Kemiskinan relatif adalah kondisi ketika seseorang atau kelompok masih dapat memenuhi kebutuhan dasar, tetapi taraf hidupnya jauh tertinggal dibanding standar masyarakat di sekitarnya. Jadi, ukuran kemiskinan relatif bukan sekadar cukup makan atau punya tempat tinggal, melainkan apakah seseorang mampu hidup dan berpartisipasi secara layak menurut standar sosial lingkungannya.
Artikel ini fokus membahas kemiskinan relatif. Jika ingin membandingkannya secara langsung dengan kemiskinan absolut, baca panduan khusus tentang perbedaan kemiskinan absolut dan relatif.
Jawaban Cepat: Apa Itu Kemiskinan Relatif?
Kemiskinan relatif adalah kemiskinan yang diukur berdasarkan perbandingan sosial. Seseorang disebut miskin relatif jika pendapatan, akses, atau kualitas hidupnya jauh lebih rendah dibanding mayoritas orang di lingkungan tempat ia tinggal.
Contohnya, sebuah keluarga mungkin tidak kelaparan dan masih punya rumah, tetapi tetap merasa tertinggal karena tidak mampu mengakses internet, pendidikan tambahan, transportasi, atau fasilitas yang sudah dianggap umum di lingkungannya.
Ciri-Ciri Kemiskinan Relatif
- Standar hidup tertinggal dibanding masyarakat sekitar.
- Kebutuhan dasar mungkin terpenuhi, tetapi akses sosial-ekonomi terbatas.
- Sering berkaitan dengan ketimpangan pendapatan dan kesempatan.
- Ukurannya berubah sesuai tempat, waktu, dan standar hidup masyarakat.
- Dapat menimbulkan rasa terpinggirkan atau sulit ikut kegiatan sosial.
Konsep Deprivasi Relatif
Kemiskinan relatif erat dengan deprivasi relatif, yaitu perasaan kekurangan yang muncul ketika seseorang membandingkan dirinya dengan kelompok lain. Perasaan ini bukan hanya soal iri, tetapi bisa menunjukkan adanya ketimpangan akses terhadap pendidikan, pekerjaan, teknologi, dan kesempatan sosial.
Misalnya, anak yang tidak memiliki akses internet mungkin tertinggal dalam belajar jika teman-temannya sudah terbiasa memakai internet untuk tugas sekolah. Dalam situasi ini, masalahnya bukan hanya pendapatan keluarga, tetapi juga akses terhadap fasilitas yang dianggap normal di lingkungan tersebut.
Contoh Kemiskinan Relatif di Perkotaan
- Akses pendidikan tambahan: keluarga mampu menyekolahkan anak, tetapi tidak mampu membayar les atau kursus yang umum diikuti teman sekelasnya.
- Transportasi: seseorang bisa bekerja, tetapi sulit berkembang karena tidak mampu membeli kendaraan atau tinggal jauh dari transportasi umum yang memadai.
- Akses digital: keluarga memiliki kebutuhan dasar, tetapi tidak mampu membeli perangkat atau paket internet yang dibutuhkan untuk belajar dan bekerja.
- Perumahan: seseorang punya tempat tinggal, tetapi kualitas lingkungan, sanitasi, dan keamanan jauh di bawah standar kawasan sekitarnya.
Contoh Kemiskinan Relatif di Pedesaan
- Teknologi pertanian: petani masih bisa bertani, tetapi tertinggal dari petani lain yang sudah memakai alat modern dan akses pasar lebih baik.
- Partisipasi sosial: keluarga dapat makan sehari-hari, tetapi sulit ikut kegiatan sosial yang membutuhkan iuran atau biaya tertentu.
- Akses sekolah: anak bisa bersekolah, tetapi tidak memiliki buku, internet, atau transportasi sebaik anak lain di desa yang sama.
- Akses usaha: warga punya keterampilan, tetapi tidak memiliki modal dan jaringan pemasaran seperti kelompok lain.
Penyebab Kemiskinan Relatif
Kemiskinan relatif biasanya muncul karena ketimpangan. Beberapa penyebabnya antara lain:
- perbedaan pendapatan yang terlalu lebar;
- akses pendidikan yang tidak merata;
- kesempatan kerja yang tidak sama;
- akses teknologi dan internet yang timpang;
- kualitas layanan publik yang berbeda antarwilayah;
- ketimpangan kepemilikan aset, modal, dan lahan.
Dampak Kemiskinan Relatif
- Meningkatkan rasa tertinggal dan tidak percaya diri.
- Membatasi partisipasi sosial dalam lingkungan sekitar.
- Memperlebar kesenjangan pendidikan dan pekerjaan.
- Menurunkan mobilitas sosial antargenerasi.
- Dapat memicu kecemburuan sosial jika ketimpangan terlalu besar.
Perbedaan Singkat dengan Kemiskinan Absolut
Kemiskinan relatif berbeda dari kemiskinan absolut. Kemiskinan absolut memakai batas kebutuhan dasar minimum, sedangkan kemiskinan relatif memakai standar perbandingan dalam masyarakat.
| Aspek | Kemiskinan Relatif | Kemiskinan Absolut |
|---|---|---|
| Ukuran | Perbandingan dengan standar masyarakat | Garis kebutuhan dasar minimum |
| Fokus | Ketimpangan dan partisipasi sosial | Pemenuhan kebutuhan pokok |
| Sifat | Kontekstual dan berubah sesuai lingkungan | Lebih objektif berdasarkan ambang tertentu |
| Contoh | Tidak mampu mengakses internet yang sudah umum di sekolah | Tidak mampu memenuhi makanan dan tempat tinggal layak |
Untuk tabel yang lebih lengkap, lihat artikel perbedaan kemiskinan absolut dan relatif.
Cara Mengurangi Kemiskinan Relatif
- Memperluas akses pendidikan berkualitas.
- Meningkatkan kesempatan kerja dan pelatihan keterampilan.
- Memperbaiki akses transportasi, internet, dan layanan publik.
- Mendorong pemerataan ekonomi daerah.
- Memberi dukungan modal dan pendampingan usaha kecil.
- Mengurangi kesenjangan melalui kebijakan sosial yang tepat sasaran.
Panduan Terkait
Untuk konteks yang lebih luas, baca juga pengertian kemiskinan, jenis-jenis kemiskinan, dan stratifikasi sosial.
FAQ
Apa yang dimaksud kemiskinan relatif?
Kemiskinan relatif adalah kondisi tertinggal dari standar hidup masyarakat sekitar, meskipun kebutuhan dasar seseorang mungkin masih terpenuhi.
Apa contoh kemiskinan relatif?
Contohnya keluarga yang bisa memenuhi kebutuhan makan, tetapi tidak mampu menyediakan internet, transportasi, atau pendidikan tambahan yang sudah umum di lingkungan sekitarnya.
Apa penyebab kemiskinan relatif?
Penyebab utamanya adalah ketimpangan akses terhadap pendapatan, pendidikan, pekerjaan, teknologi, layanan publik, dan aset produktif.
Apa dampak kemiskinan relatif?
Dampaknya antara lain keterbatasan partisipasi sosial, rendahnya mobilitas sosial, kesenjangan pendidikan, dan rasa tertinggal di masyarakat.
Apa beda kemiskinan relatif dan absolut?
Kemiskinan relatif diukur dari perbandingan dengan standar masyarakat, sedangkan kemiskinan absolut diukur dari kemampuan memenuhi kebutuhan dasar minimum.
Kesimpulan
Kemiskinan relatif menunjukkan bahwa kemiskinan tidak selalu berarti tidak mampu bertahan hidup. Seseorang dapat memenuhi kebutuhan dasar, tetapi tetap tertinggal secara sosial dan ekonomi dibanding lingkungannya. Karena itu, solusi kemiskinan relatif perlu berfokus pada pemerataan akses, pengurangan ketimpangan, dan pembukaan kesempatan yang lebih adil.