Read More
[Fakta Pertanian] Tanaman Kacangan Di Perkebunan Biasa Disebut LCC, Ini 4 Fungsi Hebatnya!
Tanaman

[Fakta Pertanian] Tanaman Kacangan Di Perkebunan Biasa Disebut LCC, Ini 4 Fungsi Hebatnya!

Tanaman kacangan di perkebunan biasa disebut apa? Kenali fungsi rahasia Legume Cover Crop (LCC) yang jadi andalan lahan pertanian dan sawit.

RS
Raka Santoso
25 Feb 2026 4 menit
Jadikan readmore.id sebagai preferensi terpercayamu di Google
[Fakta Pertanian] Tanaman Kacangan Di Perkebunan Biasa Disebut LCC, Ini 4 Fungsi Hebatnya!

Isi artikel

Iklan

Tanaman kacangan di perkebunan biasa disebut apa? Bagi Anda yang pernah berkunjung ke perkebunan sawit atau karet di Indonesia, pasti sering melihat hamparan tanaman hijau merambat yang rapat menutupi tanah. Bukan alang-alang atau rumput liar rontok, hamparan karpet hijau tersebut sebenarnya sengaja ditanam oleh petani dan perusahaan.

Jawaban dari pertanyaan tersebut adalah LCC alias Legume Cover Crop (Tanaman Kacangan Penutup Tanah). Tanaman jenis kacang-kacangan merambat ini bukanlah gulma pengganggu, melainkan sahabat terbaik tanah di lahan perkebunan. Tanpa keberadaannya, kualitas tanah perkebunan dan hasil panen di masa depan bisa dipastikan akan menurun drastis.

Lalu, mengapa harus jenis kacang-kacangan? Apa istimewanya tanaman ini hingga wajib ditanam di perkebunan berskala kecil maupun raksasa? Berdasarkan jurnal-jurnal pertanian dan kehutanan, mari kita bedah satu per satu fakta dan manfaat luar biasa dari LCC bagi sistem pertanian ladang maupun perkebunan.

Akar tanaman legume cover crop yang kaya akan bintil nitrogen

Apa Itu Legume Cover Crop (LCC)?

LCC adalah sekumpulan tanaman dari famili Fabaceae (polong-polongan/kacangan) yang sengaja dikembangbiakkan dan disebar untuk menutupi permukaan tanah yang terbuka (belum memiliki tajuk tanaman utama yang rapat). LCC biasa ditanam segera setelah proses pembukaan lahan selesai atau saat peremajaan replanting tanaman inti (seperti sawit dan karet).

Tanaman ini merambat dengan kuat, memiliki daun lebat, dan memiliki sistem perakaran unik yang mampu mengikat molekul di udara yang sangat dibutuhkan oleh tanah, yakni nitrogen.

3 Jenis Tanaman Kacangan (LCC) Paling Populer di Indonesia

Saking pentingnya, ada prosedur standar bagi perkebunan untuk mencampur biji beberapa jenis LCC agar pertumbuhannya optimal menghadapi musim kemarau dan hujan bergantian. Beberapa primadona kacangan tersebut adalah:

  • Mucuna bracteata (MB): Saat ini merupakan tanaman penutup tanah paling difavoritkan di perkebunan sawit. Mengapa? Daunnya lebar, daya tahannya terhadap naungan (tempat teduh) luar biasa kuat, pertumbuhannya super cepat, dan yang terpenting, tidak disukai oleh babi hutan (karena daunnya mengandung fenol).
  • Centrosema pubescens (CP): Berupa semak merambat menahun (perenial). Sangat jago tumbuh ternaungi dan relatif toleran terhadap perlakuan di lahan gambut maupun tanah berpasir pualam, tapi agak lambat pertumbuhannya dibandingkan MB.
  • Calopogonium mucunoides (CM): Sangat cocok di tanah miskin hara. Tapi seringkali mati perlahan begitu masuk musim kemarau panjang. Bijinya sangat produktif menyebar, karenanya tak heran porsi tabur benihnya seringkali digabung dengan jenis CP tadi agar LCC terus abadi saling menutupi tanah.

Manfaat Utama Tanaman LCC Bagi Lahan Perkebunan

1. "Pabrik" Pupuk Alami Pengikat Nitrogen

Mengapa harus repot beli banyak pupuk organik untuk kesuburan tanah jika tanaman ini mampu memproduksinya gratis? Ya! Tanaman kacangan memiliki bintil akar (Rhizobium) yang secara efektif memfiksasi (mengikat) nitrogen bebas dari udara. Nitrogen tersebut kemudian diubah ke bentuk amonia dan tersimpan di dalam tanah. Setelah mati kelak, biomassa LCC ini menjadi pupuk luar biasa untuk melejitkan hara tanah.

2. Pelindung "Baju Zirah" Anti Erosi Tanah

Saat hujan deras mengguyur area bekas pembukaan lahan, tak adanya pohon penahan sering membuat top soil (lapisan tanah paling atas yang paling subur) hanyut di bawa air hujan (erosi). Kehadiran LCC menangkal masalah ini. Tetesan air hujan akan menabrak rimbunnya daun kacangan lebih dulu. Air meresap perlahan dari daun, melewat humus LCC, dan merembes ke tanah tanpa merusak struktunya.

3. Membunuh Gulma Jahat Secara Alami

Daripada menggunakan cairan pestisida pembunuh herba yang merusak PH tanah, hamparan karpet Mucuna bracteata sukses membunuh rumput lalang dan gulma kompetitor lainnya. Cekikan tajuk rapat sang tanaman kacangan menghalangi sinar matahari jatuh persis ke tanah—membuat benih sembarang gulma tidak bisa tumbuh. Ini menghemat ratusan juta rupiah biaya menyiangi rumput.

4. Mempertahankan Kelembaban (Kulit Tanah Tidak Retak)

Bayangkan tanah seperti spons telanjang di bawah terik matahari Indonesia saat musim kemarau; spons akan menyusut, mengering, lalu retak-retak. Selimut yang tebal dari LCC menjadi peneduh alami, menekan persentase penguapan air di dalam tanah sekitarnya, sehingga iklim renik tetap sejuk dan mikroorganisme baik (seperti cacing) leluasa berkembang biak menjaga struktur gembur tanah.

Kini Anda sudah tidak bingung lagi jika ditanya mengenai tanaman kacangan di perkebunan biasa disebut apa. Tanaman Legume Cover Crop ini membuktikan betapa sistem pertanian yang seimbang dengan alam akan mencetak kualitas agrikultur yang jauh lebih menguntungkan!

Iklan
RS

Raka Santoso

kontributor

Profil

Komentar

Nama
Email
Komentar

Komentar sebagai tamu akan ditinjau sebelum dipublikasikan.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!