Read More
Niat Puasa Qadha Ramadhan: Doa Bayar Utang Puasa Arab, Latin, dan Artinya
Budaya

Niat Puasa Qadha Ramadhan: Doa Bayar Utang Puasa Arab, Latin, dan Artinya

Niat puasa qadha Ramadhan untuk membayar utang puasa lengkap Arab, latin, dan artinya. Simak waktu niat, doa berbuka, tata cara, batas waktu, dan ketentuan fidyah.

TS
Tari Santika
12 Feb 2026 Diperbarui 7 Jun 2026 4 menit
Jadikan readmore.id sebagai preferensi terpercayamu di Google
Niat Puasa Qadha Ramadhan: Doa Bayar Utang Puasa Arab, Latin, dan Artinya

Isi artikel

Iklan

Niat puasa qadha Ramadhan atau membayar utang puasa dibaca pada malam hari sebelum terbit fajar. Karena qadha Ramadhan termasuk puasa wajib, niatnya harus sudah ada sebelum Subuh, berbeda dari sebagian puasa sunnah yang niatnya bisa dilakukan pada pagi hari selama belum makan dan minum.

Puasa qadha wajib dilakukan oleh muslim yang meninggalkan puasa Ramadhan karena uzur syar'i, seperti haid, nifas, sakit, perjalanan jauh, hamil, menyusui, atau sebab lain yang dibenarkan syariat. Jumlah hari yang ditinggalkan harus diganti sesuai jumlah hari yang belum berpuasa.

Ilustrasi niat qadha puasa Ramadhan untuk membayar utang puasa

Jawaban Singkat

PertanyaanJawaban
Niat bayar utang puasa dibaca kapan?Malam hari sebelum Subuh
Apakah qadha puasa wajib?Ya, bagi yang meninggalkan puasa Ramadhan karena uzur
Apakah harus berurutan?Tidak harus, tetapi boleh berurutan
Batas qadha puasaSebaiknya sebelum Ramadhan berikutnya
Doa berbuka qadhaBisa memakai doa berbuka puasa umum

Bacaan Niat Puasa Qadha Ramadhan

Berikut bacaan niat puasa qadha Ramadhan dalam Arab, latin, dan artinya:

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ قَضَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ لِلّٰهِ تَعَالَى

Latin: Nawaitu shauma ghadin 'an qadhā'i fardhi syahri Ramadhāna lillāhi ta'ālā.

Artinya: Aku berniat puasa esok hari untuk mengganti kewajiban puasa bulan Ramadhan karena Allah Ta'ala.

Niat pada dasarnya berada di dalam hati. Melafalkan niat boleh dilakukan untuk membantu memantapkan hati, tetapi yang terpenting adalah kesengajaan dalam hati untuk berpuasa qadha Ramadhan.

Doa Membayar Utang Puasa atau Doa Berbuka Qadha

Tidak ada doa berbuka khusus yang hanya berlaku untuk puasa qadha. Saat berbuka, Anda bisa membaca doa berbuka puasa yang umum.

ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ وَثَبَتَ الْأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ

Latin: Dzahabazh zhama'u wabtallatil 'urūqu wa tsabatal ajru insyā Allāh.

Artinya: Telah hilang rasa haus, urat-urat telah basah, dan pahala telah ditetapkan, insya Allah.

Siapa yang Wajib Membayar Utang Puasa?

Orang yang meninggalkan puasa Ramadhan karena uzur tetap wajib menggantinya pada hari lain. Contohnya:

  • Perempuan yang haid atau nifas.
  • Orang sakit yang kemudian sembuh.
  • Musafir atau orang yang melakukan perjalanan jauh.
  • Ibu hamil atau menyusui, sesuai kondisi dan pendapat fikih yang diikuti.
  • Orang yang batal puasa karena sebab yang mewajibkan qadha.

Tata Cara Membayar Utang Puasa Ramadhan

  1. Hitung jumlah hari puasa Ramadhan yang ditinggalkan.
  2. Pilih hari di luar Ramadhan yang diperbolehkan untuk berpuasa.
  3. Berniat qadha puasa pada malam hari sebelum Subuh.
  4. Menahan diri dari hal yang membatalkan puasa sejak terbit fajar sampai Magrib.
  5. Berbuka saat Magrib dengan doa berbuka puasa.
  6. Ulangi sampai jumlah utang puasa lunas.

Apakah Qadha Puasa Harus Berurutan?

Qadha puasa Ramadhan tidak harus dilakukan berurutan. Jika memiliki utang puasa 7 hari, Anda boleh menggantinya berturut-turut selama 7 hari atau memisahkannya sesuai kemampuan.

Meski begitu, lebih baik tidak menunda terlalu lama agar tidak lupa dan tidak memberatkan menjelang Ramadhan berikutnya.

Batas Waktu Membayar Utang Puasa

Qadha puasa sebaiknya ditunaikan sebelum datang Ramadhan berikutnya. Jika seseorang menunda tanpa uzur hingga Ramadhan berikutnya tiba, ia tetap wajib mengqadha puasanya. Dalam sebagian pendapat ulama, penundaan tanpa uzur juga dapat mewajibkan fidyah selain qadha.

Untuk kasus khusus seperti sakit berkepanjangan, usia lanjut, hamil, menyusui, atau kondisi medis tertentu, sebaiknya bertanya kepada ustaz/ulama setempat agar mengikuti ketentuan fikih yang sesuai dengan keadaan.

Bolehkah Qadha Puasa Digabung dengan Puasa Senin Kamis?

Jika seseorang berpuasa qadha pada hari Senin atau Kamis, niat utamanya harus qadha Ramadhan karena itu puasa wajib. Sebagian ulama menyebut seseorang tetap bisa berharap mendapat keutamaan waktu Senin-Kamis, tetapi jangan menjadikan puasa sunnah sebagai niat utama ketika masih membayar kewajiban.

Kesalahan yang Sering Terjadi

  • Berniat qadha setelah Subuh, padahal qadha termasuk puasa wajib.
  • Tidak menghitung jumlah utang puasa dengan jelas.
  • Menunda qadha sampai lupa atau lewat Ramadhan berikutnya.
  • Mengira ada doa berbuka khusus untuk qadha, padahal bisa memakai doa berbuka umum.
  • Menyamakan qadha dengan fidyah, padahal keduanya berbeda.

Baca Juga

Baca juga cara membayar hutang puasa Ramadhan yang benar, bolehkah membayar puasa setelah Nisfu Sya'ban, syarat dan takaran fidyah, serta niat puasa Ramadhan.

FAQ

Apa niat puasa qadha Ramadhan?

Niatnya adalah Nawaitu shauma ghadin 'an qadhā'i fardhi syahri Ramadhāna lillāhi ta'ālā, artinya berniat puasa esok hari untuk mengganti kewajiban puasa Ramadhan karena Allah Ta'ala.

Kapan niat puasa qadha dibaca?

Niat puasa qadha dibaca atau ditetapkan dalam hati pada malam hari sebelum terbit fajar/Subuh.

Apakah ada doa khusus membayar utang puasa?

Yang khusus adalah niat qadha puasanya. Untuk berbuka, bisa memakai doa berbuka puasa yang umum.

Apakah membayar utang puasa harus berurutan?

Tidak harus. Qadha boleh dilakukan terpisah-pisah sesuai kemampuan, asalkan jumlah hari yang ditinggalkan diganti seluruhnya.

Bagaimana jika belum qadha sampai Ramadhan berikutnya?

Utang puasa tetap wajib diqadha. Jika penundaan terjadi tanpa uzur, sebagian pendapat ulama juga mewajibkan fidyah. Untuk kondisi khusus, tanyakan kepada ulama setempat.

Kesimpulan

Niat puasa qadha Ramadhan untuk membayar utang puasa harus dilakukan pada malam hari sebelum Subuh. Bacaan niatnya adalah Nawaitu shauma ghadin 'an qadhā'i fardhi syahri Ramadhāna lillāhi ta'ālā. Qadha tidak harus berurutan, tetapi sebaiknya segera ditunaikan sebelum Ramadhan berikutnya agar kewajiban puasa tidak tertunda.

Iklan
TS

Tari Santika

kontributor

Profil

Komentar

Nama
Email
Komentar

Komentar sebagai tamu akan ditinjau sebelum dipublikasikan.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!