Teknologi organisasi dalam teori organisasi bukan hanya mesin atau perangkat digital, tetapi seluruh metode, proses kerja, prosedur, pengetahuan, dan alat yang dipakai organisasi untuk mengubah input menjadi output. Penelitian Woodward, Thompson, dan Perrow sama-sama menunjukkan bahwa jenis teknologi yang digunakan organisasi memengaruhi bentuk struktur, pola koordinasi, formalitas, dan cara pengambilan keputusan.
Intinya, tidak ada satu struktur organisasi yang cocok untuk semua kondisi. Organisasi dengan pekerjaan rutin biasanya lebih cocok memakai struktur formal dan prosedur standar. Sebaliknya, organisasi dengan pekerjaan kompleks, saling bergantung, dan sulit diprediksi membutuhkan struktur yang lebih fleksibel.
Apa Itu Teknologi dalam Konteks Struktur Organisasi?
Dalam manajemen dan teori organisasi, teknologi berarti cara organisasi menyelesaikan pekerjaan. Teknologi mencakup alat, teknik produksi, SOP, sistem informasi, keterampilan manusia, alur kerja, dan pola hubungan antarbagian.
Karena itu, teknologi organisasi sangat dekat dengan desain struktur. Jika proses kerja sederhana dan berulang, organisasi bisa memakai aturan baku. Jika proses kerja sering berubah dan membutuhkan keputusan ahli, organisasi perlu memberi ruang koordinasi, komunikasi, dan diskresi yang lebih besar.
Ringkasan Pandangan Woodward, Thompson, dan Perrow
| Tokoh | Fokus Utama | Implikasi Struktur |
|---|---|---|
| Joan Woodward | Kompleksitas teknis dalam sistem produksi | Jenis produksi memengaruhi struktur yang efektif |
| James D. Thompson | Ketergantungan antaraktivitas kerja | Semakin tinggi interdependensi, semakin besar kebutuhan koordinasi |
| Charles Perrow | Variasi tugas dan kemudahan analisis tugas | Pekerjaan non-rutin membutuhkan struktur lebih fleksibel |
Penelitian Joan Woodward tentang Teknologi Produksi
Joan Woodward meneliti hubungan antara teknologi produksi dan struktur organisasi. Ia menemukan bahwa efektivitas organisasi tidak hanya ditentukan oleh prinsip manajemen umum, tetapi juga oleh kesesuaian antara jenis teknologi produksi dan struktur organisasi.
Woodward membedakan teknologi produksi menjadi tiga kelompok besar:
- Unit atau small-batch production, yaitu produksi pesanan khusus dalam jumlah kecil.
- Mass production, yaitu produksi massal dengan proses standar dan berulang.
- Process production, yaitu produksi proses berkelanjutan yang sangat terotomatisasi.
Pada produksi massal, struktur yang lebih formal, spesialisasi tinggi, dan kontrol prosedural cenderung lebih cocok. Pada produksi unit dan proses yang lebih kompleks, organisasi membutuhkan koordinasi teknis dan keahlian yang lebih besar.
Klasifikasi Teknologi Menurut Thompson
James D. Thompson melihat teknologi dari sisi ketergantungan antaraktivitas. Menurut Thompson, perbedaan pola ketergantungan membuat kebutuhan koordinasi juga berbeda.
1. Pooled Interdependence
Pooled interdependence terjadi ketika unit kerja relatif berdiri sendiri, tetapi tetap berkontribusi pada tujuan organisasi yang sama. Contohnya cabang-cabang perusahaan yang bekerja mandiri namun memakai standar pusat.
2. Sequential Interdependence
Sequential interdependence terjadi ketika output satu bagian menjadi input bagian berikutnya. Contohnya lini produksi, proses administrasi berurutan, atau alur pelayanan yang harus melewati tahap tertentu.
3. Reciprocal Interdependence
Reciprocal interdependence terjadi ketika unit-unit kerja saling memberi input dan umpan balik secara timbal balik. Contohnya rumah sakit, tim riset, proyek teknologi, atau organisasi yang pekerjaannya sangat kolaboratif.
Semakin tinggi interdependensi, semakin besar kebutuhan komunikasi langsung, koordinasi lintas fungsi, dan mekanisme penyelesaian masalah bersama.
Klasifikasi Teknologi Menurut Perrow
Charles Perrow mengklasifikasikan teknologi berdasarkan dua dimensi utama:
- Task variability, yaitu seberapa banyak variasi atau pengecualian dalam pekerjaan.
- Task analyzability, yaitu seberapa mudah masalah kerja dianalisis dengan prosedur yang jelas.
Dari dua dimensi tersebut, Perrow menjelaskan empat jenis teknologi:
1. Teknologi Rutin
Teknologi rutin memiliki variasi tugas rendah dan mudah dianalisis. Pekerjaan seperti ini cocok dengan aturan baku, SOP jelas, pengawasan formal, dan struktur yang relatif mekanistik.
2. Teknologi Engineering
Teknologi engineering memiliki variasi tugas tinggi, tetapi masalahnya masih bisa dianalisis dengan pengetahuan teknis. Struktur membutuhkan tenaga ahli, standar teknis, dan koordinasi profesional.
3. Teknologi Craft
Teknologi craft memiliki variasi tugas relatif rendah, tetapi penyelesaiannya tidak selalu mudah dijelaskan dengan prosedur. Pengalaman, intuisi, dan keterampilan praktis sangat penting.
4. Teknologi Non-Rutin
Teknologi non-rutin memiliki variasi tinggi dan sulit dianalisis. Contohnya pekerjaan riset, inovasi, strategi, konsultasi kompleks, dan pengembangan produk baru. Struktur yang cocok biasanya lebih organik, fleksibel, dan berbasis tim.
Perbandingan Woodward, Thompson, dan Perrow
| Aspek | Woodward | Thompson | Perrow |
|---|---|---|---|
| Pusat perhatian | Sistem produksi | Hubungan antaraktivitas | Sifat tugas |
| Pertanyaan utama | Jenis produksi apa yang digunakan? | Seberapa saling bergantung unit kerja? | Seberapa rutin dan mudah dianalisis tugas? |
| Konsep kunci | Technical complexity | Task interdependence | Variability dan analyzability |
| Dampak struktur | Struktur harus sesuai jenis produksi | Koordinasi mengikuti tingkat interdependensi | Formalitas mengikuti tingkat rutinitas tugas |
Hubungan Teknologi dengan Struktur Organisasi
Hubungan utama antara teknologi dan struktur organisasi adalah prinsip kesesuaian. Struktur organisasi yang efektif harus menyesuaikan jenis pekerjaan dan teknologi yang digunakan.
- Teknologi rutin cocok dengan struktur formal, spesialisasi tinggi, dan SOP jelas.
- Teknologi non-rutin cocok dengan struktur fleksibel, tim lintas fungsi, dan komunikasi terbuka.
- Interdependensi rendah cukup dikoordinasikan dengan aturan standar.
- Interdependensi tinggi membutuhkan rapat, koordinasi intensif, dan penyesuaian bersama.
- Produksi massal membutuhkan kontrol dan efisiensi, sedangkan produksi pesanan membutuhkan fleksibilitas.
Untuk memahami struktur secara umum, baca juga desain struktur organisasi, struktur organisasi matriks, dan perbedaan teori organisasi modern dan neoklasik.
Contoh Penerapan dalam Organisasi
| Organisasi | Teknologi Dominan | Struktur yang Cenderung Cocok |
|---|---|---|
| Pabrik produksi massal | Rutin dan berulang | Formal, hierarkis, SOP kuat |
| Rumah sakit | Reciprocal interdependence | Koordinasi profesional dan tim lintas fungsi |
| Startup teknologi | Non-rutin dan inovatif | Fleksibel, adaptif, berbasis proyek |
| Konsultan manajemen | Masalah kompleks dan bervariasi | Tim ahli, komunikasi intensif, desentralisasi |
| Cabang layanan standar | Pooled interdependence | Standar pusat dengan otonomi terbatas |
FAQ
Apa yang dimaksud teknologi organisasi?
Teknologi organisasi adalah alat, metode, proses, SOP, pengetahuan, dan sistem kerja yang digunakan organisasi untuk mengubah input menjadi output.
Apa inti penelitian Woodward?
Woodward menekankan bahwa jenis teknologi produksi memengaruhi struktur organisasi yang efektif. Produksi unit, massal, dan proses membutuhkan struktur yang berbeda.
Apa inti teori Thompson?
Thompson menekankan ketergantungan antaraktivitas kerja: pooled, sequential, dan reciprocal interdependence. Makin tinggi ketergantungan, makin besar kebutuhan koordinasi.
Apa inti teori Perrow?
Perrow menekankan variasi tugas dan kemudahan analisis. Tugas rutin cocok dengan struktur formal, sedangkan tugas non-rutin membutuhkan struktur yang lebih fleksibel.
Mengapa teknologi memengaruhi struktur organisasi?
Karena cara kerja organisasi menentukan kebutuhan koordinasi, aturan, spesialisasi, pengawasan, dan pengambilan keputusan.
Kesimpulan
Penelitian Woodward, Thompson, dan Perrow menunjukkan bahwa teknologi sangat memengaruhi struktur organisasi. Woodward menyoroti jenis produksi, Thompson menyoroti ketergantungan antaraktivitas, sedangkan Perrow menyoroti variasi dan kemudahan analisis tugas. Semakin rutin teknologi yang digunakan, semakin cocok struktur formal. Sebaliknya, semakin kompleks dan tidak pasti pekerjaan, semakin besar kebutuhan struktur yang fleksibel, kolaboratif, dan adaptif.