Read More
Pipet Tetes: Fungsi, Cara Menggunakan, dan Bedanya dengan Pipet Ukur [2026]
Kimia

Pipet Tetes: Fungsi, Cara Menggunakan, dan Bedanya dengan Pipet Ukur [2026]

Pipet tetes adalah alat laboratorium untuk mengambil dan meneteskan cairan sedikit demi sedikit. Pelajari fungsi, cara menggunakan, dan perbedaannya dengan pipet ukur.

RH
Riko Herlambang
26 Apr 2026 6 menit
Pipet Tetes: Fungsi, Cara Menggunakan, dan Bedanya dengan Pipet Ukur [2026]

Isi artikel

Pipet tetes adalah alat laboratorium yang digunakan untuk mengambil dan meneteskan cairan dalam jumlah sangat kecil, biasanya setetes demi setetes. Alat ini umum dipakai di laboratorium sekolah, kimia, biologi, dan kesehatan karena sederhana, murah, dan praktis untuk pekerjaan yang tidak membutuhkan ketelitian volume tinggi.

Dalam pembelajaran IPA di Indonesia, pipet tetes sering dipakai saat menambahkan indikator, memindahkan reagen, atau mengambil larutan sedikit dari tabung dan botol kecil. Pada Lampiran 9.1 buku Dasar-Dasar Teknologi Farmasi untuk SMK/MAK Kelas X terbitan Kemendikbudristek 2022, pipet tetes termasuk alat ukur volume dasar yang digunakan untuk memindahkan beberapa tetes cairan.

Kalau kamu sedang belajar alat laboratorium dari dasar, kamu bisa mulai dari artikel alat laboratorium IPA beserta gambar dan fungsinya. Untuk memahami alat lain yang sering dipakai bareng pipet tetes, baca juga gelas ukur, tabung reaksi, dan alat-alat laboratorium kimia.

Fungsi Pipet Tetes

Fungsi utama pipet tetes adalah memindahkan cairan dalam jumlah sangat kecil. Namun dalam praktik laboratorium, alat ini punya beberapa kegunaan penting:

  • Menambahkan indikator beberapa tetes ke dalam larutan.
  • Mengambil reagen dari botol kecil tanpa menuang langsung.
  • Memindahkan cairan ke tabung reaksi atau kaca objek.
  • Membantu pengenceran atau penyesuaian volume secara kasar.
  • Meneteskan sampel secara perlahan agar reaksi lebih terkontrol.

Pipet tetes sangat berguna untuk praktikum dasar karena siswa tidak perlu langsung memakai alat yang lebih rumit. Selain itu, pipet ini juga mengurangi risiko cairan tumpah saat memindahkan reagen sedikit demi sedikit.

Bentuk dan Bagian Pipet Tetes

Pipet tetes biasanya terdiri dari dua bagian utama, yaitu batang pipet dan karet penghisap di bagian atas. Ujung bawahnya meruncing agar cairan bisa keluar dalam bentuk tetesan kecil.

Secara umum, pipet tetes bisa dibuat dari:

  • Kaca: lebih tahan bahan kimia tertentu dan tampak lebih profesional di laboratorium.
  • Plastik: lebih ringan, murah, dan umum dipakai di sekolah.

Kebanyakan pipet tetes dasar tidak memiliki skala volume. Artinya, alat ini dipakai untuk kebutuhan kualitatif atau perkiraan kasar, bukan pengukuran presisi.

Pipet tetes digunakan untuk menambahkan cairan ke tabung reaksi di laboratorium sekolah

Cara Menggunakan Pipet Tetes

  1. Tekan karet penghisap sebelum ujung pipet dimasukkan ke dalam cairan.
  2. Masukkan ujung pipet ke larutan yang akan diambil.
  3. Lepaskan tekanan pada karet secara perlahan sampai cairan masuk.
  4. Angkat pipet, lalu teteskan cairan ke wadah tujuan dengan menekan karet perlahan.
  5. Setelah selesai, bersihkan pipet jika akan dipakai untuk larutan lain.

Langkah yang benar ini penting karena banyak pemula justru menekan karet saat ujung pipet sudah berada di dalam larutan. Cara itu bisa membuat udara masuk dan pengambilan cairan jadi kurang rapi.

Kapan Pipet Tetes Dipakai?

Pipet tetes cocok digunakan saat kamu hanya perlu sedikit cairan dan tidak membutuhkan angka volume yang sangat akurat. Beberapa contoh pemakaian yang paling umum adalah:

  • Meneteskan indikator asam-basa.
  • Menambahkan reagen ke dalam tabung reaksi.
  • Mengambil larutan dari botol kecil.
  • Membuat preparat sederhana pada pelajaran biologi.
  • Membantu pengaturan volume mendekati tanda batas pada alat lain.

Karena itulah pipet tetes sering muncul dalam praktikum IPA SMP, SMA, dan praktikum pengantar di laboratorium dasar.

Perbedaan Pipet Tetes dan Pipet Ukur

Banyak siswa mengira semua pipet itu sama, padahal fungsi dan tingkat ketelitiannya berbeda. Berikut perbedaannya:

AspekPipet TetesPipet Ukur
Fungsi utamaMeneteskan cairan sedikit demi sedikitMengambil volume cairan tertentu dengan lebih terukur
Skala volumeBiasanya tidak adaAda skala
Tingkat ketelitianRendahLebih tinggi
Pemakaian umumIndikator, reagen, praktikum dasarPengukuran volume laboratorium

Jadi, kalau kamu hanya ingin menambahkan 2 atau 3 tetes indikator, gunakan pipet tetes. Namun jika kamu harus mengambil volume yang lebih pasti, pipet ukur atau alat lain lebih tepat digunakan.

Perbedaan Pipet Tetes dan Mikropipet

Selain pipet ukur, pipet tetes juga sering disamakan dengan mikropipet. Padahal keduanya sangat berbeda.

  • Pipet tetes dipakai untuk tetesan kecil secara kasar dan umumnya tanpa skala presisi.
  • Mikropipet dipakai untuk volume sangat kecil dalam satuan mikroliter dengan ketelitian tinggi.

Di laboratorium sekolah biasa, pipet tetes jauh lebih umum. Mikropipet biasanya dipakai pada laboratorium yang lebih maju, seperti biologi molekuler atau analisis medis.

Kesalahan yang Sering Terjadi Saat Memakai Pipet Tetes

  • Menekan karet saat ujung pipet sudah berada di dalam cairan.
  • Menggunakan satu pipet untuk beberapa reagen tanpa dibersihkan.
  • Menyentuhkan ujung pipet ke permukaan kotor.
  • Mengira jumlah tetes sama dengan volume presisi.
  • Menggunakan pipet tetes untuk pekerjaan yang seharusnya memakai pipet ukur.

Kesalahan ini bisa membuat hasil praktikum berubah, terutama saat indikator atau reagen dipakai terlalu banyak. Pada percobaan sederhana sekalipun, jumlah tetesan bisa memengaruhi warna, endapan, atau hasil pengamatan.

Apakah Pipet Tetes Bisa Mengukur Volume?

Secara umum, pipet tetes bukan alat untuk pengukuran presisi. Pipet ini lebih cocok untuk pemakaian kualitatif, yaitu saat yang penting adalah penambahan sedikit cairan, bukan angka volumenya. Beberapa jenis dropper mungkin memiliki skala kasar, tetapi tetap tidak sepresisi pipet ukur, buret, atau mikropipet.

Karena itu, untuk pekerjaan yang membutuhkan akurasi, pipet tetes sebaiknya tidak dijadikan alat ukur utama.

Tips Aman dan Rapi Menggunakan Pipet Tetes

  1. Gunakan pipet yang berbeda untuk tiap reagen jika memungkinkan.
  2. Jangan menghisap cairan dengan mulut.
  3. Teteskan perlahan agar jumlah cairan lebih terkontrol.
  4. Setelah dipakai, bersihkan atau buang sesuai jenis bahannya.
  5. Simpan pipet di tempat bersih agar ujungnya tidak terkontaminasi.

Tips ini sederhana, tetapi penting agar hasil percobaan tetap rapi dan tidak terjadi kontaminasi silang antar-larutan.

Sumber Belajar yang Bisa Dijadikan Acuan

Kalau kamu ingin belajar dari sumber yang lebih kuat, berikut beberapa referensi yang layak dipakai:

Referensi ini membantu menjelaskan posisi pipet tetes di antara jenis-jenis pipet laboratorium lain, sehingga pembaca bisa memahami perbedaannya dengan lebih jelas.

Kesimpulan

Pipet tetes adalah alat laboratorium sederhana yang sangat berguna untuk mengambil dan meneteskan cairan dalam jumlah kecil. Alat ini cocok untuk praktikum dasar, penambahan indikator, dan pemindahan reagen sedikit demi sedikit.

Meski tampak sepele, penggunaan pipet tetes tetap harus benar. Kunci utamanya adalah menekan karet sebelum dicelupkan ke cairan, meneteskan perlahan, dan tidak mengandalkannya untuk pengukuran presisi. Dengan memahami fungsi ini, praktikum akan lebih rapi, aman, dan hasil pengamatan lebih konsisten.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Pipet tetes digunakan untuk apa?

Pipet tetes digunakan untuk mengambil dan meneteskan cairan dalam jumlah sangat kecil, biasanya setetes demi setetes.

Apakah pipet tetes bisa mengukur volume dengan akurat?

Umumnya tidak. Pipet tetes lebih cocok untuk penggunaan kualitatif atau perkiraan kasar, bukan pengukuran presisi.

Apa bedanya pipet tetes dan pipet ukur?

Pipet tetes biasanya tidak memiliki skala dan dipakai untuk tetesan kecil, sedangkan pipet ukur memiliki skala dan dipakai untuk volume yang lebih terukur.

Pipet tetes terbuat dari apa?

Pipet tetes bisa terbuat dari kaca atau plastik, dengan bagian atas berupa karet penghisap.

Kenapa pipet tetes harus dibersihkan setelah dipakai?

Agar tidak terjadi kontaminasi silang antara satu larutan dengan larutan lain saat praktikum.

RH

Riko Herlambang

kontributor

Profil

Komentar

Nama
Email
Komentar

Komentar sebagai tamu akan ditinjau sebelum dipublikasikan.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!