Teori organisasi telah berkembang seiring waktu, dari teori klasik hingga teori modern saat ini. Dua aliran teori organisasi yang cukup berpengaruh adalah teori neoklasik dan teori modern. Keduanya memiliki perbedaan mendasar dalam memandang dan menjelaskan organisasi.
Fokus Kajian
Teori Neoklasik
- Berfokus pada hubungan antar manusia (human relations) di dalam organisasi
- Memandang pentingnya interaksi informal dan aspek perilaku manusia
- Pendekatan mikro: individu dan kelompok kecil
Teori Modern
- Memandang organisasi sebagai sistem terbuka yang kompleks dengan banyak variabel
- Pendekatan makro dan sistemik
- Mempertimbangkan organisasi secara menyeluruh
Jika teori neoklasik lebih berfokus pada dinamika internal individu dan kelompok dalam organisasi, teori modern memandang organisasi dalam konteks yang lebih luas sebagai sebuah sistem.
Landasan Pemikiran
Teori neoklasik banyak dipengaruhi oleh bidang psikologi dan sosiologi dalam memandang perilaku manusia dan interaksinya. Sementara teori organisasi modern didasarkan pada berbagai disiplin ilmu seperti teori sistem, teori kontingensi, teori keputusan, dan lainnya.
Dengan demikian, teori modern dipandang lebih komprehensif karena mengintegrasikan berbagai bidang pengetahuan dalam memandang fenomena organisasi.
Variabel yang Dipertimbangkan
Teori Neoklasik
- Variabel perilaku manusia (motivasi, kepuasan kerja, dsb)
- Kurang mempertimbangkan variabel non-perilaku
Teori Modern
- Banyak variabel, baik internal maupun eksternal
- Struktur, teknologi, lingkungan, budaya, dsb
- Lebih komprehensif
Teori neoklasik cenderung berfokus pada variabel perilaku manusia seperti motivasi, gaya kepemimpinan, komunikasi, dan aspek "lunak" lain dalam organisasi.
Sementara dalam teori modern, selain perilaku manusia, juga dipertimbangkan variabel struktural, teknologi yang digunakan organisasi, pengaruh lingkungan eksternal, budaya organisasi, dan lain-lain.
Sifat Organisasi
Menurut pandangan teori neoklasik, organisasi bersifat informal, luwes, dan fleksibel. Interaksi sosial di dalam organisasi dianggap sebagai faktor penting.
Berbeda dengan teori modern yang memandang organisasi sebagai sistem terbuka yang kompleks, adaptif, dan perlu berintegrasi dengan lingkungan untuk tetap efektif.
Organisasi dipandang sebagai kesatuan yang terstruktur dan terdiri atas berbagai subsistem.
Peran Lingkungan
Teori Neoklasik
- Kurang memberi perhatian pada lingkungan eksternal
- Berfokus pada dinamika internal organisasi
Teori Modern
- Menekankan perlunya organisasi beradaptasi dengan perubahan lingkungan
- Lingkungan sebagai sumber peluang dan ancaman bagi organisasi
Teori organisasi modern menyadari bahwa organisasi beroperasi dalam suatu lingkungan yang selalu berubah, seperti perkembangan teknologi, persaingan global, regulasi pemerintah, dan lain-lain.
Oleh karena itu organisasi dituntut untuk sensitif dan responsif terhadap berbagai perubahan itu jika ingin tetap efektif dan relevan.
Contoh Perbedaan Pandangan
Berikut adalah contoh bagaimana teori neoklasik dan teori modern memandang isu yang sama dalam organisasi:
Produktivitas Karyawan Menurun
Pandangan Teori Neoklasik:
- Karena ada masalah motivasi dan kepuasan kerja
- Perlu perbaikan gaya kepemimpinan dan iklim kerja
Pandangan Teori Modern:
- Bisa jadi karena ada masalah pada struktur organisasi
- Perlu evaluasi sistem kerja dan proses organisasi secara menyeluruh
- Juga perlu dilihat faktor lingkungan eksternal
Contoh di atas menunjukkan bahwa teori modern memandang isu organisasi secara lebih luas dan sistemik, tidak terbatas hanya pada perilaku manusia.
Kesimpulan Perbedaan
Teori organisasi terus berkembang seiring kompleksitas dunia bisnis modern. Teori neoklasik dan teori modern memiliki akar pemikiran dan fokus yang berbeda dalam memandang organisasi.
Secara ringkas, teori modern dipandang lebih mampu menjelaskan fenomena organisasi kontemporer karena perspektif sistemnya yang komprehensif. Walaupun demikian, konsep-konsep penting dari teori neoklasik seperti perilaku manusia dan hubungan interpersonal tetap relevan hingga saat ini.
Kedua teori ini pada dasarnya saling melengkapi satu sama lain dalam memberikan pemahaman mendalam tentang dinamika organisasi modern.