Scroll untuk baca artikel
Rupa

Mengenal Lebih Dekat: Apa itu Empty Sella Syndrome

×

Mengenal Lebih Dekat: Apa itu Empty Sella Syndrome

Sebarkan artikel ini
Empty Sella Syndrome

Empty sella syndrome (ESS) adalah suatu kondisi di mana sella tursika, ruang tulang kecil di tengkorak yang berisi kelenjar pituitari, kosong dari jaringan hipofisis normal. Sindrom ini mungkin disebabkan oleh tumor, pembedahan, atau terapi radiasi yang merusak kelenjar pituitar.

Pendahuluan: definisi singkat empty sella syndrome 

Empty sella syndrome adalah suatu kondisi di mana sella tursika, rongga kecil berbentuk pelana di dasar otak, kosong dari jaringan kelenjar hipofisis normal. Kelenjar pituitari adalah struktur seukuran kacang yang berada di dasar otak dan mengeluarkan hormon yang mengontrol banyak fungsi tubuh. 

Penyebab: apa yang dapat menyebabkan empty sella syndrome 

Empty sella syndrome adalah suatu kondisi di mana sella tursika, struktur tulang di dasar otak, berongga. Penyebab empty sella syndrome tidak diketahui, tetapi mungkin disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk trauma kepala, tumor, dan infeksi. 

Gejala: apa gejala paling umum dari empty sella syndrome? 

Kebanyakan orang yang didiagnosis dengan empty sella syndrome tidak mengalami gejala apapun. 

Diagnosis: bagaimana empty sella syndrome didiagnosis? 

Empty sella syndrome adalah suatu kondisi di mana sella tursika, rongga tulang di dasar otak, kosong. Ini dapat disebabkan oleh sejumlah hal yang berbeda, termasuk tumor, infeksi, atau pendarahan. Ini juga bisa disebabkan oleh kondisi yang disebut obesitas hipotalamus, di mana hipotalamus (bagian otak yang mengontrol rasa lapar dan suhu tubuh) membesar dan menekan sella tursika, menyebabkannya kolaps.

Baca Juga!  Dampak Abu Vulkanis pada Kondisi Geografis

Kebanyakan orang dengan empty sella syndrome tidak memiliki gejala apapun. Namun, beberapa orang mungkin mengalami masalah dengan penglihatan mereka, seperti penglihatan ganda atau penglihatan terowongan. Mereka mungkin juga memiliki masalah dengan keseimbangan atau koordinasi mereka.

Empty sella syndrome biasanya didiagnosis dengan CT scan atau MRI scan kepala. 

Pengobatan: apa pengobatan untuk empty sella syndrome? 

Empty sella syndrome (ESS) adalah suatu kondisi di mana sella tursika, rongga tulang kecil di dasar otak, kosong dari isi normalnya. Kelenjar pituitari, yang biasanya terletak di sella tursika, mungkin hilang atau mungkin kecil dan berhenti berkembang.

Penyebab ESS tidak diketahui, tetapi mungkin disebabkan oleh berbagai kondisi seperti trauma kepala, infeksi, tumor, atau terapi radiasi.

ESS dapat tidak menimbulkan gejala sama sekali, atau dapat menyebabkan berbagai gejala tergantung pada bagian otak mana yang terpengaruh. Beberapa gejala umum termasuk sakit kepala, masalah penglihatan, mual dan muntah, pusing dan masalah keseimbangan, dan masalah dengan suasana hati atau konsentrasi.

Tidak ada obat untuk ESS, tetapi pilihan pengobatan tersedia untuk membantu meringankan gejala. 

Prognosis: bagaimana prognosis seseorang dengan empty sella syndrome? 

Empty sella syndrome (ESS) adalah suatu kondisi yang mempengaruhi kelenjar pituitari. Kelenjar pituitari terletak di dasar otak, dan bertanggung jawab untuk memproduksi hormon yang mengontrol banyak fungsi tubuh yang penting. ESS terjadi ketika sella tursika, rongga kecil di tengkorak yang menampung kelenjar pituitari, menjadi kosong. Tidak jelas apa yang menyebabkan ESS, tetapi mungkin karena masalah dengan pembuluh darah yang memasok kelenjar pituitari, atau dengan sel-sel yang membentuk kelenjar itu sendiri.

ESS dapat menyebabkan berbagai macam gejala, tergantung pada hormon mana yang terpengaruh. Gejalanya bisa termasuk sakit kepala, masalah penglihatan, kelelahan, penambahan atau penurunan berat badan, dan perubahan suasana hati atau dorongan seks. Tidak ada obat untuk ESS, tetapi pilihan pengobatan tersedia untuk membantu mengelola gejala. 

Baca Juga!  Apa Saja Unsur-Unsur Utama Teks Eksposisi?

Kesimpulan 

Empty sella syndrome adalah gangguan yang mempengaruhi kelenjar pituitari. Kelenjar pituitari terletak di dasar otak dan bertanggung jawab untuk melepaskan hormon yang mengontrol banyak fungsi tubuh yang penting. Ketika sella tursika (struktur tulang kecil di dasar otak) kosong, ini menunjukkan bahwa kelenjar pituitari telah rusak. Ini dapat menyebabkan berbagai gejala, tergantung pada hormon mana yang tidak dilepaskan dengan benar.

Gejala paling umum dari empty sella syndrome adalah tekanan darah tinggi. Gejala lain mungkin termasuk sakit kepala, masalah penglihatan, kelelahan, dan masalah kesuburan. Dalam beberapa kasus, mungkin tidak ada gejala sama sekali.

Penyebab empty sella syndrome tidak selalu diketahui, tetapi mungkin disebabkan oleh trauma kepala, pembedahan, atau terapi radiasi. Ini juga bisa menjadi efek samping dari obat-obatan tertentu. 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *