Read More
Pengertian Bencana Non Alam: Jenis, 10 Contoh, dan Penanganannya di Indonesia
IPA

Pengertian Bencana Non Alam: Jenis, 10 Contoh, dan Penanganannya di Indonesia

Bencana non alam adalah peristiwa yang mengancam kehidupan masyarakat akibat faktor nonalam seperti gagal teknologi dan epidemi. Indonesia mencatat 2.997 bencana sepanjang 2025. Pelajari pengertian, jenis, contoh, dan cara penanganannya secara lengkap.

RH
Riko Herlambang
4 Apr 2026 Diperbarui 1 Jun 2026 8 menit
Pengertian Bencana Non Alam: Jenis, 10 Contoh, dan Penanganannya di Indonesia

Isi artikel

Bencana non alam adalah peristiwa atau rangkaian peristiwa yang mengancam dan mengganggu kehidupan masyarakat, bukan disebabkan oleh fenomena alam, melainkan oleh faktor nonalam atau aktivitas manusia. Menurut Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana, bencana nonalam mencakup gagal teknologi, epidemi, wabah penyakit, serta Kejadian Luar Biasa (KLB). Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Indonesia mencatat 2.997 kejadian bencana sepanjang 2025 — dan sebagian di antaranya merupakan bencana non alam yang sebenarnya bisa dicegah.

Memahami apa itu bencana non alam penting bagi setiap orang, terutama di Indonesia yang rentan terhadap berbagai jenis bencana. Artikel ini membahas definisi lengkap, jenis-jenis, contoh nyata, hingga cara penanganan bencana non alam berdasarkan regulasi dan data resmi di Indonesia.

Pengertian Bencana Non Alam Menurut UU dan BNPB

Berdasarkan UU No. 24 Tahun 2007 Pasal 1 Ayat 1, bencana didefinisikan sebagai "peristiwa atau rangkaian peristiwa yang mengancam dan mengganggu kehidupan dan penghidupan masyarakat yang disebabkan, baik oleh faktor alam dan/atau faktor nonalam maupun faktor manusia sehingga mengakibatkan timbulnya korban jiwa manusia, kerusakan lingkungan, kerugian harta benda, dan dampak psikologis."

Dari definisi tersebut, BNPB mengklasifikasikan bencana menjadi tiga kategori besar:

Kategori Penyebab Contoh
Bencana Alam Faktor alam (geologi, iklim, hidrometeorologi) Gempa bumi, letusan gunung api, tsunami, banjir, longsor
Bencana Non Alam Faktor nonalam (teknologi, biologi, prosedur) Epidemi, gagal teknologi, kecelakaan transportasi, KLB
Bencana Sosial Faktor manusia (konflik, kekerasan) Konflik sosial, terorisme, sabotase

Penting untuk dicatat bahwa bencana non alam dan bencana sosial sering dianggap sama, namun secara hukum keduanya berbeda. Bencana non alam lebih berkaitan dengan kegagalan sistem teknologi dan wabah penyakit, sementara bencana sosial berkaitan dengan konflik antarmanusia.

Jenis-Jenis Bencana Non Alam

BNPB mengelompokkan bencana non alam ke dalam beberapa jenis utama yang disebabkan oleh bahaya biologi dan bahaya teknologi:

Ilustrasi jenis-jenis bencana non alam meliputi epidemi dan gagal teknologi di Indonesia

1. Epidemi dan Wabah Penyakit

Epidemi adalah penyebaran penyakit menular yang menyerang banyak orang dalam waktu dan tempat tertentu. Contoh yang paling relevan adalah pandemi COVID-19 yang melanda Indonesia sejak Maret 2020, serta wabah demam berdarah dengue (DBD) yang secara rutin terjadi setiap musim hujan. Menurut data Kementerian Kesehatan RI, kasus DBD di Indonesia mencapai lebih dari 200.000 kasus per tahun dalam beberapa tahun terakhir.

2. Gagal Teknologi dan Modernisasi

Gagal teknologi terjadi akibat kesalahan dalam desain, pengoperasian, atau pemeliharaan sistem teknologi. Di Indonesia, contoh nyata gagal teknologi antara lain ledakan kilang minyak Pertamina Balongan pada 2021 yang menyebabkan kebakaran besar dan mengganggu pasokan energi, serta mati listrik massal Jawa pada Agustus 2019 akibat gangguan sistem transmisi PLN yang berdampak pada puluhan juta pelanggan.

3. Kecelakaan Transportasi

Kecelakaan transportasi darat, laut, dan udara termasuk dalam kategori bencana non alam. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa jumlah kecelakaan lalu lintas di Indonesia mencapai ratusan ribu kasus per tahun, dengan korban jiwa ribuan orang. Contoh tragis lainnya adalah kecelakaan pesawat Lion Air JT 610 pada 2018 dan kecelakaan kereta api di Cicalengka pada Januari 2024.

4. Kecelakaan Industri

Kecelakaan di lingkungan industri, pabrik, dan pertambangan juga termasuk bencana non alam. Penyebabnya bisa berupa kesalahan prosedur keselamatan kerja, kelalaian manajemen, atau kondisi infrastruktur yang buruk. Contohnya adalah kebakaran pabrik korek api di Tangerang dan berbagai kasus kebocoran gas di area permukiman.

5. Kebakaran (Non-Hidrometeorologi)

Kebakaran bangunan, permukiman, dan fasilitas umum yang disebabkan kelalaian manusia termasuk bencana non alam. Berbeda dengan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masuk kategori bencana alam, kebakaran gedung, pasar, atau rumah warga disebabkan oleh faktor manusia seperti korsleting listrik, pembuangan rokok sembarangan, atau hubungan pendek arus listrik.

10 Contoh Bencana Non Alam di Indonesia

Berikut adalah 10 contoh bencana non alam yang pernah terjadi di Indonesia:

  1. Pandemi COVID-19 (2020-sekarang) — Epidemi global yang menyebabkan jutaan kasus dan ratusan ribu kematian di Indonesia, mengganggu seluruh aspek kehidupan sosial dan ekonomi.
  2. Matinya Listrik Massal Jawa (2019) — Gangguan sistem transmisi PLN yang menyebabkan pemadaman listrik di seluruh Pulau Jawa, berdampak pada lebih dari 100 juta pelanggan.
  3. Ledakan Kilang Minyak Balongan (2021) — Kebakaran hebat di kilang minyak Pertamina, Indramayu, Jawa Barat, yang menyebabkan kerugian triliunan rupiah dan evakuasi ribuan warga.
  4. Kecelakaan Pesawat Lion Air JT 610 (2018) — Pesawat Boeing 737 MAX jatuh di perairan Karawang, Jawa Barat, menewaskan 189 penumpang dan awak.
  5. Kecelakaan Kereta Api Cicalengka (2024) — Tabrakan antarkereta di Bandung yang menewaskan beberapa orang dan melukai puluhan penumpang.
  6. Wabah DBD Musiman — Setiap tahun, Indonesia menghadapi lonjakan kasus demam berdarah terutama saat musim hujan, dengan ratusan ribu kasus tercatat per tahun.
  7. Kebakaran Pasar dan Gedung — Kebakaran pasar tradisional, gedung perkantoran, dan permukiman yang kerap terjadi akibat korsleting listrik dan kelalaian.
  8. Kecelakaan Tambang Ilegal — Longsor dan kecelakaan di tambang-tambang ilegal di berbagai daerah yang merenggut nyawa para penambang.
  9. Wabah Leptospirosis — Penyakit yang menyebar melalui air kencing tikang dan hewan pengerat, sering muncul saat banjir di daerah kumuh perkotaan.
  10. Kebocoran Limbah Industri — Pencemaran lingkungan akibat pembuangan limbah berbahaya dari pabrik ke sungai dan lahan pertanian warga.

Penyebab Bencana Non Alam

Bencana non alam tidak terjadi secara tiba-tiba tanpa sebab. Berikut adalah faktor-faktor utama penyebabnya:

  • Kelalaian manusia — Menjadi penyebab utama hampir semua bencana non alam, mulai dari membuang puntung rokok sembarangan hingga mengemudi dalam kondisi mengantuk.
  • Kesalahan prosedur dan sistem — Kegagalan mematuhi standar keselamatan kerja (K3) dan protokol operasional di industri maupun transportasi.
  • Kelalaian perusahaan — Prioritas keuntungan di atas keselamatan, seperti penggunaan bahan baku murah, pengabaian perawatan alat, dan pembuangan limbah sembarangan.
  • Kemiskinan dan kepadatan penduduk — Kondisi ini mendorong masyarakat tinggal di daerah rawan dan menghambat akses terhadap layanan kesehatan serta infrastruktur yang memadai.
  • Kerentanan sistem kesehatan — Keterbatasan fasilitas kesehatan dan kesiapan penanganan wabah di daerah terpencil memperparah dampak epidemi.

Dampak Bencana Non Alam

Bencana non alam memberikan dampak yang luas dan berlapis bagi masyarakat dan negara:

  • Korban jiwa dan luka-luka — Seperti yang ditunjukkan oleh pandemi COVID-19 yang merenggut ratusan ribu nyawa di Indonesia.
  • Kerusakan infrastruktur dan ekonomi — Ledakan kilang, kebakaran industri, dan kecelakaan transportasi menimbulkan kerugian materi triliunan rupiah.
  • Gangguan psikologis — Trauma, kecemasan, dan gangguan stres pasca-bencana yang dialami korban dan masyarakat sekitar.
  • Gangguan layanan publik — Mati listrik massal, gangguan transportasi, dan kerusakan fasilitas kesehatan memengaruhi kehidupan sehari-hari.
  • Dampak sosial dan pendidikan — Penutupan sekolah, kegiatan belajar dari rumah, dan terhambatnya proses pembangunan.

Cara Penanganan dan Pencegahan Bencana Non Alam

Meskipun bencana non alam bukan berasal dari alam, dampaknya bisa diminimalkan melalui langkah-langkah pencegahan yang tepat. Indonesia memiliki sistem penanggulangan bencana yang terstruktur melalui BNPB dan BPBD di setiap daerah. Untuk memahami lebih dalam bagaimana Indonesia mengelola risiko bencana, Anda bisa membaca artikel tentang mitigasi bencana struktural dan non-struktural.

Upaya Struktural

  • Memperkuat standar keselamatan kerja (K3) di setiap sektor industri dan transportasi.
  • Meningkatkan pengawasan terhadap operasional pabrik, pertambangan, dan infrastruktur kritis.
  • Memperbaiki sistem deteksi dini untuk epidemi melalui sistem peringatan dini bencana yang terintegrasi.
  • Investasi dalam infrastruktur yang tahan terhadap gangguan teknologi.

Upaya Non-Struktural

  • Edukasi dan sosialisasi tentang keselamatan di lingkungan kerja, sekolah, dan masyarakat.
  • Simulasi bencana secara berkala, termasuk simulasi epidemi dan evakuasi gedung.
  • Peningkatan literasi kesehatan agar masyarakat mampu mengenali gejala wabah dan melakukan penanganan pertama.
  • Penguatan sistem surveilans epidemiologi oleh Dinas Kesehatan daerah.

Peran Masyarakat

Setiap individu memiliki peran penting dalam mencegah bencana non alam. Hal-hal sederhana seperti mematikan kompor setelah memasak, tidak membakar sampah sembarangan, mematuhi rambu lalu lintas, dan menjaga kebersihan lingkungan sudah merupakan langkah pencegahan yang bermakna. Masyarakat juga perlu mengenali tanda-tanda dini wabah penyakit dan segera melapor ke fasilitas kesehatan terdekat.

Sebagai pelengkap pemahaman tentang bencana, Anda juga dapat membaca artikel tentang bencana akibat ancaman alam dan strategi mitigasinya untuk mendapatkan gambaran menyeluruh tentang seluruh jenis bencana di Indonesia.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apa perbedaan bencana non alam dan bencana sosial?

Bencana non alam disebabkan oleh faktor nonalam seperti gagal teknologi, epidemi, dan wabah penyakit. Sementara bencana sosial disebabkan oleh aktivitas manusia berupa konflik sosial, terorisme, dan sabotase. Keduanya memiliki dasar hukum yang berbeda dalam UU No. 24 Tahun 2007.

Apakah kebakaran hutan termasuk bencana non alam?

Tidak. Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masuk dalam kategori bencana alam menurut BNPB karena terkait dengan fenomena hidrometeorologi. Yang termasuk bencana non alam adalah kebakaran bangunan, permukiman, dan fasilitas umum yang disebabkan kelalaian manusia.

Bagaimana cara mencegah epidemi sebagai bencana non alam?

Pencegahan epidemi dilakukan melalui peningkatan kebersihan lingkungan, vaksinasi rutin, deteksi dini kasus penyakit menular, edukasi hidup sehat, dan penguatan sistem surveilans epidemiologi oleh pemerintah daerah. Masyarakat juga diharapkan menjaga pola hidup bersih dan sehat serta segera berobat saat mengalami gejala penyakit.

Apa saja contoh gagal teknologi di Indonesia?

Contoh gagal teknologi di Indonesia antara lain mati listrik massal Jawa 2019, ledakan kilang minyak Pertamina Balongan 2021, serta berbagai kecelakaan industri dan transportasi yang disebabkan kegagalan sistem keselamatan.

Siapa yang bertanggung jawab atas penanggulangan bencana non alam di Indonesia?

Penanggulangan bencana di Indonesia menjadi tanggung jawab bersama antara pemerintah pusat melalui BNPB, pemerintah daerah melalui BPBD, serta masyarakat. BNPB berperan dalam koordinasi nasional, sementara BPBD bertugas dalam penanganan di tingkat daerah.

RH

Riko Herlambang

kontributor

Profil

Komentar

Nama
Email
Komentar

Komentar sebagai tamu akan ditinjau sebelum dipublikasikan.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!