Kemiskinan adalah kondisi ketika seseorang atau kelompok tidak mampu memenuhi kebutuhan dasar secara layak, seperti makanan, tempat tinggal, pendidikan, kesehatan, pekerjaan, dan akses terhadap layanan publik. Dalam sosiologi, kemiskinan tidak hanya dipahami sebagai kekurangan uang, tetapi juga sebagai keterbatasan kesempatan untuk hidup layak dan berpartisipasi dalam masyarakat.
Karena itu, kemiskinan disebut masalah sosial yang kompleks. Seseorang bisa miskin karena pendapatan rendah, tetapi bisa juga karena pendidikan terbatas, sulit mengakses pekerjaan, tinggal di wilayah terpencil, mengalami diskriminasi, atau terjebak dalam struktur ekonomi yang tidak adil.
Jawaban Cepat: Apa Itu Kemiskinan?
Kemiskinan adalah ketidakmampuan memenuhi kebutuhan dasar minimum. Menurut pendekatan BPS, seseorang dikategorikan miskin jika rata-rata pengeluaran per kapita per bulan berada di bawah garis kemiskinan. Garis ini mencakup kebutuhan makanan dan kebutuhan bukan makanan, seperti perumahan, pendidikan, kesehatan, sandang, dan kebutuhan dasar lain.
Namun, dalam kajian sosial yang lebih luas, kemiskinan juga mencakup keterbatasan akses, rendahnya kualitas hidup, dan kurangnya kemampuan seseorang untuk menentukan pilihan hidup yang lebih baik.
Pengertian Kemiskinan Menurut Beberapa Pendekatan
Definisi kemiskinan bisa berbeda tergantung sudut pandangnya. Berikut beberapa pendekatan yang umum dipakai:
- Menurut BPS: kemiskinan dilihat dari ketidakmampuan ekonomi untuk memenuhi kebutuhan dasar makanan dan bukan makanan, diukur dari sisi pengeluaran.
- Menurut Bank Dunia: kemiskinan dapat dilihat sebagai kekurangan kesejahteraan, termasuk rendahnya pendapatan, pendidikan, kesehatan, dan akses infrastruktur dasar.
- Menurut pendekatan kapabilitas: kemiskinan bukan hanya kekurangan uang, tetapi juga terbatasnya kemampuan seseorang untuk hidup sehat, berpendidikan, bekerja, dan berpartisipasi secara bermartabat.
Dari berbagai pendekatan itu, kemiskinan dapat dipahami sebagai keadaan ketika seseorang tidak memiliki sumber daya dan kesempatan yang cukup untuk menjalani kehidupan yang layak.
Jenis-Jenis Kemiskinan
Kemiskinan memiliki beberapa bentuk. Memahami jenisnya penting agar solusi yang dipilih tidak keliru.
1. Kemiskinan Absolut
Kemiskinan absolut terjadi ketika seseorang tidak mampu memenuhi kebutuhan dasar minimum, seperti makan cukup, tempat tinggal layak, pakaian, pendidikan dasar, dan layanan kesehatan. Jenis ini biasanya diukur menggunakan garis kemiskinan.
2. Kemiskinan Relatif
Kemiskinan relatif terjadi ketika seseorang sebenarnya masih bisa memenuhi kebutuhan dasar, tetapi tertinggal jauh dibanding standar hidup masyarakat di sekitarnya. Jenis ini berkaitan erat dengan ketimpangan sosial dan ekonomi.
3. Kemiskinan Struktural
Kemiskinan struktural muncul karena sistem sosial, ekonomi, atau kebijakan tidak memberi akses yang adil kepada kelompok tertentu. Contohnya, masyarakat yang sulit mendapat pendidikan, modal usaha, lahan, atau pekerjaan layak karena struktur yang tidak berpihak.
4. Kemiskinan Kultural
Kemiskinan kultural berkaitan dengan pola pikir, kebiasaan, atau nilai sosial yang dapat menghambat perubahan ekonomi. Namun, istilah ini harus digunakan hati-hati agar tidak menyalahkan korban kemiskinan secara berlebihan.
5. Kemiskinan Natural atau Alamiah
Kemiskinan natural terjadi karena faktor alam atau geografis, seperti tanah kurang subur, daerah sulit dijangkau, bencana, atau keterbatasan sumber daya alam.
6. Kemiskinan Subjektif
Kemiskinan subjektif terjadi ketika seseorang merasa miskin berdasarkan persepsi pribadi, meskipun ukuran objektifnya belum tentu masuk kategori miskin.
Untuk penjelasan lebih rinci, baca juga jenis-jenis kemiskinan dan contohnya.
Ciri-Ciri Kemiskinan
Ciri kemiskinan dapat terlihat dari beberapa aspek kehidupan, antara lain:
- pendapatan rendah dan tidak menentu;
- sebagian besar penghasilan habis untuk kebutuhan makan;
- akses pendidikan terbatas;
- akses layanan kesehatan kurang memadai;
- tempat tinggal tidak layak atau terlalu sempit;
- sanitasi dan air bersih terbatas;
- pekerjaan rentan, informal, atau tidak tetap;
- tidak memiliki tabungan dan aset produktif;
- rentan jatuh lebih miskin saat sakit, terkena PHK, atau mengalami bencana.
Pembahasan khususnya bisa dilihat di artikel ciri-ciri kemiskinan.
Faktor Penyebab Kemiskinan
Penyebab kemiskinan jarang berdiri sendiri. Biasanya beberapa faktor saling berkaitan dan membentuk lingkaran kemiskinan.
1. Pendidikan dan keterampilan rendah
Pendidikan yang terbatas membuat seseorang lebih sulit memperoleh pekerjaan layak. Tanpa keterampilan yang sesuai kebutuhan pasar kerja, pendapatan juga cenderung rendah.
2. Lapangan kerja terbatas
Ketika lapangan kerja tidak cukup, banyak orang terpaksa bekerja di sektor informal dengan upah rendah dan tanpa perlindungan sosial.
3. Kesehatan yang buruk
Sakit berkepanjangan dapat menurunkan kemampuan bekerja dan meningkatkan biaya keluarga. Dalam keluarga miskin, biaya kesehatan sering menjadi beban besar.
4. Ketimpangan akses
Akses terhadap modal, lahan, pendidikan, internet, transportasi, dan layanan publik yang tidak merata dapat membuat kelompok tertentu tertinggal.
5. Kondisi geografis
Daerah terpencil, rawan bencana, atau minim infrastruktur sering menghadapi biaya hidup dan biaya distribusi yang lebih tinggi.
6. Struktur sosial dan ekonomi
Kemiskinan juga bisa dipengaruhi oleh sistem yang tidak adil, diskriminasi, pasar kerja yang timpang, serta kebijakan yang belum menjangkau kelompok rentan.
Untuk bahasan lebih panjang, lihat penyebab kemiskinan dan solusinya.
Dampak Kemiskinan
Kemiskinan berdampak luas, bukan hanya pada individu, tetapi juga keluarga dan masyarakat.
- Dampak pendidikan: anak berisiko putus sekolah atau sulit mendapat fasilitas belajar yang layak.
- Dampak kesehatan: gizi buruk, sanitasi buruk, dan akses layanan kesehatan terbatas dapat menurunkan kualitas hidup.
- Dampak ekonomi: produktivitas rendah dan sulit keluar dari pekerjaan berupah kecil.
- Dampak sosial: muncul keterasingan sosial, stigma, dan ketimpangan.
- Dampak antargenerasi: anak dari keluarga miskin berisiko mengalami keterbatasan kesempatan yang sama seperti orang tuanya.
Cara Mengukur Kemiskinan di Indonesia
Di Indonesia, BPS mengukur kemiskinan menggunakan pendekatan kebutuhan dasar. Ukuran utamanya adalah Garis Kemiskinan, yaitu nilai rupiah minimum yang dibutuhkan seseorang untuk memenuhi kebutuhan dasar selama sebulan.
Garis Kemiskinan terdiri dari dua komponen:
- Garis Kemiskinan Makanan: kebutuhan makanan setara 2.100 kilokalori per kapita per hari.
- Garis Kemiskinan Non-Makanan: kebutuhan dasar seperti perumahan, sandang, pendidikan, kesehatan, transportasi, dan kebutuhan pokok lain.
Seseorang dikategorikan miskin jika rata-rata pengeluaran per kapita per bulan berada di bawah garis kemiskinan di wilayahnya. Karena harga dan pola konsumsi berbeda, garis kemiskinan juga dapat berbeda antara kota, desa, dan provinsi.
Contoh Kemiskinan dalam Kehidupan Sehari-hari
Contoh kemiskinan absolut adalah keluarga yang pendapatannya tidak cukup untuk makan layak, membayar tempat tinggal, atau mengakses layanan kesehatan dasar.
Contoh kemiskinan relatif adalah keluarga yang masih bisa makan dan tinggal di rumah sederhana, tetapi tidak mampu mengikuti standar hidup minimum di lingkungannya, misalnya tidak mampu mengakses internet, transportasi, atau pendidikan tambahan yang sudah menjadi kebutuhan umum di daerah tersebut.
Contoh kemiskinan struktural adalah petani penggarap yang bekerja keras tetapi tetap miskin karena tidak memiliki lahan, akses modal, posisi tawar, dan perlindungan pasar yang memadai.
Cara Mengatasi Kemiskinan
Karena penyebabnya kompleks, solusi kemiskinan juga perlu dilakukan dari banyak sisi.
- Peningkatan pendidikan: memperluas akses sekolah, beasiswa, dan pelatihan keterampilan.
- Penciptaan lapangan kerja: mendorong usaha produktif, UMKM, industri lokal, dan pekerjaan layak.
- Perlindungan sosial: bantuan bagi kelompok rentan agar tidak jatuh lebih miskin saat krisis.
- Akses kesehatan: memperkuat layanan kesehatan dasar, gizi, dan sanitasi.
- Pembangunan infrastruktur: membuka akses transportasi, listrik, air bersih, internet, dan pasar.
- Kebijakan yang adil: memperbaiki akses terhadap modal, lahan, pendidikan, dan perlindungan pekerja.
Panduan Terkait
Untuk memahami topik ini lebih dalam, baca juga faktor penyebab masalah sosial, stratifikasi sosial, dan dampak pengangguran terhadap kemiskinan.
FAQ
Apa yang dimaksud dengan kemiskinan?
Kemiskinan adalah kondisi ketika seseorang atau kelompok tidak mampu memenuhi kebutuhan dasar secara layak, baik karena pendapatan rendah, akses terbatas, maupun kesempatan hidup yang tidak merata.
Apa pengertian kemiskinan menurut BPS?
Menurut pendekatan BPS, kemiskinan adalah ketidakmampuan dari sisi ekonomi untuk memenuhi kebutuhan dasar makanan dan bukan makanan yang diukur dari pengeluaran.
Apa saja jenis-jenis kemiskinan?
Jenis kemiskinan antara lain kemiskinan absolut, relatif, struktural, kultural, natural atau alamiah, dan subjektif.
Apa penyebab utama kemiskinan?
Penyebab kemiskinan meliputi pendidikan rendah, keterampilan terbatas, lapangan kerja kurang, kesehatan buruk, akses modal terbatas, ketimpangan sosial, dan kondisi geografis yang sulit.
Apa dampak kemiskinan?
Dampak kemiskinan antara lain rendahnya kualitas pendidikan, kesehatan buruk, produktivitas rendah, kerentanan sosial, ketimpangan, dan berulangnya kemiskinan antargenerasi.
Apa perbedaan kemiskinan absolut dan relatif?
Kemiskinan absolut diukur dari kemampuan memenuhi kebutuhan dasar minimum, sedangkan kemiskinan relatif diukur dari ketertinggalan seseorang dibanding standar hidup masyarakat di sekitarnya.
Kesimpulan
Kemiskinan adalah masalah sosial yang tidak bisa dijelaskan hanya dengan kurangnya uang. Ia berkaitan dengan pendapatan, pendidikan, kesehatan, pekerjaan, akses layanan, struktur sosial, dan kesempatan hidup. Dengan memahami pengertian, jenis, penyebab, dampak, dan cara mengukurnya, kita bisa melihat kemiskinan secara lebih adil dan mencari solusi yang lebih tepat.