Contoh gulma berkayu adalah pertanyaan yang sangat akrab bagi para petani, pekebun, atau bahkan Anda yang gemar membersihkan lahan pekarangan rumah. Pernahkah Anda menjumpai tanaman liar berupa semak belukar yang batangnya sangat keras, alot ditebas, dan sulit sekali dicabut sampai ke akarnya? Jika iya, Anda sedang berhadapan dengan salah satu musuh paling menjengkelkan dalam dunia sistem pertanian ladang maupun perkebunan besar.
Gulma berkayu (woody weeds) bukanlah gulma sembarangan (seperti rumput-rumputan biasa). Mereka adalah tanaman liar yang pertumbuhannya menghasilkan zat kayu (lignin) pada batangnya. Karena struktur kayunya inilah, mereka bisa tumbuh menjulang seperti perdu besar (semak tinggi), menyerap nutrisi dengan rakus, dan sangat kebal terhadap racun rumput (herbisida) dosis rendah.
Lalu, apa saja spesiesnya yang kerap menjadi "hama" di bumi Nusantara? Berdasarkan data identifikasi dari Jurnal Biologi Universitas Andalas dan pengamatan di perkebunan kelapa sawit, berikut ini adalah 3 contoh gulma berkayu yang paling populer dan paling sulit dibasmi.
3 Contoh Gulma Berkayu Adalah Sebagai Berikut:
1. Tembelekan (Lantana camara)
Tembelekan adalah primadona dari daftar gulma berkayu yang paling menyesakkan dada petani. Anda pasti sering melihatnya. Bentuknya berupa semak belukar dengan bunga kecil-kecil yang indah (paduan warna kuning, oranye, dan merah jambu). Namun, jangan tertipu oleh bunganya yang cantik!
Batang Lantana camara kotak bergerigi, keras berkayu, dan memiliki duri-duri halus yang kasar bila disentuh kulit. Daunnya kasar dan jika diremas akan mengeluarkan aroma yang sangat menyengat (seperti bau kurang sedap, sehingga dinamakan "tembelekan"). Akarnya sangat dalam menyedot air tanah, menjadikannya pesaing berat bagi tanaman budidaya yang ada di sekitarnya.
Baca Juga: Fakta Pohon Jenu: Tanaman Liar Bergetah Pembius Ikan & Pestisida Alami!
2. Senduduk / Harendong (Melastoma malabathricum)
Dikenal luas oleh masyarakat lokal sebagai Senduduk (Melayu/Sumatera) atau Harendong (Sunda). Gulma berkayu yang satu ini merupakan langganan di perkebunan sawit dan lahan gambut yang terbuka.
Ciri khasnya terletak pada warna daunnya yang hijau kemerahan dan permukaan daunnya yang sangat berbulu kasar (kesat). Bunganya berwarna ungu cerah dan menghasilkan buah bundar kecil yang jika dikunyah akan membuat lidah berwarna keunguan. Karena batang aslinya berkayu sangat solid, cara membasmi harendong ini tidak mempan hanya disemprot herbisida daun. Petani biasanya harus membongkar bonggol akarnya atau mengoles zat kimia tepat di bekas irisan kayunya.
3. Kirinyuh (Chromolaena odorata)
Dilansir dari berbagai jurnal pertanian tentang dominansi gulma lahan kering, Kirinyuh adalah spesies semak berkayu menahun yang sanggup tumbuh membentuk koloni padat (menutupi seluruh tanah/mangroove effect di darat). Tingginya bahkan bisa melampaui 2 meter.
Batang kirinyuh memanjang lurus ke atas dengan sifat separuh menjalar. Karena sifat pertumbuhannya yang luar biasa rakus menutupi kanopi matahari, tanaman komoditas yang masih kecil di bawahnya dipastikan akan mati kerdil akibat kalah bersaing memperebutkan sinar cahaya matahari dan sifat fisik hara di dalam tanah.
Baca Juga: [Fakta Pertanian] Tanaman Kacangan Di Perkebunan Biasa Disebut LCC, Ini 4 Fungsi Hebatnya!
Bagaimana Cara Membasmi Gulma Berkayu Secara Efektif?
Karena mereka memiliki lapisan pelindung batang dan sistem perakaran yang menancap bak pohon sungguhan, penyemprotan sembarangan hanya akan membakar kuit daun sementara. Akar mereka akan kembali bertunas beberapa minggu kemudian.
Oleh karena itu, pembasmian efektif biasanya menggunakan dua tahap:
- Slashing (Penebasan Alami): Tebas batang kayunya sebatas mata kaki dari permukaan tanah menggunakan parang tajam atau mesin potong rumput berbahan pisau cakram.
- Swabbing (Pengolesan Herbisida): Oleskan campuran herbisida sistemik berbahan aktif kuat (misalnya Triclopyr) langsung pada olesan luka tebas di batang. Racun akan diserap poros kayu dan membunuh langsung pangkal akarnya di bawah tanah tanpa harus merusak struktur lahan di sebelahnya.
Nah, jadi mulai sekarang jika ditanya contoh gulma berkayu adalah apa, Anda sudah bisa dengan mudah menyebutkan Tembelekan, Senduduk, maupun Kirinyuh. Tetap rawat kebun Anda dengan rutin agar tanaman mengganggu nan keras kepala ini tak mengambil alih lahan produktif Anda!