Read More
Perbedaan Kemiskinan Absolut dan Relatif: Definisi, Indikator & Implikasinya
Sosiologi

Perbedaan Kemiskinan Absolut dan Relatif: Definisi, Indikator & Implikasinya

Pahami perbedaan mendasar antara kemiskinan absolut dan kemiskinan relatif, mulai dari definisi, tolok ukur, indikator, contoh kasus, hingga implikasi kebijakannya.

FE
Frans Eka
6 Okt 2025 Diperbarui 1 Jun 2026 3 menit
Jadikan readmore.id sebagai preferensi terpercayamu di Google
Perbedaan Kemiskinan Absolut dan Relatif: Definisi, Indikator & Implikasinya

Isi artikel

Dalam studi sosiologi dan ekonomi, kemiskinan adalah masalah yang sering dibedakan menjadi dua konsep utama: kemiskinan absolut dan kemiskinan relatif. Meskipun keduanya sama-sama menggambarkan kondisi kekurangan, keduanya memiliki definisi, cara ukur, dan implikasi kebijakan yang sangat berbeda.

Memahami perbedaan antara keduanya sangat penting untuk merancang program pengentasan kemiskinan yang efektif dan tepat sasaran. Kemiskinan absolut berfokus pada kelangsungan hidup, sementara kemiskinan relatif berkaitan dengan standar hidup dan ketimpangan sosial.

Artikel ini akan menguraikan perbedaan mendasar antara kemiskinan absolut dan relatif melalui perbandingan definisi, indikator, contoh kasus, dan implikasi kebijakannya.

Definisi: Kebutuhan Dasar vs. Perbandingan Sosial

Perbedaan paling mendasar terletak pada definisi keduanya.

  • Kemiskinan Absolut: Diartikan sebagai ketidakmampuan untuk memenuhi kebutuhan dasar minimum agar dapat bertahan hidup, seperti pangan, sandang, perumahan, kesehatan, dan pendidikan. Seseorang dianggap miskin absolut jika pendapatannya berada di bawah standar objektif yang disebut Garis Kemiskinan.
  • Kemiskinan Relatif: Diartikan sebagai kondisi di mana seseorang memiliki standar hidup yang jauh lebih rendah dibandingkan dengan standar hidup mayoritas masyarakat di lingkungannya. Ini adalah ukuran ketimpangan; seseorang bisa saja tidak miskin secara absolut, tetapi dianggap miskin karena "tertinggal" dari yang lain.

Tolok Ukur: Garis Kemiskinan vs. Standar Komunitas

Cara mengukur keduanya juga sangat berbeda.

  • Tolok Ukur Kemiskinan Absolut: Menggunakan Garis Kemiskinan (GK), yaitu sebuah ambang batas pendapatan atau pengeluaran yang ditetapkan secara objektif. Di Indonesia, BPS menghitung GK berdasarkan biaya untuk memenuhi kebutuhan pangan setara 2.100 kilokalori per hari ditambah kebutuhan non-pangan esensial.
  • Tolok Ukur Kemiskinan Relatif: Tidak menggunakan garis kemiskinan yang kaku. Tolok ukurnya adalah distribusi pendapatan dalam suatu masyarakat. Seseorang bisa dianggap miskin relatif jika pendapatannya, misalnya, berada di bawah 50% dari pendapatan median (nilai tengah) nasional atau lokal.

Tabel Perbandingan Kemiskinan Absolut vs. Relatif

Untuk mempermudah pemahaman, berikut adalah tabel perbandingan detail antara kedua konsep tersebut:

AspekKemiskinan AbsolutKemiskinan Relatif
DefinisiKetidakmampuan memenuhi kebutuhan dasar minimum untuk bertahan hidup.Kondisi tertinggal dari standar hidup rata-rata atau mayoritas di masyarakat.
Tolok UkurGaris Kemiskinan (ambang batas pengeluaran/pendapatan objektif).Distribusi pendapatan/kesejahteraan dalam suatu populasi (misal, di bawah median).
Fokus IndikatorPemenuhan kebutuhan fisik: kalori makanan, akses sanitasi, air bersih, perumahan.Ketimpangan: kepemilikan aset, akses terhadap teknologi, partisipasi sosial, gaya hidup.
SifatUniversal pada tingkat dasar (kebutuhan bertahan hidup sama di mana-mana).Kontekstual dan dinamis, tergantung pada standar kemakmuran suatu negara/daerah.
Contoh KasusKeluarga yang tidak mampu membeli cukup makanan bergizi atau tinggal di rumah tidak layak huni.Karyawan yang tidak mampu membeli mobil atau menyekolahkan anak di sekolah swasta favorit seperti tetangganya.
Implikasi KebijakanProgram jaring pengaman sosial, bantuan langsung tunai (BLT), bantuan pangan, subsidi kesehatan dan pendidikan dasar.Kebijakan pemerataan pendapatan (pajak progresif), peningkatan upah minimum, perluasan akses pendidikan tinggi, dan pelatihan kerja.
Perbedaan Kemiskinan Absolut dan Relatif - Tabel

Implikasi Kebijakan: Bantuan vs. Pemerataan

Perbedaan konsep ini mengarah pada pendekatan kebijakan yang berbeda pula.

  • Kebijakan untuk Kemiskinan Absolut berfokus pada penyelamatan (survival). Tujuannya adalah memastikan tidak ada warga negara yang kelaparan atau tidak memiliki akses ke layanan paling dasar. Contohnya adalah program Raskin/BPNT, Kartu Indonesia Sehat (KIS), dan Program Keluarga Harapan (PKH).
  • Kebijakan untuk Kemiskinan Relatif berfokus pada keadilan dan pemerataan (equity). Tujuannya adalah mengurangi ketimpangan dan memastikan semua warga negara memiliki kesempatan yang sama untuk meningkatkan kualitas hidup mereka. Contohnya adalah kebijakan upah minimum, beasiswa pendidikan tinggi untuk kelompok miskin, dan program pengembangan UMKM.

Kesimpulan

Baik kemiskinan absolut maupun relatif adalah masalah serius yang perlu ditangani. Kemiskinan absolut mengancam kelangsungan hidup, sementara kemiskinan relatif mengancam kohesi sosial dan rasa keadilan. Keduanya merupakan bagian dari jenis-jenis kemiskinan yang ada di masyarakat.

Di negara berkembang seperti Indonesia, prioritas utama sering kali adalah pengentasan kemiskinan absolut. Namun, seiring dengan meningkatnya kemakmuran suatu negara, isu kemiskinan relatif dan ketimpangan akan menjadi semakin penting untuk diperhatikan demi menciptakan pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.

FE

Frans Eka

admin

Profil

Komentar

Nama
Email
Komentar

Komentar sebagai tamu akan ditinjau sebelum dipublikasikan.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!