Sumber hukum formil dan sumber hukum materiil adalah dua cara memandang asal-usul hukum. Singkatnya: sumber hukum materiil menjawab “isi hukum diambil dari mana?”, sedangkan sumber hukum formil menjawab “hukum itu diwujudkan dalam bentuk apa agar berlaku dan dapat ditegakkan?”
Keduanya saling melengkapi. Nilai atau kebutuhan masyarakat (materiil) baru menjadi kaidah yang mengikat setelah dituangkan melalui bentuk hukum yang diakui (formil).
Apa Itu Sumber Hukum Materiil?
Sumber hukum materiil adalah faktor-faktor yang memengaruhi isi atau substansi suatu kaidah hukum. Ia merujuk pada “bahan” yang mendorong lahirnya hukum, misalnya keyakinan, kebutuhan sosial, kondisi ekonomi, atau pengalaman sejarah suatu masyarakat.
Contoh sumber hukum materiil yang sering disebut:
- nilai agama
- kesusilaan/moral
- kesadaran hukum masyarakat
- kondisi sosial-ekonomi
- sejarah dan tradisi
- perkembangan ilmu pengetahuan
- filsafat hukum/keadilan
Tanpa faktor materiil, hukum mudah kosong: punya bentuk formal, tetapi tidak menyentuh kebutuhan masyarakat.
Apa Itu Sumber Hukum Formil?
Sumber hukum formil (sering disebut juga sumber hukum formal) adalah tempat atau bentuk di mana hukum memperoleh kekuatan berlaku secara resmi. Lewat sumber formil, kaidah menjadi dapat dikenali, dirujuk, dan ditegakkan.
Contoh sumber hukum formil yang umum:
- undang-undang / peraturan perundang-undangan
- kebiasaan (custom)
- yurisprudensi (putusan hakim yang diikuti)
- traktat/perjanjian internasional
- doktrin (pendapat ahli hukum)
Perbedaan Sumber Hukum Formil dan Materiil
| Aspek | Sumber hukum materiil | Sumber hukum formil |
|---|---|---|
| Pertanyaan inti | Isi hukum berasal dari apa? | Hukum diwujudkan lewat bentuk apa? |
| Fokus | Substansi, nilai, faktor penentu isi | Bentuk, prosedur, kekuatan berlaku |
| Contoh | Moral, agama, kebutuhan sosial, sejarah | UU, kebiasaan, yurisprudensi, traktat, doktrin |
| Fungsi | Memberi “materi” hukum | Memberi “wujud resmi” hukum |
Korelasi: Mengapa Keduanya Harus Bersama?
- Materiil memberi isi, formil memberi bentuk.
Nilai keadilan atau kebutuhan masyarakat menjadi kaidah yang mengikat setelah dituangkan lewat bentuk yang sah. - Formil tanpa materiil rawan hampa.
Aturan formal yang tidak berakar pada kebutuhan/nilai masyarakat sulit ditaati. - Materiil tanpa formil sulit ditegakkan.
Nilai moral saja belum otomatis menjadi hukum positif yang dapat dipaksakan negara.
3 Contoh Korelasi Sumber Hukum Formil dan Materiil
1. Perlindungan lingkungan
Materiil: kesadaran masyarakat bahwa lingkungan harus dilindungi demi kesehatan dan keberlanjutan.
Formil: nilai itu dituangkan dalam undang-undang/peraturan lingkungan.
Hasilnya: kepedulian ekologis mendapat wujud hukum yang dapat ditegakkan.
2. Larangan tindak pidana
Materiil: keyakinan moral-sosial bahwa membunuh, mencuri, atau menipu merugikan ketertiban umum.
Formil: larangan itu dimuat dalam peraturan pidana tertulis dan ditegakkan lewat proses peradilan.
Catatan: kitab hukum pidana adalah wujud formil (peraturan), sementara isinya merefleksikan sumber materiil berupa nilai perlindungan jiwa, harta, dan ketertiban.
3. Pancasila dalam sistem hukum nasional
Materiil: nilai-nilai Pancasila sebagai dasar falsafah dan orientasi kehidupan bernegara.
Formil: nilai itu dioperasionalkan lewat UUD dan peraturan perundang-undangan.
Sehingga cita hukum tidak berhenti di tataran moral, tetapi masuk ke kerangka hukum positif.
FAQ
Apa perbedaan sumber hukum formil dan materiil secara singkat?
Materiil = isi/faktor penentu substansi hukum. Formil = bentuk resmi agar hukum berlaku dan dapat ditegakkan.
Apa saja contoh sumber hukum formil?
Undang-undang, kebiasaan, yurisprudensi, traktat, dan doktrin.
Apa saja contoh sumber hukum materiil?
Agama, kesusilaan, kondisi sosial-ekonomi, sejarah, ilmu pengetahuan, dan filsafat keadilan.
Apa korelasi antara keduanya?
Sumber materiil memberi isi; sumber formil memberi bentuk. Keduanya saling melengkapi dalam pembentukan hukum.
Apakah hukum formil sama dengan sumber hukum formil?
Tidak selalu. “Hukum formil” sering merujuk hukum acara (prosedur), sedangkan “sumber hukum formil” merujuk bentuk asal berlakunya hukum. Istilahnya mirip, maknanya beda konteks.
Kesimpulan
Sumber hukum formil dan sumber hukum materiil bekerja berpasangan: materiil menuntun isi hukum, formil memastikan isi itu punya wujud yang sah dan dapat dijalankan. Memahami beda dan korelasinya membantu menjawab soal pengantar ilmu hukum sekaligus membaca mengapa suatu aturan lahir dan bagaimana ia berlaku di masyarakat.
Untuk konteks hukum publik yang berdekatan, Anda juga bisa membaca perbedaan hukum tata negara dan hukum administrasi negara.