Read More
Perumpamaan Itu Apa? Pahami Arti, Ciri, dan Contohnya
Pendidikan

Perumpamaan Itu Apa? Pahami Arti, Ciri, dan Contohnya

Perumpamaan adalah cara menjelaskan sesuatu dengan membandingkannya dengan hal lain yang lebih mudah dibayangkan. Kenali ciri, contoh kalimat, serta bedanya dengan simile dan metafora.

WC
Wah Cha Yup
17 Apr 2026 Diperbarui 10 Jul 2026 4 menit
Jadikan readmore.id sebagai preferensi terpercayamu di Google
Perumpamaan Itu Apa? Pahami Arti, Ciri, dan Contohnya

Isi artikel

Perumpamaan adalah cara menjelaskan suatu hal dengan membandingkannya dengan hal lain yang memiliki kemiripan tertentu. Perbandingan ini membantu pembaca atau pendengar membayangkan maksud yang ingin disampaikan. Dalam bahasa Indonesia, perumpamaan sering muncul melalui kata seperti seperti, bagai, ibarat, bak, dan laksana.

Contohnya, kalimat “Belajar ibarat menanam pohon” tidak berarti belajar benar-benar menanam pohon. Kalimat itu membandingkan proses belajar yang perlu waktu dengan pohon yang tumbuh perlahan sebelum memberi hasil.

Ciri-Ciri Perumpamaan

  • Membandingkan dua hal yang tidak sama, tetapi memiliki sifat yang dianggap mirip.
  • Sering memakai kata pembanding, walaupun bentuk perbandingan dapat juga tersirat.
  • Maknanya tidak selalu dipahami secara harfiah.
  • Digunakan untuk menjelaskan, menguatkan gambaran, atau membuat pesan lebih mudah diingat.

Kata yang Sering Dipakai dalam Kalimat Perumpamaan

Kata pembandingContoh kalimatMakna yang dimaksud
sepertiWajahnya pucat seperti kertas.Sangat pucat, bukan benar-benar kertas.
bagai atau bagaikanAnak itu bagai bunga yang baru mekar.Digambarkan segar dan menyenangkan.
ibaratWaktu ibarat air yang terus mengalir.Waktu berjalan dan tidak dapat dikembalikan.
laksanaNasihatnya laksana penuntun saat bingung.Nasihat memberi arah.
bakSuasana kelas bak pasar saat guru belum datang.Kelas sangat ramai.

Contoh Perumpamaan dan Penjelasannya

  1. Hatinya sekeras batu. Maksudnya, ia sulit tersentuh atau sulit mengubah pendirian.
  2. Persahabatan mereka seperti pohon berakar kuat. Maksudnya, hubungan mereka kokoh dan tahan masalah.
  3. Ilmu ibarat pelita dalam gelap. Maksudnya, ilmu membantu seseorang memahami jalan keluar.
  4. Suara penyanyi itu merdu bagai seruling. Maksudnya, suaranya enak didengar dan lembut.
  5. Tanpa rencana, perjalanan itu bak kapal tanpa arah. Maksudnya, kegiatan berisiko berjalan tanpa tujuan jelas.
  6. Ucapan yang kasar seperti duri. Maksudnya, ucapan itu dapat melukai perasaan.
  7. Kerja sama ibarat roda sepeda. Maksudnya, setiap bagian perlu berfungsi agar tujuan dapat tercapai.
  8. Ia berlari secepat kilat. Maksudnya, ia berlari sangat cepat; ini bukan pernyataan harfiah.

Cara Menemukan Perumpamaan dalam Bacaan

  1. Cari kata pembanding seperti seperti, bagai, ibarat, atau laksana.
  2. Tanyakan apakah kalimat itu masuk akal bila dibaca secara harfiah.
  3. Temukan dua hal yang dibandingkan.
  4. Carilah sifat yang sama di antara keduanya.
  5. Ubah kembali kalimat itu ke makna biasa dengan bahasamu sendiri.

Misalnya pada kalimat “Dia adalah tulang punggung keluarga”, tidak ada kata pembanding. Namun, maksudnya bukan orang tersebut adalah bagian tubuh. Ia digambarkan sebagai penopang utama keluarga.

Perbedaan Perumpamaan, Simile, dan Metafora

Istilah perumpamaan sering dipakai secara luas untuk berbagai bentuk perbandingan. Dalam pembahasan majas, simile dan metafora biasanya dibedakan berdasarkan cara membandingkannya.

BentukCiri utamaContoh
PerumpamaanIstilah umum untuk menjelaskan sesuatu melalui perbandingan atau gambaran.Pendidikan ibarat menanam pohon.
SimilePerbandingan eksplisit dengan kata seperti, bagai, laksana, atau bak.Ia kuat seperti baja.
MetaforaPerbandingan langsung tanpa kata pembanding.Ia tulang punggung keluarga.

Untuk pembahasan lebih rinci, baca perbedaan metafora, simile, dan personifikasi. Jika kamu sedang mencari banyak latihan simile, lihat juga contoh majas simile dalam kalimat.

Perumpamaan dalam Cerita atau Ajaran

Dalam cerita, perumpamaan dapat berupa kisah singkat yang memakai situasi sehari-hari untuk menyampaikan gagasan atau pesan. Makna sebuah perumpamaan perlu dibaca bersama konteks cerita, budaya, atau ajaran yang melingkupinya. Karena itu, jangan mengambil kesimpulan dari satu kalimat saja tanpa memahami bagian lain yang terkait.

Cara Membuat Kalimat Perumpamaan

  1. Tentukan sifat yang ingin kamu gambarkan, misalnya cepat, ramai, sabar, atau kuat.
  2. Pilih benda, keadaan, atau pengalaman yang mudah dikenali dan memiliki sifat tersebut.
  3. Gunakan kata pembanding bila ingin membuat perbandingan jelas.
  4. Pastikan perbandingannya masuk akal dan tidak membingungkan pembaca.

Contoh: untuk menggambarkan kerja keras, kamu dapat menulis “Ia bekerja seperti semut yang terus mengumpulkan makanan.” Pembaca dapat menangkap bahwa orang tersebut tekun, tanpa harus menyatakannya berulang-ulang.

FAQ

Apa itu perumpamaan?

Perumpamaan adalah cara membandingkan satu hal dengan hal lain untuk menjelaskan sifat atau maksud tertentu. Maknanya sering tidak dibaca secara harfiah.

Apa contoh kalimat perumpamaan?

Contohnya, “Waktu ibarat air yang terus mengalir.” Kalimat itu menyampaikan bahwa waktu terus berjalan dan tidak dapat diputar kembali.

Apakah perumpamaan sama dengan metafora?

Tidak selalu. Perumpamaan dapat dipakai sebagai istilah umum untuk perbandingan, sedangkan metafora adalah bentuk perbandingan langsung tanpa kata seperti atau bagai.

Bagaimana cara mengetahui kalimat perumpamaan?

Periksa kata pembanding dan lihat apakah kalimatnya menyampaikan makna kias. Temukan dua hal yang dibandingkan, lalu jelaskan sifat yang sama di antaranya.

Kesimpulan

Perumpamaan membantu menjelaskan gagasan dengan gambaran yang lebih dekat dengan pengalaman pembaca. Kenali kata pembanding, pahami makna kiasnya, dan lihat konteksnya agar kamu dapat menemukan maupun membuat kalimat perumpamaan dengan tepat.

WC

Wah Cha Yup

kontributor

Profil

Komentar

Nama
Email
Komentar

Komentar sebagai tamu akan ditinjau sebelum dipublikasikan.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!