Read More
Majas Simile: Pengertian, Ciri-Ciri, dan 100+ Contoh Kalimat
Pendidikan

Majas Simile: Pengertian, Ciri-Ciri, dan 100+ Contoh Kalimat

Majas simile adalah gaya bahasa perbandingan dengan kata seperti, bagai, dan ibarat. Pelajari pengertian, ciri-ciri, kata pembanding, dan 100+ contoh kalimat simile lengkap.

WC
Wah Cha Yup
2 Apr 2026 8 menit
Majas Simile: Pengertian, Ciri-Ciri, dan 100+ Contoh Kalimat

Isi artikel

"Wajahnya seperti bulan purnama." "Suaramu merdu bagaikan burung merpati." Pernahkah Anda memperhatikan kata-kata seperti seperti, bagai, ibarat, bak dalam kalimat? Itulah ciri khas majas simile — salah satu jenis majas perbandingan yang paling sering digunakan dalam Bahasa Indonesia.

Majas simile hadir di mana-mana: dalam puisi, iklan, lagu, bahkan percakapan sehari-hari. Kemampuannya membuat deskripsi menjadi lebih vivid dan mudah dibayangkan menjadikannya alat wajib bagi siapa pun yang ingin menulis dengan lebih baik.

Artikel ini akan mengupas tuntas apa itu majas simile, bagaimana cara menggunakannya, serta memberikan lebih dari 100 contoh kalimat simile yang dikelompokkan agar mudah dipahami.

Ilustrasi konsep majas simile - perbandingan dengan kata seperti dan bagai

Apa Itu Majas Simile?

Majas simile adalah gaya bahasa perbandingan yang membandingkan dua hal yang berbeda secara eksplisit menggunakan kata pembanding tertentu. Berbeda dengan majas metafora yang membandingkan secara langsung, majas simile selalu menyertakan kata penghubung perbandingan.

Kata "simile" berasal dari bahasa Latin similis yang berarti "serupa" atau "mirip". Dalam KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia), simile diartikan sebagai "perbandingan yang ditandai oleh kata seperti, bagai, ibarat, dan sebagainya".

Majas ini termasuk dalam kelompok majas perbandingan, bersama dengan majas metafora dan majas personifikasi. Ketiganya sering muncul dalam soal ujian Bahasa Indonesia dari tingkat SD hingga SMA.

Kata Pembanding dalam Majas Simile

Berikut adalah kata-kata yang menjadi penanda wajib majas simile:

  • Seperti — Contoh: "Matanya seperti bintang."
  • Bagai / Bagaikan — Contoh: "Hatinya bagai kaca yang retak."
  • Ibarat — Contoh: "Cinta ibarat api, bisa menghangatkan tapi juga membakar."
  • Bak — Contoh: "Pedangnya bak kilat menyambar."
  • Layaknya — Contoh: "Ia bekerja layaknya mesin tanpa henti."
  • Seumpama — Contoh: "Hidupnya seumpama bahtera di tengah badai."
  • Umpama — Contoh: "Senyumnya umpama sinar matahari pagi."
  • Penyama / Semacam — Contoh: "Rumah itu semacam istana kecil."

Ciri-Ciri Majas Simile

  • Selalu ada kata pembanding — Ini ciri paling menonjol. Tanpa kata seperti/bagai/ibarat, kalimat itu bukan simile.
  • Membandingkan dua hal berbeda — Yang dibandingkan harus berbeda jenis (contoh: manusia dengan benda alam).
  • Ada kesamaan sifat tertentu — Perbandingan harus masuk akal dan memiliki titik kesamaan.
  • Membuat gambaran mental yang jelas — Pembaca bisa langsung membayangkan perbandingan tersebut.
  • Sering digunakan dalam deskripsi — Majas ini sangat efektif untuk mendeskripsikan sesuatu.

Fungsi Majas Simile

  1. Memperjelas deskripsi — Pembaca lebih mudah memahami sesuatu yang digambarkan.
  2. Membuat tulisan lebih menarik — Kalimat menjadi tidak datar dan monoton.
  3. Menimbulkan kesan yang kuat — Perbandingan yang tepat bisa sangat membekas di ingatan.
  4. Menghidupkan imajinasi — Pembaca diajak membayangkan sesuatu yang mungkin belum pernah dilihat.
  5. Memperkuat pesan emosional — Simile sering digunakan untuk menyampaikan perasaan secara lebih mendalam.

100+ Contoh Majas Simile

Contoh Simile tentang Penampilan Fisik (1-20)

  1. Wajahnya bersih seperti porselen.
  2. Matanya berkilau bagaikan berlian.
  3. Rambutnya hitam legam ibarat malam tanpa bintang.
  4. Kulitnya putih bak salju.
  5. Senyumnya manis seperti madu.
  6. Giginya putih rapi seperti mutiara.
  7. Bibirnya merah merekah seperti mawar.
  8. Tubuhnya tegap seperti patung.
  9. Jari-jarinya lentik bak kuntum teratai.
  10. Hidungnya mancung seperti patung Yunani.
  11. Alisnya tebal bagaikan pedang terhunus.
  12. Bulunya halus seperti sutra.
  13. Kakinya panjang bak pemain basket profesional.
  14. Postur tegaknya ibarat pohon kelapa.
  15. Wajah ayahnya keriput seperti kulit kayu jati tua.
  16. Tatapannya tajam bagaikan elang sedang berburu.
  17. Raut wajahnya tenang seperti permukaan danau.
  18. Tubuhnya kekar bak gunung batu.
  19. Cahayanya berbinar seperti pelita di malam hari.
  20. Parasnya cantik seperti peri dari negeri dongeng.

Contoh Simile tentang Perasaan & Emosi (21-40)

  1. Hatinya sedih seperti langit yang mendung.
  2. Perasaannya hancur bagaikan kaca yang jatuh.
  3. Cintanya dalam seperti samudera tanpa tepi.
  4. Amarahnya memuncak ibarat gunung berapi yang meletus.
  5. Kegelisahannya bergelombang seperti ombak di tengah badai.
  6. Rasa bahagianya mekar seperti bunga di musim semi.
  7. Kesepiannya sunyi bagai hutan belantara.
  8. Harapannya bersinar bak bintang di malam gelap.
  9. Rasa takutnya mencekam seperti tangan dingin di leher.
  10. Kerinduannya membunuh ibarat racun yang perlahan bekerja.
  11. Kegembiraannya meledak seperti kembang api.
  12. Kesedihannya dalam seperti lautan tanpa dasar.
  13. Kecewanya pahit seperti kopi tanpa gula.
  14. Ketegangannya kaku bagaikan besi yang membeku.
  15. Rasa syukurnya hangat seperti sinar matahari pagi.
  16. Penantiannya panjang seperti jalan tanpa ujung.
  17. Rasa bersalahnya berat ibarat beban yang tak terangkat.
  18. Kebanggaannya tinggi seperti menara menjulang.
  19. Rasa malunya merah seperti kepiting direbus.
  20. Ketenangannya dalam seperti air danau yang tenang.

Contoh Simile tentang Alam & Lingkungan (41-60)

  1. Awan putih berarak seperti gumpalan kapas.
  2. Ombak bergulung-gulung bagaikan gulungan sutra.
  3. Gunung itu menjulang ibarat raksasa yang tidur.
  4. Sungai itu mengalir jernih bak kaca.
  5. Hujan turun deras seperti air mata langit.
  6. Pelangi membentang bagaikan jembatan tujuh warna.
  7. Bintang berkedip-kedip seperti lampu di langit malam.
  8. Pohon-pohon berdiri tegak seperti prajurit yang berjaga.
  9. Bunga-bunga mekar indah bak permata di taman.
  10. Angin bertiup sepoi-sepoi seperti embusan nafas bayi.
  11. Fajar menyingsing bagaikan kain emas yang tersingkap.
  12. Laut biru membentang ibarat permadani tanpa ujung.
  13. Daun-daun hijau berkilau seperti permata hijau.
  14. Kabut tipis menyelimuti lembah bagaikan selimut putih.
  15. Pegunungan itu berbaris ibarat tentara raksasa.
  16. Air terjun itu jatuh bak tirai kaca raksasa.
  17. Pantai itu landai seperti papan catur alami.
  18. Bulan purnama bersinar bagaikan lampu terang di langit.
  19. Hutan itu lebat seperti lautan hijau.
  20. Pulau-pulau itu bertebaran ibarat mutiara di lautan.

Contoh Simile tentang Sifat & Karakter (61-80)

  1. Kebaikannya luas seperti samudera.
  2. Ketulusannya murni bagaikan air pegunungan.
  3. Kesabarannya kuat ibarat batu karang di tepi laut.
  4. Ketegasannya keras seperti baja.
  5. Kebijaksanaannya dalam bagaikan lautan tenang.
  6. Keberaniannya menyala bak api yang tak pernah padam.
  7. Kerendahan hatinya lembut seperti embun pagi.
  8. Kecerdasannya tajam bagaikan pisau baru.
  9. Kesetiaannya kokoh ibarat akar pohon beringin.
  10. Kedermawanannya luas seperti langit tanpa batas.
  11. Ketekunannya gigih seperti semut yang tak kenal lelah.
  12. Kesederhanaannya indah bagaikan bunga bakung di tepi danau.
  13. Keadilannya tegas ibarat timbangan yang seimbang.
  14. Kehangatannya nyaman seperti selimut di malam dingin.
  15. Kejujurannya jernih bak air mata yang jernih.
  16. Keramahannya hangat seperti sinar mentari.
  17. Kelemahlembutannya halus bagaikan sutra.
  18. Kegigihannya kuat ibarat karang menghadapi ombak.
  19. Kesantunannya indah seperti bunga melati.
  20. Ketenangannya dalam bagaikan danau di pagi hari.

Contoh Simile dalam Kehidupan Sehari-hari (81-100)

  1. Rumahnya bersih seperti kapal pecah — tak ada yang berani masuk.
  2. Warungnya ramai seperti pasar.
  3. Kantongnya tipis seperti amplop kosong.
  4. Kendaraan di jalan macet bagaikan ulat yang panjang.
  5. Antrian di loket panjangnya seperti ular.
  6. Ulangannya sulit ibarat menyelesaikan teka-teki tanpa petunjuk.
  7. Liburannya singkat bagaikan kilat di siang bolong.
  8. Wateryang minumnya sejuk bak air es di terik matahari.
  9. Makanannya enak seperti masakan restoran bintang lima.
  10. Temannya banyak ibarat biji sesawi.
  11. Tugasnya menumpuk bagaikan gunung yang harus didaki.
  12. Waktunya sempit seperti jarum di tumpukan jerami.
  13. Penghasilannya pas-pasan ibarat kucing mendapat titipan ikan.
  14. Ulang tahunnya meriah seperti pesta rakyat.
  15. Kamar berantakan bagaikan kapal karam.
  16. Pagi itu dingin seperti di kulkas.
  17. File-nya berat bak truk kontainer.
  18. Matanya mengantuk seperti belum tidur seminggu.
  19. Kecepatannya bagaikan angin.
  20. Bisanya lancar ibarat air mengalir.

Contoh Simile dalam Puisi & Sastra (101-110)

  1. "Cintaku bagaikan embun di pagi hari, perlahan menguap ditelan mentari." — Puisi tradisional
  2. "Wajahmu ibarat bulan, menerangi malamku yang gelap."
  3. "Hidup ini seperti roda berputar, kadang di atas kadang di bawah."
  4. "Hatimu bagaikan samudera, tak terukur kedalamannya."
  5. "Waktu berjalan bagai anak panah, tak pernah kembali ke asalnya."
  6. "Malam ini sunyi seperti kuburan yang sudah lama ditinggalkan."
  7. "Puisiku mengalir bak air sungai, tanpa henti dan tanpa batas."
  8. "Senja itu cantik bagaikan lukisan karya maestro."
  9. "Aku bagai kapal tanpa nahkoda, terapung tanpa arah."
  10. "Cahaya harapan bersinar seperti pelita di kegelapan."

Perbedaan Majas Simile dan Majas Metafora

Banyak siswa sering tertukar antara majas simile dan metafora. Berikut perbedaan kuncinya:

AspekSimileMetafora
Kata PembandingAda (seperti, bagai, ibarat)Tidak ada
Cara BandingEksplisit (jelas)Implisit (tersirat)
Contoh"Wajahnya seperti bulan""Wajahnya adalah bulan"
KesanLebih halus, deskriptifLebih kuat, tegas

Tips mudah: Kalau ada kata seperti, bagai, ibarat, bak — itu pasti simile. Kalau langsung menyamakan tanpa kata penghubung — itu metafora.

Tips Membuat Majas Simile yang Bagus

  • Cari perbandingan yang relevan — "Matanya seperti bintang" lebih baik daripada "Matanya seperti meja" karena bintang dan mata punya kesamaan (berkilau).
  • Hindari klise yang terlalu sering dipakai — "Seperti api" atau "bagai air" sudah terlalu umum. Coba cari perbandingan yang lebih segar.
  • Gunakan variasi kata pembanding — Jangan hanya pakai "seperti" terus-menerus. Beralih ke "bagai, ibarat, bak, layaknya".
  • Pastikan perbandingan masuk akal — Kesamaan antara dua hal harus bisa dipahami pembaca.
  • Sesuaikan dengan konteks — Simile lucu untuk tulisan santai, simile puitis untuk karya sastra.

Kesimpulan

Majas simile adalah salah satu jenis majas perbandingan yang paling mudah dikenali dan digunakan. Dengan kata pembanding seperti seperti, bagai, ibarat, bak, Anda bisa membuat deskripsi yang jauh lebih hidup dan membekas di ingatan pembaca.

Mastery terhadap majas simile sangat berguna, baik untuk menghadapi ujian Bahasa Indonesia, menulis karya sastra, maupun sekadar mempercantik tulisan sehari-hari. Latihan membuat kalimat simile secara rutin akan membuat Anda semakin terampil memilih perbandingan yang tepat dan menarik.

Ingin belajar majas lainnya? Baca juga artikel tentang jenis-jenis majas dan contohnya serta kumpulan contoh majas lengkap dari berbagai jenis untuk memperkaya kosakata gaya bahasa Anda.

WC

Wah Cha Yup

kontributor

Profil

Komentar

Nama
Email
Komentar

Komentar sebagai tamu akan ditinjau sebelum dipublikasikan.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!