Setelah memahami bahwa ejaan yang benar adalah 'survei', sering kali muncul kebingungan baru saat kata ini diberi imbuhan. Manakah bentuk kata kerja yang tepat: menyurvei atau mensurvei?
Kita menggunakan kata "menyurvei" sebagai bentuk yang benar, karena kata dasarnya adalah "survei". Dalam bahasa Indonesia, aturan menambahkan imbuhan "me-" pada kata dasar yang berawalan huruf 's'. Jadi, bentuk yang tepat dari kata kerja "survei" menjadi "menyurvei".
Jawaban yang benar dan baku menurut kaidah morfologi bahasa Indonesia adalah menyurvei.
Bentuk 'mensurvei' adalah bentuk yang tidak tepat karena tidak mengikuti aturan peluluhan fonem yang berlaku. Mari kita bedah alasannya.
Kaidah Peluluhan KPST
Aturan yang menjelaskan mengapa 'menyurvei' adalah bentuk yang benar dikenal sebagai kaidah KPST. Kaidah ini mengatur perubahan bunyi ketika awalan 'me-' atau 'pe-' bertemu dengan kata dasar yang diawali fonem /k/, /p/, /s/, atau /t/.
Aturan ini menyatakan:
Jika awalan me- bertemu dengan kata dasar yang berawalan fonem /k/, /p/, /s/, atau /t/, dan huruf kedua dari kata dasar tersebut adalah huruf vokal, maka fonem awal (K, P, S, T) tersebut akan luluh (melebur).
Untuk kata dasar 'survei':
- Kata dasar diawali dengan fonem /s/.
- Huruf kedua adalah 'u' (huruf vokal).
- Oleh karena itu, kaidah KPST berlaku penuh.
Proses pembentukannya adalah sebagai berikut:
- Awalan me- + kata dasar survei
- Awalan 'me-' berubah menjadi 'meny-'.
- Fonem /s/ pada awal kata 'survei' luluh (hilang).
- Hasil akhirnya adalah: menyurvei.
Bentuk 'mensurvei' salah karena mengasumsikan fonem /s/ tidak luluh, yang bertentangan dengan kaidah KPST.
Contoh Lain Peluluhan Fonem /s/
Aturan yang sama berlaku pada kata dasar lain yang diawali huruf 's' dan diikuti vokal:
- me- + sapu → menyapu (bukan mensapu)
- me- + sikat → menyikat (bukan mensikat)
- me- + sunting → menyunting (bukan mensunting)
Pengecualian Kaidah KPST
Penting untuk diingat, kaidah peluluhan ini tidak berlaku jika kata dasar diawali oleh gugus konsonan (dua konsonan berurutan).
Contoh:
- me- + sponsori → mensponsori (fonem /s/ tidak luluh)
- me- + stabilkan → menstabilkan (fonem /s/ tidak luluh)
- me- + skenario → menskenariokan (fonem /s/ tidak luluh)
Karena kata 'survei' diawali oleh 'su-' (konsonan + vokal), maka aturan peluluhan tetap berlaku.
Contoh Penggunaan dalam Kalimat
Berikut adalah perbandingan penggunaan bentuk yang benar dan salah:
Benar: Tim peneliti akan menyurvei 1.000 responden di lima kota besar.
Salah: Tim peneliti akan mensurvei 1.000 responden di lima kota besar.
Benar: Sebelum membeli properti, penting untuk menyurvei lokasinya secara langsung.
Salah: Sebelum membeli properti, penting untuk mensurvei lokasinya secara langsung.
Dengan memahami dan menerapkan kaidah KPST, kita dapat menggunakan bentuk kata kerja turunan dari 'survei' dengan tepat. Penggunaan ejaan yang benar, baik pada kata dasar seperti yang dibahas dalam artikel survey atau survei maupun kata turunannya, adalah kunci penulisan yang baik dan benar.