Read More
Faktor Pengenceran: Rumus, Cara Menghitung, dan Contoh Soal Titrasi
Kimia

Faktor Pengenceran: Rumus, Cara Menghitung, dan Contoh Soal Titrasi

Faktor pengenceran digunakan untuk menghitung konsentrasi awal sampel setelah diencerkan. Pelajari rumus faktor pengenceran, cara menghitung, dan contoh soal titrasi asam basa.

Akbar Fauziah
Akbar Fauziah
4 Mar 2024 Diperbarui 8 Jun 2026 5 menit
Jadikan readmore.id sebagai preferensi terpercayamu di Google
Faktor Pengenceran: Rumus, Cara Menghitung, dan Contoh Soal Titrasi

Isi artikel

Iklan

Faktor pengenceran adalah perbandingan antara volume akhir larutan setelah pengenceran dan volume awal larutan yang diambil. Dalam titrasi asam basa, faktor ini dipakai untuk menghitung kembali konsentrasi sampel awal jika sampel diencerkan sebelum dititrasi.

Rumus faktor pengenceran yang paling sederhana adalah volume akhir dibagi volume awal. Jika hasil titrasi menunjukkan konsentrasi larutan yang sudah diencerkan, konsentrasi sampel awal dapat dicari dengan mengalikan hasil tersebut dengan faktor pengenceran.

Artikel ini membahas rumus faktor pengenceran, cara menghitung, contoh soal titrasi asam basa, pengenceran bertingkat, dan kesalahan umum yang sering membuat jawaban keliru.

Ringkasan faktor pengenceran

IstilahPenjelasan
Volume awalVolume sampel pekat yang diambil sebelum pengenceran
Volume akhirVolume larutan setelah ditambah pelarut
Faktor pengenceranVolume akhir ÷ volume awal
Konsentrasi encerKonsentrasi larutan setelah pengenceran
Konsentrasi awalKonsentrasi sampel sebelum diencerkan

Rumus faktor pengenceran

Rumus dasarnya adalah:

Faktor pengenceran = volume akhir / volume awal

Jika konsentrasi larutan encer sudah diketahui, maka konsentrasi awal dapat dicari dengan rumus:

Konsentrasi awal = konsentrasi larutan encer × faktor pengenceran

Rumus pengenceran juga sering ditulis sebagai:

M1 × V1 = M2 × V2

Keterangan:

  • M1 = konsentrasi awal sebelum pengenceran
  • V1 = volume awal yang diambil
  • M2 = konsentrasi setelah pengenceran
  • V2 = volume akhir setelah pengenceran

Cara menghitung faktor pengenceran

Langkahnya sederhana:

  1. catat volume sampel awal yang diambil
  2. catat volume akhir setelah sampel diencerkan
  3. bagi volume akhir dengan volume awal
  4. gunakan faktor itu untuk mengoreksi hasil titrasi jika yang diminta adalah konsentrasi sampel awal

Contoh cepat: 10 mL sampel diencerkan sampai 100 mL. Faktor pengencerannya adalah 100 ÷ 10 = 10. Artinya, larutan menjadi 10 kali lebih encer.

Hubungan faktor pengenceran dengan titrasi asam basa

Titrasi asam basa digunakan untuk menentukan konsentrasi suatu asam atau basa melalui reaksi penetralan. Jika sampel langsung dititrasi tanpa pengenceran, hasil perhitungan mewakili sampel tersebut.

Namun, jika sampel diencerkan terlebih dahulu, hasil titrasi hanya menunjukkan konsentrasi larutan encer. Untuk mengetahui konsentrasi sampel awal, hasil titrasi perlu dikalikan dengan faktor pengenceran.

Rumus titrasi asam basa

Untuk reaksi asam dan basa dengan perbandingan mol 1:1, rumus yang sering dipakai adalah:

Ma × Va = Mb × Vb

Keterangan:

  • Ma = molaritas asam
  • Va = volume asam
  • Mb = molaritas basa
  • Vb = volume basa

Jika reaksi tidak 1:1, gunakan perbandingan mol sesuai persamaan reaksi setara. Ini penting pada asam atau basa yang memiliki valensi lebih dari satu.

Contoh soal 1: HCl diencerkan lalu dititrasi

Sebanyak 10 mL larutan HCl diencerkan sampai 100 mL. Dari larutan encer itu diambil 25 mL lalu dititrasi dengan NaOH 0,100 M. Volume NaOH yang diperlukan adalah 20 mL. Berapa konsentrasi HCl awal?

1. Hitung konsentrasi HCl encer

Ma × Va = Mb × Vb Ma × 25 = 0,100 × 20 Ma = 2 / 25 Ma = 0,080 M

Konsentrasi HCl pada larutan encer adalah 0,080 M.

2. Hitung faktor pengenceran

Faktor pengenceran = 100 / 10 = 10

3. Hitung konsentrasi HCl awal

Konsentrasi awal = 0,080 × 10 = 0,800 M

Jadi, konsentrasi HCl sebelum pengenceran adalah 0,800 M.

Contoh soal 2: asam asetat diencerkan

Sebanyak 5 mL larutan asam asetat diencerkan sampai 100 mL. Dari larutan encer itu diambil 20 mL lalu dititrasi dengan NaOH 0,050 M. Volume NaOH yang dibutuhkan adalah 16 mL. Berapa konsentrasi asam asetat awal?

1. Hitung konsentrasi larutan encer

Ma × 20 = 0,050 × 16 Ma = 0,800 / 20 Ma = 0,040 M

2. Hitung faktor pengenceran

Faktor pengenceran = 100 / 5 = 20

3. Hitung konsentrasi awal

Konsentrasi awal = 0,040 × 20 = 0,800 M

Jadi, konsentrasi asam asetat sebelum pengenceran adalah 0,800 M.

Pengenceran langsung dan pengenceran bertingkat

Pengenceran langsung

Pengenceran langsung dilakukan dalam satu tahap. Misalnya 10 mL sampel diencerkan sampai 100 mL. Faktor pengencerannya adalah 10.

Pengenceran bertingkat

Pengenceran bertingkat dilakukan dalam beberapa tahap. Misalnya larutan diencerkan 10 kali, lalu hasilnya diencerkan lagi 5 kali. Faktor pengenceran totalnya adalah:

Faktor pengenceran total = 10 × 5 = 50

Jika titrasi dilakukan pada hasil pengenceran bertingkat, konsentrasi larutan encer perlu dikalikan dengan faktor pengenceran total.

Kesalahan umum dalam menghitung faktor pengenceran

  • Keliru memakai volume. Volume awal adalah volume sampel yang diencerkan, bukan selalu volume aliquot yang dititrasi.
  • Lupa mengalikan faktor pengenceran. Ini membuat konsentrasi awal tampak terlalu kecil.
  • Tidak menyamakan satuan. Rasio volume boleh memakai mL atau L, tetapi satuannya harus konsisten.
  • Mengabaikan koefisien reaksi. Untuk reaksi yang tidak 1:1, perbandingan mol harus diperhatikan.
  • Mengira pengenceran mengubah mol zat terlarut. Pengenceran menambah pelarut, bukan menambah zat terlarut.

Kapan faktor pengenceran perlu dipakai?

Faktor pengenceran perlu dipakai ketika sampel tidak langsung dititrasi dalam kondisi asalnya. Contohnya:

  • sampel terlalu pekat dan harus diencerkan
  • sampel dibuat dalam labu ukur sebelum diambil aliquot
  • pengenceran dilakukan bertingkat
  • hasil akhir diminta sebagai konsentrasi sampel awal

Baca juga

Kesimpulan

Faktor pengenceran adalah volume akhir dibagi volume awal. Dalam titrasi asam basa, faktor ini digunakan untuk menghitung konsentrasi sampel awal jika sampel diencerkan sebelum titrasi.

Jika hasil titrasi menunjukkan konsentrasi larutan encer, kalikan hasil tersebut dengan faktor pengenceran. Dengan begitu, hasil akhir mewakili konsentrasi sampel sebelum pengenceran.

FAQ

Apa itu faktor pengenceran?

Faktor pengenceran adalah perbandingan volume akhir larutan setelah pengenceran dengan volume awal sampel yang diencerkan.

Apa rumus faktor pengenceran?

Rumus faktor pengenceran adalah volume akhir dibagi volume awal.

Bagaimana cara menghitung konsentrasi awal setelah pengenceran?

Kalikan konsentrasi larutan encer hasil titrasi dengan faktor pengenceran.

Apa rumus pengenceran larutan?

Rumus pengenceran larutan yang sering dipakai adalah M1 × V1 = M2 × V2.

Kapan faktor pengenceran digunakan dalam titrasi?

Faktor pengenceran digunakan saat sampel diencerkan sebelum titrasi dan hasil akhir diminta sebagai konsentrasi sampel awal.

Iklan
Akbar Fauziah

Akbar Fauziah

admin

Profil

Komentar

Nama
Email
Komentar

Komentar sebagai tamu akan ditinjau sebelum dipublikasikan.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!