Read More
Survey atau Survei: Mana Penulisan yang Benar Menurut KBBI dan PUEBI?
Statistika

Survey atau Survei: Mana Penulisan yang Benar Menurut KBBI dan PUEBI?

Mana penulisan yang benar, survey atau survei? Temukan jawaban pastinya menurut kaidah KBBI dan PUEBI serta asal-usul kata dan contoh penggunaannya.

Akbar Fauziah
Akbar Fauziah
20 Nov 2025 Diperbarui 16 Des 2025 3 menit
Survey atau Survei: Mana Penulisan yang Benar Menurut KBBI dan PUEBI?

Isi artikel

Di tengah maraknya penggunaan istilah asing dalam percakapan sehari-hari, sering kali kita ragu mengenai penulisan yang benar. Salah satu kata yang paling sering menimbulkan kebingungan adalah survey atau survei. Manakah bentuk yang baku dan sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia?

Jawabannya tegas: penulisan yang benar dan baku menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) dan Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI) adalah survei. KBBI menetapkan "survei" sebagai kata yang baku dan benar. "Survey" menjadi bentuk tidak bakunya, yang berasal dari penyerapan langsung bahasa Inggris.

Artikel ini akan mengupas tuntas alasan di balik penetapan kata 'survei' sebagai bentuk baku, mulai dari definisi, asal-usul kata, hingga aturan penyerapannya dalam bahasa Indonesia.

Definisi dan Asal Kata "Survei"

Untuk memahami mengapa 'survei' adalah ejaan yang tepat, kita perlu melihat definisi dan etimologinya.

Pengertian Menurut KBBI

Dalam KBBI, kata survei memiliki beberapa makna utama:

  1. Teknik riset dengan memberi batasan jelas atas data; penyelidikan; peninjauan.
  2. Pengukuran tanah yang meliputi penentuan posisi, batas, dan luas area.
  3. Pemeriksaan atau penelitian yang bersifat komprehensif atau menyeluruh.

Dari definisi ini, jelas bahwa KBBI secara resmi mengakui 'survei' sebagai entri yang valid. Untuk pemahaman yang lebih luas, Anda bisa membaca artikel utama kami tentang apa itu survei.

Asal-usul Kata (Etimologi)

Kata 'survei' merupakan kata serapan dari bahasa Inggris, survey. Secara etimologis, survey berasal dari gabungan kata Latin:

  • Sur (dari kata super) yang berarti "di atas" atau "melampaui".
  • Vey (dari kata videre) yang berarti "melihat".

Secara harfiah, 'survei' bermakna "melihat dari atas", yang sangat sesuai dengan konsepnya sebagai sebuah tinjauan luas dan menyeluruh terhadap suatu objek atau fenomena.

Kaidah Penyerapan: Mengapa "Survei" Bukan "Survey"?

Kaidah Bahasa

Penetapan 'survei' sebagai bentuk baku didasarkan pada kaidah penyerapan kata asing yang diatur dalam PUEBI. Proses penyerapan kata survey ke dalam bahasa Indonesia masuk dalam kategori adaptasi.

Adaptasi adalah proses penyerapan di mana ejaan dan lafal kata asing disesuaikan agar selaras dengan sistem fonologi (bunyi) dan ejaan bahasa Indonesia.

Dalam kasus ini, penyesuaian utamanya terjadi pada gabungan huruf 'ey' di akhir kata. Dalam bahasa Indonesia, gabungan vokal ini diadaptasi menjadi 'ei' agar sesuai dengan pola pelafalan lidah orang Indonesia. Aturan inilah yang mengubah survey menjadi survei.

Karena itu, menggunakan ejaan 'survey' dalam tulisan formal dianggap sebagai bentuk tidak baku dan tidak sesuai dengan kaidah kebahasaan yang berlaku.

Contoh Penggunaan yang Benar

Contoh Penulisan

Agar lebih jelas, perhatikan contoh-contoh penggunaan kata 'survei' dalam kalimat berikut:

  • Benar: Hasil survei menunjukkan bahwa mayoritas warga menginginkan perbaikan jalan.

  • Salah: Hasil survey menunjukkan bahwa mayoritas warga menginginkan perbaikan jalan.

  • Benar: Sebelum membangun gedung, tim teknis melakukan survei lokasi terlebih dahulu.

  • Salah: Sebelum membangun gedung, tim teknis melakukan survey lokasi terlebih dahulu.

  • Benar: Data untuk penelitian skripsi ini dikumpulkan melalui metode survei secara daring.

  • Salah: Data untuk penelitian skripsi ini dikumpulkan melalui metode survey secara daring.

Dengan memahami definisi, asal-usul, dan kaidah penyerapannya, kita dapat dengan yakin menggunakan kata survei dalam setiap tulisan. Memastikan penulisan survei yang benar secara konsisten akan meningkatkan kualitas tulisan Anda. Penggunaan ejaan yang benar tidak hanya menunjukkan pemahaman bahasa yang baik, tetapi juga bentuk penghormatan terhadap kaidah bahasa Indonesia yang telah dibakukan.

Akbar Fauziah

Akbar Fauziah

admin

Profil

Komentar

Nama
Email
Komentar

Komentar sebagai tamu akan ditinjau sebelum dipublikasikan.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!