IHT di sekolah adalah kegiatan In-House Training yang diselenggarakan secara internal oleh sekolah untuk meningkatkan kompetensi guru dan tenaga kependidikan. Kegiatan ini biasanya dirancang sesuai kebutuhan sekolah, misalnya penyusunan modul ajar, asesmen, pembelajaran berdiferensiasi, Kurikulum Merdeka, atau penguatan budaya kerja.
Berbeda dari pelatihan umum, IHT lebih kontekstual karena peserta, masalah, contoh kasus, dan output kegiatan berasal dari lingkungan sekolah itu sendiri. Karena itu, IHT sebaiknya tidak hanya berupa penyampaian materi, tetapi juga berisi praktik, diskusi, evaluasi, dan rencana tindak lanjut.
Ringkasan IHT di Sekolah
| Aspek | Penjelasan |
|---|---|
| Pengertian | Pelatihan internal sekolah untuk guru dan tenaga kependidikan |
| Tujuan | Meningkatkan kompetensi dan menyamakan pemahaman program sekolah |
| Peserta | Guru, kepala sekolah, wakil kurikulum, tenaga kependidikan |
| Materi | Kurikulum Merdeka, modul ajar, asesmen, P5, pembelajaran digital |
| Output | Perangkat ajar, rencana kerja, instrumen evaluasi, laporan kegiatan |
| Tindak lanjut | Supervisi, refleksi, revisi perangkat, komunitas belajar |
Apa Itu IHT di Sekolah?
IHT di sekolah adalah pelatihan yang disusun untuk menjawab kebutuhan internal sekolah. Sekolah dapat menghadirkan narasumber dari luar, pengawas, guru penggerak, kepala sekolah, atau fasilitator internal yang menguasai topik tertentu.
Jika kamu masih membutuhkan definisi dasar, baca juga pengertian IHT atau In-House Training.
Tujuan IHT di Sekolah
- Menyamakan pemahaman guru tentang program atau kebijakan sekolah.
- Meningkatkan kompetensi guru dalam pembelajaran dan asesmen.
- Membantu guru menghasilkan perangkat ajar atau dokumen kerja.
- Menguatkan kolaborasi antar guru dan tim kurikulum.
- Menyiapkan implementasi program baru secara lebih terarah.
- Membuat tindak lanjut yang dapat dipantau setelah pelatihan.
Langkah Mendesain Program IHT Sekolah
1. Analisis kebutuhan sekolah
Mulailah dari masalah nyata. Misalnya guru belum seragam memahami asesmen, belum siap menyusun modul ajar, atau perlu pelatihan penggunaan platform digital.
2. Tentukan tujuan yang terukur
Tujuan sebaiknya spesifik. Contoh: “Setelah IHT, setiap kelompok mata pelajaran menghasilkan satu draf modul ajar dan satu instrumen asesmen formatif.”
3. Pilih materi yang paling prioritas
Jangan memasukkan terlalu banyak materi dalam satu hari. Pilih materi yang paling mendesak dan bisa menghasilkan output nyata.
4. Tentukan narasumber atau fasilitator
Narasumber bisa berasal dari pengawas sekolah, praktisi pendidikan, guru penggerak, kepala sekolah, atau guru internal yang sudah memiliki praktik baik.
5. Susun agenda praktik
IHT yang efektif perlu memberi ruang praktik. Peserta sebaiknya tidak hanya mendengarkan materi, tetapi juga mengerjakan tugas, berdiskusi, dan mempresentasikan hasil.
6. Siapkan evaluasi dan tindak lanjut
Setelah IHT, sekolah perlu mengevaluasi hasil kegiatan dan menentukan langkah berikutnya, seperti supervisi kelas, revisi perangkat ajar, atau pertemuan komunitas belajar.
Contoh Materi IHT Kurikulum Merdeka
- Penyusunan modul ajar.
- Penyusunan asesmen diagnostik, formatif, dan sumatif.
- Pembelajaran berdiferensiasi.
- Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila.
- Penyusunan Kurikulum Operasional Satuan Pendidikan.
- Penggunaan Platform Merdeka Mengajar.
- Penguatan komunitas belajar guru.
- Refleksi dan supervisi pembelajaran.
Contoh Agenda IHT 1 Hari
| Waktu | Kegiatan | Output |
|---|---|---|
| 07.30–08.00 | Registrasi peserta | Daftar hadir |
| 08.00–08.30 | Pembukaan dan arahan kepala sekolah | Tujuan kegiatan dipahami peserta |
| 08.30–10.00 | Materi utama | Pemahaman konsep |
| 10.15–12.00 | Diskusi/praktik kelompok | Draf awal perangkat atau instrumen |
| 13.00–14.30 | Presentasi hasil kelompok | Masukan dan revisi |
| 14.30–15.00 | Evaluasi dan refleksi | Umpan balik peserta |
| 15.00–15.30 | Rencana tindak lanjut dan penutupan | RTL sekolah/guru |
Contoh Agenda IHT 2 Hari
| Hari | Fokus Kegiatan | Output |
|---|---|---|
| Hari 1 | Konsep Kurikulum Merdeka, asesmen, dan pembelajaran berdiferensiasi | Peta kebutuhan dan rancangan asesmen |
| Hari 2 | Praktik penyusunan modul ajar, presentasi, dan tindak lanjut | Draf modul ajar, instrumen asesmen, dan RTL |
Contoh Output IHT
Agar kegiatan tidak berhenti sebagai acara seremonial, tentukan output sejak awal. Contoh output IHT di sekolah antara lain:
- draf modul ajar;
- instrumen asesmen;
- program P5;
- jadwal supervisi pembelajaran;
- rencana tindak lanjut guru;
- laporan kegiatan;
- dokumen refleksi peserta.
Format Singkat Laporan IHT di Sekolah
- Judul kegiatan.
- Latar belakang.
- Tujuan kegiatan.
- Waktu dan tempat.
- Peserta dan narasumber.
- Susunan acara.
- Ringkasan materi.
- Hasil yang dicapai.
- Evaluasi kegiatan.
- Rencana tindak lanjut.
- Lampiran dokumentasi dan daftar hadir.
Untuk format yang lebih siap pakai, gunakan template laporan IHT Kurikulum Merdeka.
Perbedaan IHT, Workshop, Seminar, dan Webinar
IHT sering dianggap sama dengan workshop. Padahal, IHT adalah pelatihan internal, sedangkan workshop adalah format kegiatan yang menekankan praktik. Sebuah IHT bisa berbentuk workshop jika peserta banyak melakukan praktik.
Untuk memahami perbedaannya lebih jelas, baca perbedaan IHT, workshop, seminar, dan webinar.
FAQ
Apa itu IHT di sekolah?
IHT di sekolah adalah pelatihan internal yang diselenggarakan sekolah untuk meningkatkan kompetensi guru dan tenaga kependidikan sesuai kebutuhan sekolah.
Apa contoh kegiatan IHT di sekolah?
Contohnya IHT Kurikulum Merdeka, IHT penyusunan modul ajar, IHT asesmen, IHT pembelajaran berdiferensiasi, atau IHT penggunaan teknologi pembelajaran.
Berapa lama kegiatan IHT?
Durasi IHT bisa satu hari, dua hari, atau lebih, tergantung tujuan, jumlah materi, dan output yang ingin dicapai.
Apa output IHT yang baik?
Output IHT yang baik bisa berupa perangkat ajar, instrumen asesmen, rencana tindak lanjut, laporan kegiatan, atau dokumen kerja yang bisa langsung digunakan.
Apakah IHT harus memakai narasumber luar?
Tidak selalu. Sekolah bisa memakai narasumber luar, fasilitator internal, guru penggerak, pengawas, atau kombinasi beberapa pihak sesuai kebutuhan.
Kesimpulan
IHT di sekolah adalah strategi pelatihan internal untuk meningkatkan kompetensi guru dan menyamakan arah program sekolah. Agar efektif, IHT perlu dimulai dari analisis kebutuhan, tujuan yang jelas, materi prioritas, sesi praktik, evaluasi, dan rencana tindak lanjut.
Dengan desain yang baik, IHT tidak hanya menjadi agenda rutin, tetapi benar-benar membantu guru menghasilkan perangkat, memahami program sekolah, dan menerapkan hasil pelatihan di kelas.