Read More
Skala MMI vs Magnitudo: Memahami Perbedaan Fungsi dalam Info Gempa
IPA

Skala MMI vs Magnitudo: Memahami Perbedaan Fungsi dalam Info Gempa

Jangan salah tafsir! Pahami perbedaan Skala MMI dan Magnitudo yang digunakan BMKG dalam informasi gempa bumi, serta fungsi dan cara membacanya.

RH
Riko Herlambang
1 Okt 2025 Diperbarui 1 Jun 2026 3 menit
Jadikan readmore.id sebagai preferensi terpercayamu di Google
Skala MMI vs Magnitudo: Memahami Perbedaan Fungsi dalam Info Gempa

Isi artikel

Setiap kali terjadi gempa bumi, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) akan merilis informasi yang mencakup dua parameter penting: Magnitudo (M) dan Skala MMI. Keduanya sama-sama mendeskripsikan salah satu bencana akibat ancaman alam ini, namun dari sudut pandang yang berbeda. Memahami perbedaan Skala MMI dan Magnitudo sangat penting agar tidak salah mengartikan tingkat bahaya suatu gempa.

Singkatnya, Magnitudo mengukur kekuatan energi di sumber gempa, sedangkan Skala MMI mengukur dampak guncangan yang dirasakan di permukaan.

Magnitudo (M): Ukuran Kekuatan di Sumber Gempa

Magnitudo Gempa

Magnitudo adalah parameter yang mengukur seberapa besar energi yang dilepaskan oleh gempa bumi langsung dari pusatnya (hiposentrum).

  • Satu Nilai Tetap: Untuk satu peristiwa gempa, hanya akan ada satu nilai Magnitudo. Misalnya, "Gempa Magnitudo 7.4".
  • Alat Ukur: Nilai Magnitudo didapatkan dari analisis data yang terekam oleh alat pencatat gempa (seismograf).
  • Fungsi Utama: Bagi BMKG, Magnitudo menjadi parameter kunci untuk analisis awal potensi tsunami dalam sistem peringatan dini bencana Indonesia. Gempa dengan magnitudo besar di dasar laut memiliki potensi lebih tinggi untuk memicu tsunami.
  • Istilah: BMKG secara resmi menggunakan istilah Magnitudo (M), menggantikan penyebutan "Skala Richter" yang lebih dikenal awam namun secara teknis sudah tidak digunakan dalam operasional modern.

Skala MMI: Ukuran Dampak Guncangan yang Dirasakan

Skala MMI (Modified Mercalli Intensity) adalah skala yang mendeskripsikan tingkat guncangan atau dampak kerusakan yang dirasakan oleh manusia dan lingkungan di suatu lokasi tertentu di permukaan.

  • Nilai Bervariasi: Dalam satu peristiwa gempa, nilai MMI bisa berbeda-beda di setiap lokasi. Daerah yang lebih dekat dengan pusat gempa umumnya akan memiliki nilai MMI yang lebih tinggi dibandingkan daerah yang jauh.
  • Deskripsi Kualitatif: Skala MMI menggunakan angka Romawi (dari I hingga XII) untuk menggambarkan dampak, mulai dari getaran yang tidak dirasakan (I) hingga kehancuran total (XII).
  • Fungsi Utama: Informasi MMI sangat berguna bagi tim penanggap darurat dan pemerintah daerah untuk memperkirakan tingkat kerusakan dan memprioritaskan wilayah mana yang paling membutuhkan bantuan.
  • Contoh Laporan BMKG: "Guncangan dirasakan di Kota A dengan skala IV-V MMI (dirasakan oleh hampir semua penduduk, gerabah pecah), di Kota B dengan skala III MMI (getaran terasa nyata di dalam rumah)."

Tabel Perbandingan Sederhana

Seismograf

Untuk mempermudah, berikut adalah rangkuman perbedaan utama keduanya:

AspekMagnitudo (M)Skala Intensitas MMI
Yang DiukurEnergi di pusat gempa.Dampak guncangan di permukaan.
NilaiSatu nilai untuk setiap gempa.Berbeda-beda di setiap lokasi.
Cara PenentuanBerdasarkan rekaman seismograf.Berdasarkan laporan dan observasi dampak.
Fungsi UtamaMenilai potensi tsunami.Menilai tingkat kerusakan untuk respons darurat.

Dengan memahami perbedaan ini, kita dapat membaca informasi gempa dari BMKG secara lebih akurat. Ini melengkapi pengetahuan kita tentang penyebab gempa bumi dan mitigasinya. Ketika melihat nilai Magnitudo, kita tahu seberapa besar kekuatan asli gempa tersebut. Ketika melihat laporan Skala MMI, kita paham seberapa parah dampak guncangan yang terjadi di lokasi spesifik kita.

RH

Riko Herlambang

kontributor

Profil

Komentar

Nama
Email
Komentar

Komentar sebagai tamu akan ditinjau sebelum dipublikasikan.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!