Read More
Survei Tempat dan Survey Lokasi: Contoh Studi untuk Bisnis dan Penelitian
Statistika

Survei Tempat dan Survey Lokasi: Contoh Studi untuk Bisnis dan Penelitian

Apa itu survei tempat atau survei lokasi? Pelajari pengertiannya dan lihat contoh studi kasus penerapannya dalam analisis kelayakan bisnis dan penelitian.

Akbar Fauziah
Akbar Fauziah
25 Nov 2025 Diperbarui 16 Des 2025 3 menit
Survei Tempat dan Survey Lokasi: Contoh Studi untuk Bisnis dan Penelitian

Isi artikel

Dalam dunia bisnis dan penelitian, keputusan strategis sering kali bergantung pada satu faktor krusial: lokasi. Baik itu untuk membuka cabang baru, menganalisis pasar, atau memahami fenomena sosial di suatu area, survei tempat atau survei lokasi menjadi metode yang tak tergantikan.

Istilah "survei tempat" bisa berarti dua hal: memeriksa lokasi fisik untuk tujuan seperti konstruksi, pembangunan, atau perencanaan kegiatan, atau melakukan survei on-site yang meminta umpan balik langsung dari pengguna situs web. Kedua jenis survei ini mengumpulkan informasi detail tentang suatu lokasi atau pengalaman pengguna untuk membantu pengambilan keputusan yang lebih baik.

Survei ini merupakan bentuk spesifik dari survei lapangan yang berfokus pada pengumpulan data terkait karakteristik fisik, sosial, dan ekonomi dari sebuah lokasi tertentu. Tujuannya adalah untuk mendapatkan pemahaman mendalam yang akan menjadi dasar pengambilan keputusan.

Apa Itu Survei Tempat dan Survei Lokasi?

Survei tempat adalah kegiatan penyelidikan sistematis untuk mengumpulkan data dan informasi secara langsung dari sebuah lokasi geografis yang spesifik. Metode ini tidak hanya melihat lokasi sebagai titik di peta, tetapi sebagai sebuah ekosistem yang hidup, yang meliputi:

  • Aspek Fisik: Kondisi topografi, aksesibilitas jalan, ketersediaan parkir, visibilitas, dan kondisi bangunan di sekitarnya.
  • Aspek Demografis: Karakteristik penduduk di sekitar lokasi, seperti usia, tingkat pendapatan, dan gaya hidup.
  • Aspek Kompetisi: Keberadaan dan kekuatan pesaing langsung maupun tidak langsung di area tersebut.
  • Aspek Aktivitas: Tingkat keramaian, arus pejalan kaki (foot traffic), dan volume kendaraan pada waktu-waktu tertentu.

Data yang dikumpulkan bersifat kualitatif (observasi, wawancara singkat) dan kuantitatif (penghitungan, pengukuran), yang kemudian dianalisis untuk menilai kelayakan atau potensi sebuah lokasi.

Contoh Studi Kasus: Survei Lokasi untuk Kedai Kopi

Bayangkan sebuah merek kopi ingin membuka cabang baru dan memiliki dua lokasi kandidat: Lokasi A di pusat perkantoran dan Lokasi B di dekat area kampus. Untuk membuat keputusan berbasis data, mereka melakukan survei lokasi.

Tujuan Survei:

Menentukan lokasi mana yang memiliki potensi pendapatan dan jangkauan target pasar (profesional muda & mahasiswa) yang lebih tinggi.

Pelaksanaan Survei Lapangan:

Perencanaan Lokasi

1. Perencanaan:

  • Kriteria Sukses: Tim menetapkan kriteria, seperti arus pejalan kaki minimal 100 orang/jam pada jam sibuk, visibilitas tinggi, dan minimal kompetitor dalam radius 300 meter.
  • Instrumen: Menyiapkan formulir observasi, clicker counter untuk menghitung orang, kamera, dan daftar pertanyaan singkat untuk wawancara.

2. Observasi di Lokasi A (Area Perkantoran):

  • Temuan: Surveyor datang pada jam makan siang dan sore hari kerja. Mereka menghitung arus pejalan kaki mencapai 150 orang/jam. Namun, mereka juga mencatat ada 3 kedai kopi lain yang sudah mapan di sekitarnya. Parkir mobil sangat sulit didapat.
  • Data Kuantitatif: Arus pejalan kaki (tinggi), jumlah kompetitor (tinggi), ketersediaan parkir (rendah).

3. Observasi di Lokasi B (Dekat Kampus):

  • Temuan: Tim melakukan observasi pada jam pergantian kuliah. Arus mahasiswa sangat padat, mencapai 200 orang/jam. Hanya ada satu kompetitor kecil dan visibilitas lokasi sangat baik dari jalan utama. Wawancara singkat dengan beberapa mahasiswa menunjukkan adanya permintaan tinggi untuk tempat belajar yang nyaman.
  • Data Kuantitatif: Arus pejalan kaki (sangat tinggi), jumlah kompetitor (rendah), permintaan pasar (tinggi).

Analisis dan Keputusan

Matriks Analisis

Data dari kedua lokasi kemudian dibandingkan dalam sebuah matriks penilaian:

KriteriaLokasi A (Perkantoran)Lokasi B (Kampus)
Arus Pejalan KakiTinggiSangat Tinggi
Target Pasar SesuaiYaYa (Sangat Sesuai)
Tingkat KompetisiTinggiRendah
Kemudahan ParkirRendahSedang
Potensi PasarBaik, tapi jenuhSangat Baik

Berdasarkan hasil survei tempat tersebut, manajemen memutuskan bahwa Lokasi B menawarkan peluang yang jauh lebih baik karena kombinasi antara target pasar yang sangat relevan, arus keramaian yang tinggi, dan tingkat persaingan yang rendah.

Studi kasus ini menunjukkan bagaimana survei lokasi yang sistematis dapat mengubah keputusan dari sekadar "perkiraan" menjadi sebuah langkah strategis yang didukung oleh data dan fakta lapangan yang solid.

Akbar Fauziah

Akbar Fauziah

admin

Profil

Komentar

Nama
Email
Komentar

Komentar sebagai tamu akan ditinjau sebelum dipublikasikan.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!