah satu bulan yang dimuliakan. Pada bulan ini, umat Islam dianjurkan memperbanyak amal saleh. Salah satu amalan yang banyak dikenal adalah puasa Tasua pada 9 Muharram dan puasa Asyura pada 10 Muharram.

Hal yang Perlu Diluruskan tentang Malam 1 Suro

Di masyarakat, malam 1 Suro sering dikaitkan dengan berbagai tradisi. Sebagian tradisi bersifat budaya, seperti tirakatan, doa bersama, atau kegiatan masyarakat. Selama tidak bertentangan dengan ajaran agama dan tidak diyakini sebagai kewajiban mutlak, tradisi tersebut dapat dipahami sebagai bagian dari kebiasaan sosial.

Namun, umat Islam sebaiknya tetap berhati-hati agar tidak menganggap malam 1 Suro sebagai waktu yang membawa kesialan. Dalam Islam, pergantian tahun lebih tepat dijadikan momen untuk memperbanyak doa, memperbaiki diri, dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Perbedaan Doa Malam 1 Suro dan Doa Tahun Baru Islam

Istilah “doa malam 1 Suro” biasanya dipakai masyarakat Jawa untuk menyebut doa yang dibaca saat memasuki bulan Suro. Sementara itu, “doa Tahun Baru Islam” lebih sering merujuk pada doa awal tahun Hijriah atau doa akhir tahun Hijriah.

Dengan kata lain, bacaan yang dicari banyak orang pada malam 1 Suro umumnya sama dengan doa akhir tahun dan doa awal tahun Hijriah. Perbedaannya lebih pada istilah yang digunakan sehari-hari.

Bagi pembaca yang ingin memperdalam bacaan ibadah malam hari, artikel tentang doa sholat tahajud lengkap juga bisa menjadi rujukan lanjutan. Jika ingin memahami doa untuk pertobatan, baca juga panduan doa sholat taubat nasuha.

FAQ Seputar Doa Malam 1 Suro

Apakah 1 Suro sama dengan 1 Muharram?

Secara waktu, 1 Suro biasanya bertepatan dengan 1 Muharram. Namun, 1 Suro berasal dari kalender Jawa, sedangkan 1 Muharram berasal dari kalender Hijriah.

Apa doa yang dibaca saat malam 1 Suro?

Bacaan yang umum dibaca adalah doa akhir tahun Hijriah sebelum Magrib dan doa awal tahun Hijriah setelah Magrib. Selain itu, umat Islam juga bisa membaca istigfar, zikir, selawat, dan doa dengan bahasa sendiri.

Apakah doa malam 1 Suro wajib?

Tidak wajib. Membaca doa adalah amalan baik, tetapi tidak boleh dipahami sebagai kewajiban khusus yang harus dilakukan pada malam 1 Suro.

Amalan apa yang dianjurkan pada bulan Muharram?

Amalan yang baik dilakukan antara lain memperbanyak doa, zikir, sedekah, amal saleh, serta puasa sunnah seperti Tasua dan Asyura.

Bolehkah membaca doa dengan bahasa Indonesia?

Boleh. Seseorang dapat berdoa dengan bahasa yang dipahami, selama isi doanya baik dan tidak bertentangan dengan ajaran Islam.

Malam 1 Suro sebaiknya dipahami sebagai kesempatan untuk memperbanyak doa dan memperbaiki diri. Dengan begitu, pergantian tahun tidak hanya menjadi perayaan, tetapi juga menjadi pengingat untuk menjalani hari-hari berikutnya dengan lebih tenang, hati-hati, dan dekat kepada Allah SWT.

TS

Tari Santika

kontributor

Profil

Komentar

Nama
Email
Komentar

Komentar sebagai tamu akan ditinjau sebelum dipublikasikan.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!