Scroll untuk baca artikel
Bisnis

Perbedaan Antara Public Relations (PR) dan Publicity Beserta Contohnya

Avatar
×

Perbedaan Antara Public Relations (PR) dan Publicity Beserta Contohnya

Sebarkan artikel ini
Perbedaan Antara Public Relations (PR) dan Publicity

Dalam dunia media dan hubungan masyarakat, seringkali kita mendengar istilah “Public Relations” (PR) dan “Publicity.” Meskipun keduanya berkaitan dengan cara informasi disebarkan ke publik, mereka memiliki perbedaan yang signifikan. Artikel ini akan membahas perbedaan antara PR dan Publicity beserta memberikan contoh konkret untuk memahami keduanya.

Public Relations (PR)

Public Relations

Public Relations (PR) adalah suatu teknik dan strategi yang digunakan untuk mengelola bagaimana informasi tentang individu, perusahaan, atau organisasi disebarkan ke publik. Tujuan utama PR adalah mengelola persepsi publik tentang suatu entitas. Inilah beberapa karakteristik PR:

  • Dikendalikan secara Internal: PR adalah upaya yang dikendalikan secara internal oleh perusahaan atau individu. Ini berarti mereka memiliki kendali penuh atas pesan dan citra yang ingin disampaikan kepada publik.
  • Mengelola Persepsi: PR bertujuan untuk mengelola persepsi publik. Dalam hal ini, PR berfokus pada bagaimana entitas tersebut ingin dilihat atau diterima oleh publik.
  • Dapat Mencakup Beragam Upaya: Upaya PR dapat mencakup banyak hal, termasuk merancang kampanye informasi, menangani situasi krisis, menjalin hubungan dengan media, dan banyak lagi. Salah satu tujuan utama PR adalah mendapatkan eksposur gratis atau earned media, seperti liputan berita, daripada membayar untuk iklan atau paid media.
  • Tumpang Tindih dengan Departemen Serupa: PR sering kali tumpang tindih atau disalahartikan dengan departemen lain seperti marketing, advertising, atau communications. Meskipun memiliki persamaan, PR memiliki fokus yang lebih luas, yakni mengelola hubungan dan persepsi publik.

Contoh PR:

  • Sebuah perusahaan merilis pernyataan pers untuk menjelaskan tindakan mereka dalam situasi kontroversial.
  • Seorang selebriti yang mempekerjakan seorang manajer PR untuk mengelola citra publik mereka.
Baca Juga!  Komunikasi Bisnis di Era Digital: Menggabungkan Internet dan Konvensional untuk Sukses

Publicity

Publicity

Publicity adalah bentuk PR yang menyediakan berita atau informasi di media. Publicity tidak dikendalikan oleh perusahaan atau individu, melainkan disumbangkan oleh pihak eksternal, seperti media. Tujuannya adalah menciptakan kesadaran publik tentang merek, produk, atau peristiwa tertentu. Berikut karakteristik Publicity:

  • Disumbangkan oleh Pihak Eksternal: Yang membedakan Publicity adalah sumbernya. Informasi atau berita yang terkait dengan publicity disumbangkan oleh pihak eksternal, seperti media atau pers.
  • Menciptakan Kesadaran Publik: Tujuan utama publicity adalah menciptakan kesadaran publik. Ini bisa terkait dengan peluncuran produk, peristiwa, atau pencapaian tertentu yang ingin dicurahkan kepada publik.
  • Mendapatkan Eksposur Gratis: Seperti PR, publicity juga dapat mencakup upaya untuk mendapatkan eksposur gratis atau earned media. Berita yang ditampilkan di media, seperti liputan berita, sering kali dianggap sebagai publicity.

Contoh Publicity:

  • Sebuah perusahaan mendapatkan liputan berita tentang produk baru mereka di media massa.
  • Seorang selebriti yang muncul di majalah atau acara televisi untuk mempromosikan proyek terbaru mereka.

Perbedaan Utama

Singkatnya, perbedaan utama antara PR dan Publicity adalah kendali. PR adalah upaya yang dikendalikan secara internal oleh perusahaan atau individu untuk mengelola persepsi publik, sedangkan Publicity adalah berita atau informasi yang disumbangkan oleh pihak eksternal dan bertujuan menciptakan kesadaran publik. Keduanya sering bekerja bersama, dengan PR menciptakan pesan dan strategi, sedangkan Publicity mengirimkan pesan tersebut ke media untuk disebarluaskan.

PR dan Publicity adalah elemen penting dalam komunikasi dan manajemen citra. Menerapkan keduanya dengan bijak dapat membantu menciptakan kesan positif dan mengelola hubungan dengan publik yang kuat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *