Scroll untuk baca artikel
Gaya Hidup

8 Ciri-Ciri Panic Attack Kambuh

×

8 Ciri-Ciri Panic Attack Kambuh

Sebarkan artikel ini
Panic Attack
Panic Attack - Photo by Ehimetalor Akhere Unuabona

Menurut Anxiety and Depression Association of America, panic attack ditandai dengan timbulnya rasa takut atau ketidaknyamanan yang intens secara tiba-tiba yang memuncak dalam beberapa menit. Banyak orang yang mengalami panic attack menggambarkan perasaan seperti sedang mengalami serangan jantung atau menjadi gila. Gejala serangan panik mungkin termasuk berkeringat, nyeri dada, jantung berdebar kencang, sesak napas, pusing, dan kesemutan atau mati rasa di tangan dan kaki. Orang sering melaporkan merasakan kebutuhan yang kuat untuk melarikan diri atau melarikan diri dari situasi tersebut.

Apa itu serangan panik?

Ketika seseorang mengalami serangan panik, itu bisa sangat menakutkan dan luar biasa. Ada beberapa karakteristik yang akan dimiliki panic attack. Penting untuk mengetahui apa itu sehingga Anda dapat mencoba mengatasinya.

Serangan panik adalah ketika seseorang tiba-tiba merasa takut atau cemas. Ini bisa disertai dengan jantung yang berdebar kencang, berkeringat, gemetar, sesak napas, dan merasa seperti akan mati. Gejala-gejala ini dapat berlangsung selama beberapa menit atau bahkan lebih lama. Serangan panik dapat terjadi secara tiba-tiba, atau dipicu oleh sesuatu seperti fobia tertentu.

Jika Anda pernah mengalami panic attack, penting untuk mencari bantuan dari profesional kesehatan mental sehingga Anda dapat belajar bagaimana mengelola kecemasan Anda dan mencegah serangan di masa depan.

Apa saja gejala panic attack berulang?

Serangan panik adalah perasaan cemas yang tiba-tiba dan intens yang bisa terasa sangat luar biasa. Itu bisa muncul entah dari mana, dan bisa sangat sulit untuk dikelola. Jika Anda pernah mengalami serangan panik sebelumnya, Anda mungkin berisiko mengalami panic attack lainnya. Berikut adalah beberapa gejala yang harus diwaspadai:

Palpitasi jantung

Ketika Anda mengalami jantung berdebar, rasanya seperti jantung Anda berdetak terlalu keras atau cepat, melompat-lompat, atau berdebar-debar. Jantung berdebar bisa mengganggu dan bahkan menakutkan. Meskipun biasanya tidak berbahaya, mereka terkadang bisa menjadi tanda kondisi jantung yang mendasarinya.

Baca Juga!  Nyeri Dada Sebelah Kiri: Kapan Kamu Harus Khawatir?

Jantung berdebar memiliki karakteristik yang berbeda dengan jenis gangguan kecemasan lainnya. Misalnya, jantung berdebar lebih mungkin terjadi saat Anda berbaring atau selama aktivitas fisik. Mereka juga lebih mungkin terjadi di pagi hari setelah Anda bangun.

Berkeringat

Berkeringat adalah salah satu gejala paling umum dari panic attack yang kambuh. Ini dapat disebabkan oleh sejumlah hal yang berbeda, termasuk kecemasan, ketakutan, atau stres. Jika Anda mengalami berkeringat sebagai gejala serangan panik yang kambuh, ada beberapa hal yang bisa Anda lakukan untuk mengatasinya.

Pertama, cobalah untuk merilekskan tubuh dan pikiran Anda. Ini dapat dilakukan dengan mengambil napas dalam-dalam dan lambat dan berfokus pada pikiran positif. Jika pikiran Anda berpacu, cobalah untuk fokus pada satu hal pada satu waktu dan hitung sampai 10 secara perlahan. Kedua, cobalah untuk mendinginkan suhu tubuh Anda dengan minum air dingin atau mandi air dingin. Ini akan membantu menurunkan detak jantung dan menenangkan saraf Anda.

Terakhir, jika Anda masih merasa cemas atau berkeringat, jangan ragu untuk mencari bantuan profesional.

Sesak napas

Saat mengalami panic attack, rasanya seperti tidak bisa bernapas. Jantung Anda berdebar kencang, dada Anda sesak, dan Anda bahkan mungkin merasa akan pingsan. Ini adalah salah satu pengalaman paling menakutkan yang bisa Anda alami.

Serangan panik adalah episode kecemasan yang tiba-tiba dan intens. Biasanya muncul tanpa peringatan dan memuncak dalam 10 menit. Tapi efeknya bisa bertahan lebih lama.

Kebanyakan orang yang mengalami serangan panik tidak memerlukan perhatian medis. Tetapi bagi sebagian orang, pengalaman itu sangat parah sehingga mengganggu kehidupan sehari-hari mereka.

Sakit dada

Jika Anda mengalami nyeri dada, itu mungkin akibat dari panic attack. Serangan panik bisa sangat menakutkan, dan nyeri dada seringkali merupakan salah satu gejala yang paling parah. Sementara nyeri dada biasanya tidak menunjukkan serangan jantung, itu bisa sangat tidak nyaman dan membuat sulit bernapas. Jika Anda mengalami nyeri dada akibat panic attack, ada beberapa hal yang dapat Anda lakukan untuk mencoba meredakan gejalanya:

Baca Juga!  Cara Mengukur Berat Badan Ideal

Pertama, cobalah untuk fokus pada pernapasan Anda. Ambil napas dalam-dalam dan lambat dan cobalah untuk merilekskan tubuh Anda sebanyak mungkin. Penting juga untuk diingat bahwa nyeri dada tidak menunjukkan masalah kesehatan yang serius, jadi cobalah untuk tidak panik. Jika memungkinkan, duduk atau berbaringlah dalam posisi yang nyaman dan tutup mata Anda sampai gejalanya mulai mereda.

Mual

Ketika Anda mengalami serangan panik, mungkin sulit untuk mengetahui apa yang harus dilakukan. Anda mungkin merasa seperti akan pingsan, terkena serangan jantung, atau mati. Gejala-gejala ini bisa sangat menakutkan jika Anda belum pernah mengalami panic attack sebelumnya.

Jika Anda memiliki gangguan kecemasan, Anda mungkin berisiko kambuh. Kambuh adalah ketika gejala Anda kembali setelah beberapa waktu tanpa gejala tersebut. Jika Anda khawatir akan kambuh, ada beberapa hal yang dapat Anda lakukan untuk membantu mencegahnya.

Salah satu cara untuk membantu mencegah kekambuhan adalah dengan mengunduh aplikasi Anxiety Attack Relief. Aplikasi ini telah dirancang khusus untuk orang yang menderita gangguan kecemasan. Ini memberikan informasi tentang apa yang harus dilakukan selama serangan dan bagaimana mengatasinya setelah itu.

Cara lain untuk membantu mencegah kekambuhan adalah mengikuti rencana perawatan Anda.

Pusing

Ketika Anda mengalami serangan panik, rasanya seperti dunia berputar. Anda mungkin merasa pusing, pusing, atau goyah. Ini semua adalah gejala panic attack yang kambuh.

Jika Anda pernah mengalami serangan panik sebelumnya, Anda tahu betapa menakutkannya mereka. Jantung Anda berdebar kencang, Anda tidak bisa bernapas, dan Anda mungkin merasa akan pingsan. Bagi sebagian orang, serangan ini sangat parah sehingga mereka pergi ke ruang gawat darurat karena mengira mereka mengalami serangan jantung.

Untungnya, ada perawatan yang tersedia yang dapat membantu Anda mengelola panic attack dan mengembalikan hidup Anda ke jalur yang benar. Jika Anda mengalami salah satu gejala serangan panik yang kambuh, jangan ragu untuk mencari bantuan.

Gemetar

Ketika seseorang yang pernah mengalami serangan panik di masa lalu mulai merasa cemas dan jantungnya berdebar kencang, mereka mungkin mulai khawatir akan kambuh. Ada karakteristik tertentu yang dimiliki oleh serangan panik yang kambuh yang dapat membantu seseorang mengidentifikasi apakah mereka mengalaminya atau tidak.

Baca Juga!  Hidup Sederhana: Kunci Menuju Keseimbangan dan Kebahagiaan

Seseorang yang mengalami serangan panik yang kambuh mungkin merasa seperti akan mati atau kehilangan kendali. Mereka mungkin juga memiliki perasaan derealisasi, yaitu ketika dunia di sekitar mereka terasa tidak nyata. Selain itu, mereka mungkin mengalami depersonalisasi, yaitu ketika mereka merasa seperti berada di luar tubuh mereka sendiri.

Jika Anda mengalami gejala-gejala ini, penting untuk mencari bantuan dari seorang profesional yang dapat membantu Anda dalam mengelola kecemasan Anda.

Takut kehilangan kendali atau sekarat

Saat Anda mengalami serangan panik, Anda mungkin merasa kehilangan kendali atau akan mati. Gejala fisik – seperti jantung berdebar, sesak napas, dan pusing – bisa sangat menakutkan. Jika Anda pernah mengalami hal ini sebelumnya, Anda mungkin mulai merasa panik saat mulai mengalami gejala ini lagi. Kabar baiknya adalah ada beberapa hal yang dapat Anda lakukan untuk membantu menenangkan diri Anda. Berikut adalah beberapa tips:

  • Ambil napas dalam-dalam dan cobalah untuk fokus pada pernapasan Anda. Ini akan membantu memperlambat detak jantung Anda dan memudahkan Anda untuk berpikir jernih.
  • Ingatlah bahwa gejala fisik tidak berbahaya dan pada akhirnya akan hilang. Cobalah untuk rileks sebanyak mungkin dan keluar dari gelombang kecemasan.

Kesimpulan: cara mendapatkan bantuan untuk panic attack

Jika Anda berjuang denganpanic attack, tidak ada salahnya meminta bantuan. Langkah pertama adalah mengakui bahwa Anda membutuhkan bantuan dan kemudian mengambil tindakan untuk mendapatkan bantuan yang Anda butuhkan. Berikut adalah beberapa cara untuk mendapatkan bantuan untuk serangan panik:

  1. Bicaralah dengan dokter Anda. Dokter perawatan primer Anda dapat membantu Anda mengidentifikasi apakah Anda mengalami serangan panik dan dapat menawarkan panduan tentang cara mengobatinya. Ia juga dapat merujuk Anda ke profesional kesehatan mental untuk evaluasi dan perawatan lebih lanjut.
  2. Cari terapi. Seorang terapis dapat membantu Anda memahami dan mengelola kecemasan dan serangan panik Anda. Dia mungkin juga memberikan teknik koping dan relaksasi untuk membantu Anda mengatasi gejala Anda.
  3. Bergabunglah dengan kelompok pendukung. Seringkali ada kelompok yang tersedia untuk membantu orang yang menderita panic attack mengatasi kondisi mereka.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *