Istilah "survei" ada di mana-mana. Kita mendengarnya dalam berita pemilu, melihatnya saat diminta mengisi kuesioner kepuasan pelanggan, dan bahkan menemukannya dalam bentuk aplikasi penghasil uang. Namun, apa sebenarnya survei itu? Dan bagaimana penulisan yang benar, survey atau survei?
Survei mengumpulkan data atau informasi dari sekelompok orang terpilih untuk mendapatkan pemahaman tentang topik, opini, preferensi, atau perilaku mereka. Peneliti melakukan survei dengan menyebarkan serangkaian pertanyaan, sering kali melalui kuesioner, wawancara, atau metode lain seperti telepon dan internet. Metode ini memiliki berbagai tujuan, mulai dari riset akademis, survei opini publik, hingga penelitian bisnis untuk memahami konsumen.
Artikel ini adalah panduan lengkap yang akan mengupas tuntas pengertian survei, ejaan yang benar menurut KBBI, tujuan utamanya, serta berbagai metode yang digunakan dalam penelitian.
Inti Sari Artikel
- Ejaan Baku: Penulisan yang benar dan baku menurut KBBI adalah survei, bukan survey.
- Pengertian: Survei adalah teknik riset untuk mengumpulkan informasi dari sekelompok orang (sampel) guna mewakili populasi yang lebih besar.
- Tujuan Utama: Tujuan survei adalah untuk mendeskripsikan karakteristik populasi, menguji hipotesis, dan menjadi dasar pengambilan keputusan.
- Metode Umum: Metode yang sering digunakan meliputi kuesioner (daring atau luring), wawancara, survei cross-sectional (satu waktu), dan longitudinal (berkelanjutan).
Pengertian Survei Menurut KBBI dan Etimologi
Untuk memahami sebuah konsep, cara terbaik adalah memulainya dari definisi formal dan asal-usul katanya.
Definisi Menurut KBBI
Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) mendefinisikan survei sebagai:
- Teknik riset dengan memberi batasan yang jelas atas data; penyelidikan; peninjauan.
- Pengukuran tanah (untuk menentukan posisi, batas, luas).
- Pemeriksaan atau penelitian yang bersifat komprehensif.
Dari definisi ini, kita bisa melihat bahwa survei adalah sebuah kegiatan sistematis untuk mengumpulkan data dengan tujuan tertentu.
Asal-usul Kata (Etimologi)
Kata 'survei' adalah serapan dari bahasa Inggris, survey. Akarnya berasal dari bahasa Latin, yaitu gabungan kata super (di atas) dan videre (melihat). Secara harfiah, 'survei' berarti "melihat dari atas", yang mencerminkan esensinya sebagai sebuah tinjauan luas untuk mendapatkan gambaran umum dari suatu fenomena.
Ejaan yang Benar: Survey atau Survei?
Jawaban singkatnya: survei.
Penetapan ini didasarkan pada kaidah penyerapan kata asing dalam Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI). Proses penyerapan kata survey tergolong adaptasi, di mana ejaan dan lafalnya disesuaikan dengan sistem bahasa Indonesia.
Aturan utamanya adalah gabungan huruf 'ey' pada akhir kata dalam bahasa Inggris diadaptasi menjadi 'ei' agar sesuai dengan pola lafal orang Indonesia. Untuk memahami lebih dalam mana penulisan yang benar antara survey atau survei, aturan PUEBI ini menjadi kuncinya. Oleh karena itu, 'survei' adalah bentuk baku, sementara 'survey' adalah bentuk tidak baku.
Tujuan Utama Dilakukannya Survei
Perusahaan, pemerintah, dan akademisi melakukan survei bukan tanpa alasan. Ada beberapa tujuan strategis di baliknya:
- Menggambarkan Karakteristik Populasi: Untuk mengetahui demografi, perilaku, atau opini dari suatu kelompok masyarakat (misalnya, berapa persen penduduk yang menggunakan internet).
- Mengumpulkan Data untuk Keputusan: Hasil survei menjadi landasan bagi perusahaan untuk meluncurkan produk baru atau bagi pemerintah untuk merancang kebijakan publik.
- Menguji Hipotesis: Dalam penelitian ilmiah, survei digunakan untuk menguji hubungan sebab-akibat antar variabel (misalnya, apakah ada hubungan antara tingkat pendapatan dan kebahagiaan?).
- Evaluasi dan Perbandingan: Untuk mengevaluasi efektivitas sebuah program atau membandingkan kondisi antar kelompok atau waktu.
Metode-Metode Survei yang Umum Digunakan
Metode survei bisa sangat beragam, tergantung pada tujuan, waktu, dan sumber daya yang tersedia.
Berdasarkan Instrumen Pengumpulan Data:
- Kuesioner (Angket): Metode paling umum, berupa daftar pertanyaan tertulis yang bisa disebar secara langsung, melalui surat, atau daring (online). Memahami cara membuat kuesioner survei yang efektif adalah keterampilan dasar dalam metode ini.
- Wawancara: Pengumpulan data melalui interaksi lisan, baik tatap muka maupun via telepon, untuk mendapatkan jawaban yang lebih mendalam.
Berdasarkan Waktu Pelaksanaan:
- Survei Cross-Sectional: Mengambil data dari sampel pada satu titik waktu tertentu. Ini seperti mengambil "foto" dari sebuah situasi. Contoh: survei cepat untuk mengukur popularitas sebuah acara TV minggu ini.
- Survei Longitudinal: Mengambil data dari sampel yang sama secara berulang kali dalam periode waktu yang panjang. Ini seperti membuat "film" untuk melihat perubahan. Contoh: melacak perkembangan karier lulusan universitas selama 10 tahun.
Berdasarkan Tujuan Analisis:
- Survei Deskriptif: Bertujuan untuk menggambarkan fenomena. Fokus pada pertanyaan "Apa", "Di mana", "Kapan". Contoh: Survei kepuasan pelanggan.
- Survei Eksplanatori: Bertujuan untuk menjelaskan hubungan sebab-akibat. Fokus pada pertanyaan "Mengapa". Contoh: Survei untuk mengetahui pengaruh iklan terhadap keputusan membeli.
- Survei Eksploratori: Bertujuan untuk menggali pemahaman awal tentang topik baru. Pertanyaannya bersifat terbuka. Contoh: Survei untuk menggali kebutuhan pasar terhadap produk yang belum pernah ada.
Contoh Penerapan Survei dalam Kehidupan Sehari-hari
Tanpa kita sadari, survei ada di sekitar kita:
- Bisnis: Sebuah restoran cepat saji melakukan survei tempat dan lokasi untuk cabang baru.
- Politik: Lembaga riset menggelar survei opini publik untuk memprediksi hasil pemilu.
- Kesehatan: Pemerintah melakukan Survei Kesehatan Dasar Nasional (Riskesdas) untuk memetakan kondisi kesehatan masyarakat Indonesia.
Memahami apa itu survei, bagaimana penulisannya yang benar, serta tujuan dan metodenya, memberikan kita literasi dasar yang penting di era informasi ini. Survei adalah alat yang kuat untuk memahami dunia di sekitar kita, asalkan dilakukan dengan cara yang benar dan diinterpretasikan dengan bijak.