Read More
Kemiskinan Absolut Adalah: Pengertian, Ciri, Garis Kemiskinan, dan Contohnya
Sosiologi

Kemiskinan Absolut Adalah: Pengertian, Ciri, Garis Kemiskinan, dan Contohnya

Kemiskinan absolut adalah kondisi ketika seseorang tidak mampu memenuhi kebutuhan dasar minimum. Simak pengertian, ciri, tolok ukur BPS, garis kemiskinan, contoh, dan bedanya dengan kemiskinan relatif.

FE
Frans Eka
1 Okt 2025 Diperbarui 3 Jun 2026 5 menit
Jadikan readmore.id sebagai preferensi terpercayamu di Google
Kemiskinan Absolut Adalah: Pengertian, Ciri, Garis Kemiskinan, dan Contohnya

Isi artikel

Kemiskinan absolut adalah kondisi ketika seseorang atau rumah tangga tidak mampu memenuhi kebutuhan dasar minimum, seperti makanan, pakaian, tempat tinggal, pendidikan dasar, kesehatan, air bersih, dan sanitasi. Jenis kemiskinan ini memakai batas objektif yang disebut garis kemiskinan.

Artikel ini fokus membahas kemiskinan absolut. Jika ingin memahami perbandingan dua konsep utama secara berdampingan, baca juga perbedaan kemiskinan absolut dan relatif.

Jawaban Cepat: Apa Itu Kemiskinan Absolut?

Kemiskinan absolut adalah kemiskinan yang diukur dari kemampuan seseorang memenuhi kebutuhan dasar minimum. Jika pengeluaran atau pendapatan seseorang berada di bawah garis kemiskinan yang berlaku, ia dapat dikategorikan mengalami kemiskinan absolut.

Dalam konteks Indonesia, BPS menggunakan pendekatan kebutuhan dasar. Artinya, ukuran kemiskinan tidak hanya melihat makanan, tetapi juga kebutuhan non-makanan seperti perumahan, sandang, pendidikan, dan kesehatan.

Ciri-Ciri Kemiskinan Absolut

  • Pendapatan atau pengeluaran berada di bawah garis kemiskinan.
  • Kesulitan memenuhi makanan yang cukup dan bergizi.
  • Tempat tinggal tidak layak atau sangat terbatas.
  • Akses air bersih dan sanitasi kurang memadai.
  • Akses pendidikan dan kesehatan terbatas.
  • Tidak memiliki tabungan atau aset produktif.
  • Sangat rentan saat sakit, kehilangan pekerjaan, atau terkena bencana.

Tolok Ukur Kemiskinan Absolut di Indonesia

Tolok ukur utama kemiskinan absolut di Indonesia adalah Garis Kemiskinan yang dihitung oleh BPS. Garis Kemiskinan adalah nilai rupiah minimum yang dibutuhkan seseorang untuk memenuhi kebutuhan dasar selama satu bulan.

Garis Kemiskinan terdiri dari dua komponen:

  • Garis Kemiskinan Makanan: kebutuhan makanan setara 2.100 kilokalori per kapita per hari.
  • Garis Kemiskinan Non-Makanan: kebutuhan dasar seperti perumahan, pakaian, pendidikan, kesehatan, transportasi, dan kebutuhan pokok lain.

Seseorang dikategorikan miskin jika rata-rata pengeluaran per kapita per bulan berada di bawah garis kemiskinan di wilayahnya. Karena harga dan pola konsumsi berbeda, garis kemiskinan bisa berbeda antara kota, desa, dan provinsi.

Contoh Kemiskinan Absolut

Contoh kemiskinan absolut adalah keluarga yang pengeluarannya tidak cukup untuk memenuhi makanan bergizi, membayar tempat tinggal layak, memperoleh layanan kesehatan dasar, atau menyekolahkan anak secara memadai.

Misalnya, sebuah keluarga memiliki pendapatan yang hanya cukup untuk makan seadanya, tetapi tidak cukup untuk membayar biaya kesehatan, memperbaiki rumah yang rusak, atau membeli perlengkapan sekolah anak. Jika pengeluaran per kapitanya berada di bawah garis kemiskinan, keluarga tersebut dapat termasuk dalam kemiskinan absolut.

Contoh Perhitungan Sederhana

Misalkan garis kemiskinan di suatu wilayah adalah Rp600.000 per orang per bulan. Sebuah keluarga berisi 4 orang memiliki total pengeluaran Rp2.000.000 per bulan.

Pengeluaran per kapita keluarga tersebut adalah:

Rp2.000.000 / 4 = Rp500.000 per orang per bulan

Karena Rp500.000 berada di bawah garis kemiskinan Rp600.000, keluarga tersebut dapat dikategorikan miskin absolut berdasarkan contoh angka tersebut. Angka ini hanya ilustrasi; garis kemiskinan resmi perlu mengikuti data BPS terbaru dan wilayah masing-masing.

Penyebab Kemiskinan Absolut

  • pendapatan sangat rendah;
  • pekerjaan tidak tetap atau upah sangat kecil;
  • pendidikan dan keterampilan terbatas;
  • biaya kesehatan tinggi;
  • akses lahan, modal, dan pekerjaan terbatas;
  • bencana alam atau konflik;
  • tinggal di wilayah minim infrastruktur.

Dampak Kemiskinan Absolut

  • risiko kekurangan gizi dan kesehatan buruk;
  • anak berisiko putus sekolah;
  • rumah tangga sulit memiliki tabungan;
  • kerentanan tinggi saat harga naik atau kehilangan pekerjaan;
  • kemiskinan dapat berulang dari orang tua ke anak.

Perbedaan Singkat dengan Kemiskinan Relatif

Kemiskinan absolut berbeda dari kemiskinan relatif. Kemiskinan absolut mengukur apakah kebutuhan dasar minimum terpenuhi, sedangkan kemiskinan relatif mengukur ketertinggalan seseorang dibanding standar hidup masyarakat sekitar.

AspekKemiskinan AbsolutKemiskinan Relatif
UkuranGaris kemiskinan/kebutuhan dasarStandar hidup masyarakat sekitar
FokusBertahan hidup dan kebutuhan pokokKetimpangan dan partisipasi sosial
ContohTidak cukup makan atau tinggal di rumah tidak layakTidak mampu mengakses fasilitas yang sudah umum di lingkungan sekitar

Cara Mengatasi Kemiskinan Absolut

Penanganan kemiskinan absolut perlu menekankan pemenuhan kebutuhan dasar dan perlindungan kelompok rentan. Beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain:

  • bantuan pangan dan perlindungan sosial untuk keluarga sangat miskin;
  • akses kesehatan dasar dan perbaikan gizi;
  • beasiswa dan dukungan pendidikan untuk anak dari keluarga miskin;
  • pelatihan kerja dan peningkatan keterampilan;
  • penciptaan pekerjaan layak;
  • perbaikan infrastruktur dasar seperti air bersih, sanitasi, listrik, jalan, dan internet.

Panduan Terkait

Untuk memahami konteks yang lebih luas, baca juga pengertian kemiskinan, ciri-ciri kemiskinan, dan penyebab kemiskinan.

FAQ

Apa yang dimaksud dengan kemiskinan absolut?

Kemiskinan absolut adalah kondisi ketika seseorang tidak mampu memenuhi kebutuhan dasar minimum seperti makanan, tempat tinggal, pendidikan, kesehatan, air bersih, dan sanitasi.

Apa contoh kemiskinan absolut?

Contohnya keluarga yang pengeluaran per kapitanya berada di bawah garis kemiskinan sehingga tidak mampu memenuhi kebutuhan makan bergizi, tempat tinggal layak, atau layanan kesehatan dasar.

Apa tolok ukur kemiskinan absolut?

Tolok ukurnya adalah garis kemiskinan. Di Indonesia, BPS menghitung garis kemiskinan dari kebutuhan makanan dan kebutuhan non-makanan dasar.

Apa beda kemiskinan absolut dan relatif?

Kemiskinan absolut berfokus pada kebutuhan dasar minimum, sedangkan kemiskinan relatif berfokus pada ketertinggalan seseorang dibanding standar hidup masyarakat sekitar.

Apakah garis kemiskinan sama di semua daerah?

Tidak. Garis kemiskinan dapat berbeda antara kota, desa, dan provinsi karena harga barang, kebutuhan, dan pola konsumsi masyarakat berbeda.

Kesimpulan

Kemiskinan absolut adalah bentuk kemiskinan yang paling dasar karena menyangkut kemampuan memenuhi kebutuhan minimum untuk hidup. Ukurannya lebih objektif karena memakai garis kemiskinan. Untuk mengatasinya, kebijakan perlu memprioritaskan makanan, kesehatan, pendidikan, tempat tinggal, pekerjaan layak, dan akses layanan dasar.

FE

Frans Eka

admin

Profil

Komentar

Nama
Email
Komentar

Komentar sebagai tamu akan ditinjau sebelum dipublikasikan.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!