Read More
Tahapan Supply Chain Management: Plan, Source, Make, Deliver, Return
Manajemen

Tahapan Supply Chain Management: Plan, Source, Make, Deliver, Return

Tahapan supply chain management mencakup plan, source, make, deliver, dan return. Pelajari arti tiap tahap, contoh, kesalahan umum, dan cara optimasinya.

SN
Silvi Nandia
6 Jun 2026 6 menit
Tahapan Supply Chain Management: Plan, Source, Make, Deliver, Return

Isi artikel

Tahapan supply chain management adalah rangkaian proses untuk mengelola rantai pasokan dari perencanaan sampai barang diterima pelanggan. Secara sederhana, tahapan ini bisa dipahami melalui lima proses utama: plan, source, make, deliver, dan return. Dalam praktik modern, beberapa kerangka juga menambahkan proses pendukung seperti enable, order, fulfill, atau orchestrate.

Memahami tahapan ini penting karena supply chain management tidak hanya mengurus gudang dan pengiriman. SCM menghubungkan perencanaan permintaan, pemasok, produksi, persediaan, distribusi, dan layanan pelanggan dalam satu alur yang saling bergantung. Jika satu tahap bermasalah, tahap berikutnya bisa ikut terganggu.

Ringkasan Tahapan Supply Chain Management

Berikut ringkasan lima tahapan SCM yang paling mudah dipahami:

  • Plan: merencanakan permintaan, stok, kapasitas, dan kebutuhan bisnis.
  • Source: mencari dan mengelola pemasok bahan baku atau barang.
  • Make: memproduksi, merakit, atau menyiapkan produk/jasa.
  • Deliver: menyimpan, mengirim, dan mendistribusikan produk ke pelanggan.
  • Return: menangani retur, klaim, produk rusak, atau evaluasi setelah pengiriman.

Jika kamu ingin memahami pengertian dasarnya terlebih dahulu, baca artikel utama tentang supply chain management adalah.

1. Plan: Perencanaan Rantai Pasokan

Tahap pertama adalah plan atau perencanaan. Pada tahap ini, perusahaan memperkirakan permintaan pelanggan, menentukan kebutuhan bahan baku, menghitung kapasitas produksi, dan menyiapkan strategi persediaan.

Perencanaan yang baik membantu perusahaan menjawab beberapa pertanyaan penting:

  • berapa banyak produk yang harus disiapkan?
  • kapan bahan baku perlu dipesan?
  • berapa kapasitas produksi yang dibutuhkan?
  • berapa stok aman yang harus tersedia?
  • bagaimana jika permintaan naik atau turun tiba-tiba?

Jika tahap plan lemah, perusahaan bisa mengalami kelebihan stok, kekurangan barang, biaya gudang tinggi, atau keterlambatan produksi.

2. Source: Pengadaan dan Manajemen Pemasok

Source adalah tahap mencari, memilih, dan mengelola pemasok. Perusahaan perlu memastikan bahan baku atau barang yang dibeli memiliki kualitas baik, harga wajar, dan dapat dikirim tepat waktu.

Tahap source tidak hanya soal mencari pemasok paling murah. Perusahaan juga perlu mempertimbangkan keandalan, kapasitas, lokasi, risiko keterlambatan, dan kemampuan pemasok memenuhi standar kualitas.

Contohnya, bisnis makanan tidak cukup memilih pemasok bahan baku yang murah. Bahan harus segar, aman, konsisten, dan tersedia sesuai jadwal produksi. Jika pemasok sering terlambat, operasional bisa terganggu meskipun harga bahan lebih rendah.

3. Make: Produksi atau Penyiapan Produk

Make adalah tahap mengolah bahan menjadi produk jadi atau menyiapkan layanan yang akan diberikan kepada pelanggan. Dalam perusahaan manufaktur, tahap ini mencakup produksi, perakitan, pengendalian kualitas, dan pengemasan. Dalam bisnis jasa, tahap make bisa berupa proses menyiapkan layanan sesuai kebutuhan pelanggan.

Di tahap ini, manajemen perlu memperhatikan kapasitas produksi, jadwal kerja, kualitas produk, efisiensi proses, dan penggunaan sumber daya. Hubungannya erat dengan manajemen operasional karena menyangkut aktivitas harian bisnis.

4. Deliver: Distribusi dan Logistik

Deliver adalah tahap mengirim produk dari perusahaan ke pelanggan, distributor, toko, atau lokasi lain. Tahap ini mencakup penyimpanan produk, pengelolaan gudang, pengepakan, transportasi, rute pengiriman, dan pelacakan barang.

Deliver sering dianggap sebagai logistik. Namun, logistik hanya salah satu bagian dari supply chain management. Penjelasan lengkapnya bisa dibaca di artikel perbedaan supply chain management dan logistik.

Jika tahap deliver tidak berjalan baik, pelanggan bisa menerima barang terlambat, barang rusak, atau pesanan tidak sesuai. Karena itu, pengelolaan gudang dan pengiriman perlu dibuat rapi. Kamu juga bisa membaca contoh aktivitasnya dalam artikel kegiatan gudang dalam sektor logistik.

5. Return: Retur dan Evaluasi Setelah Pengiriman

Return adalah tahap menangani barang yang dikembalikan, produk rusak, komplain pelanggan, klaim garansi, atau evaluasi kualitas layanan. Tahap ini sering terlupakan, padahal penting untuk menjaga kepuasan pelanggan dan memperbaiki proses sebelumnya.

Misalnya, jika banyak produk dikembalikan karena kemasan rusak, masalahnya mungkin ada pada proses pengemasan atau pengiriman. Jika banyak barang dikembalikan karena salah varian, masalahnya bisa berasal dari sistem picking gudang atau data pesanan.

Dengan mengevaluasi tahap return, perusahaan bisa menemukan akar masalah dan memperbaiki tahap plan, source, make, atau deliver.

Contoh Tahapan SCM dalam Bisnis Makanan

Bayangkan sebuah bisnis makanan beku. Tahapan SCM-nya bisa terlihat seperti ini:

  • Plan: memperkirakan permintaan mingguan berdasarkan penjualan sebelumnya.
  • Source: membeli bahan baku dari pemasok yang memenuhi standar kualitas.
  • Make: memproduksi makanan beku, mengemas, dan mengecek kualitas.
  • Deliver: menyimpan produk di cold storage lalu mengirimnya ke pelanggan atau reseller.
  • Return: menangani komplain jika produk rusak, kemasan bocor, atau pengiriman terlambat.

Contoh lain dari berbagai industri bisa kamu lihat di artikel contoh supply chain management di perusahaan.

Kesalahan Umum dalam Tahapan Supply Chain Management

  • Perencanaan tidak berbasis data. Akibatnya stok sering terlalu banyak atau terlalu sedikit.
  • Pemasok tidak dievaluasi. Perusahaan baru sadar masalah saat bahan terlambat atau kualitas turun.
  • Produksi tidak sinkron dengan permintaan. Produk yang dibuat tidak sesuai kebutuhan pasar.
  • Gudang tidak akurat. Data stok di sistem berbeda dengan kondisi sebenarnya.
  • Retur tidak dianalisis. Komplain pelanggan hanya diselesaikan satu per satu tanpa memperbaiki akar masalah.

Cara Mengoptimalkan Setiap Tahap SCM

Agar tahapan supply chain management berjalan lebih baik, perusahaan dapat melakukan beberapa langkah berikut:

  1. Gunakan data penjualan untuk membuat perencanaan permintaan.
  2. Buat daftar pemasok cadangan agar tidak bergantung pada satu pihak.
  3. Tetapkan standar kualitas pada bahan baku, proses produksi, dan produk akhir.
  4. Perbarui data stok secara rutin agar keputusan pembelian dan produksi lebih akurat.
  5. Pantau pengiriman dari sisi waktu, biaya, kerusakan, dan kepuasan pelanggan.
  6. Analisis penyebab retur untuk memperbaiki proses, bukan hanya menyelesaikan keluhan.

Untuk pengelolaan stok, salah satu referensi yang bisa dipelajari adalah metode persediaan perpetual, terutama jika bisnis perlu memantau stok secara lebih real-time.

Hubungan Tahapan SCM dengan SCOR Model

Dalam dunia supply chain, ada kerangka yang dikenal sebagai SCOR atau Supply Chain Operations Reference. Kerangka ini digunakan untuk membantu organisasi menggambarkan, mengukur, dan memperbaiki proses rantai pasokan. Versi klasiknya sering dijelaskan melalui plan, source, make, deliver, dan return.

Dalam perkembangan modern, SCOR juga memakai istilah yang lebih luas seperti orchestrate, plan, order, source, transform, fulfill, dan return. Meski istilahnya bisa berbeda, gagasan utamanya tetap sama: rantai pasokan perlu dikelola sebagai proses end-to-end yang saling terhubung.

FAQ

Apa saja tahapan supply chain management?

Tahapan supply chain management yang umum adalah plan, source, make, deliver, dan return. Tahapan ini mencakup perencanaan, pengadaan, produksi, distribusi, dan penanganan retur.

Apa yang dimaksud tahap plan dalam SCM?

Plan adalah tahap merencanakan permintaan, stok, kapasitas produksi, kebutuhan bahan baku, dan strategi rantai pasokan agar bisnis siap memenuhi kebutuhan pelanggan.

Apa perbedaan source dan make?

Source berfokus pada pengadaan bahan baku atau barang dari pemasok, sedangkan make berfokus pada produksi, perakitan, pengolahan, atau penyiapan produk.

Mengapa tahap return penting?

Return penting karena membantu perusahaan menangani produk yang dikembalikan, komplain, atau kerusakan. Dari tahap ini, perusahaan bisa menemukan masalah pada produksi, gudang, atau pengiriman.

Apakah semua bisnis membutuhkan tahapan SCM?

Ya, terutama bisnis yang menjual produk fisik. Skala dan kompleksitasnya bisa berbeda, tetapi alur plan, source, make, deliver, dan return tetap relevan.

Kesimpulan

Tahapan supply chain management membantu perusahaan memahami alur bisnis dari perencanaan hingga produk sampai ke pelanggan. Lima tahap utama—plan, source, make, deliver, dan return—saling terhubung dan tidak bisa dikelola secara terpisah.

Jika perusahaan mampu mengoptimalkan setiap tahap, operasional menjadi lebih efisien, stok lebih terkendali, pengiriman lebih tepat waktu, dan pelanggan lebih puas. Karena itu, memahami tahapan SCM adalah langkah penting sebelum memperbaiki rantai pasokan secara menyeluruh.

SN

Silvi Nandia

kontributor

Profil

Komentar

Nama
Email
Komentar

Komentar sebagai tamu akan ditinjau sebelum dipublikasikan.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!