Read More
Sunan Ampel: Biografi, Sejarah, Peninggalan & Falsafah Moh Limo [Lengkap]
Budaya

Sunan Ampel: Biografi, Sejarah, Peninggalan & Falsafah Moh Limo [Lengkap]

Sunan Ampel (Raden Rahmat) adalah Bapak Para Wali dari Wali Songo yang mendirikan Pesantren Ampel Denta di Surabaya. Beliau berperan sentral dalam penyebaran Islam di Jawa melalui pendidikan, dakwah, dan falsafah Moh Limo yang masih relevan hingga saat ini.

TS
Tari Santika
11 Apr 2026 5 menit
Sunan Ampel: Biografi, Sejarah, Peninggalan & Falsafah Moh Limo [Lengkap]

Isi artikel

Sunan Ampel, atau yang memiliki nama asli Raden Rahmat (Sayyid Ali Rahmatullah), adalah salah satu anggota Wali Songo yang paling berpengaruh dalam penyebaran agama Islam di Pulau Jawa. Beliau dikenal sebagai "Bapak Para Wali" karena banyak keturunan dan muridnya yang kemudian menjadi anggota Wali Songo, termasuk Sunan Bonang, Sunan Drajat, dan menantunya Sunan Giri. Sunan Ampel mendirikan Pesantren Ampel Denta di Surabaya, yang menjadi pusat pendidikan Islam tertua dan paling berpengaruh di Nusantara pada abad ke-15.

Kompleks makam dan masjid bersejarah Sunan Ampel di Surabaya dengan arsitektur khas Jawa-Arab

Biografi dan Asal Usul Sunan Ampel

Sunan Ampel lahir pada tahun 1401 Masehi di Kerajaan Champa (sekarang wilayah Vietnam Selatan). Beliau adalah putra dari pasangan Syekh Ibrahim As-Samarqandy — yang juga dikenal sebagai Maulana Malik Ibrahim atau Sunan Gresik — dan Dewi Candrawulan, seorang putri kerajaan Majapahit. Dengan garis keturunan ini, Sunan Ampel memiliki darah bangsawan dari dua kerajaan besar: Champa dan Majapahit.

Pada tahun 1443 M, Raden Rahmat tiba di Pulau Jawa, singgah di Tuban sebelum akhirnya menuju Majapahit. Di Majapahit, beliau menemui bibinya yaitu Dwarawati, salah satu istri Raja Majapahit, dan mendapatkan restu untuk mendirikan pesantren di daerah Ampel, Surabaya.

Berdasarkan catatan dalam Sedjarah Regent Soerabaja, Raden Rahmat kemudian diangkat menjadi Adipati Surabaya menggantikan Arya Lembu Suro. Gelar "Sunan" disematkan kepadanya, dan sejak itu beliau dikenal sebagai Sunan Ampel atau Sunan Ampeldenta.

Peran dalam Penyebaran Islam di Jawa

Sunan Ampel memainkan peran sentral dalam penyebaran Islam di Jawa melalui tiga jalur utama: dakwah, pendidikan, dan pembentukan kader. Beliau tidak hanya menyebarkan Islam secara langsung, tetapi juga mempersiapkan kader-kader ulama yang kemudian ditempatkan di berbagai wilayah di Pulau Jawa.

Pesantren Ampel Denta yang didirikannya menjadi lembaga pendidikan Islam pertama yang paling berpengaruh di Nusantara. Dari pesantren inilah lahir generasi ulama yang menyebarkan Islam ke seluruh Jawa dan bahkan luar Jawa. Menurut catatan sejarah, Sunan Ampel juga berperan dalam mendirikan Masjid Agung Demak pada tahun 1479 M, yang kemudian menjadi simbol kejayaan Islam di Jawa.

Kader-Kader Utama Sunan Ampel

Berikut adalah kader-kader yang disiapkan Sunan Ampel untuk menyebarkan Islam ke berbagai wilayah:

NamaHubunganWilayah Dakwah
Sunan BonangAnak kandungTuban dan Lasem
Sunan DrajatAnak kandungLamongan
Sunan GiriMenantuGresik
Raden PatahMenantuDemak (Pendiri Kesultanan Demak)
Sunan KudusMuridKudus
Sunan KalijagaMuridDemak, Kadilangu

Falsafah Moh Limo: Ajaran Moral Sunan Ampel

Satu peninggalan paling terkenal dari Sunan Ampel adalah falsafah Moh Limo (juga ditulis Mohlimo). "Moh" berarti "tidak mau" dan "Limo" berarti "lima" dalam bahasa Jawa. Falsafah ini berisi lima larangan yang menjadi pedoman moral masyarakat:

  1. Moh Mabok — Tidak mau mabuk, mengonsumsi minuman keras, dan zat terlarang.
  2. Moh Madon — Tidak mau berzina dan melakukan perbuatan tidak senonoh.
  3. Moh Madat — Tidak mau mengonsumsi narkotika dan zat adiktif.
  4. Moh Maling — Tidak mau mencuri dan mengambil hak orang lain.
  5. Moh Main — Tidak mau berjudi dan melakukan permainan yang tidak bermanfaat.

Falsafah Moh Limo ini sangat relevan hingga saat ini dan menjadi landasan moral yang diajarkan dalam pendidikan karakter di masyarakat Jawa. Ajaran ini menunjukkan bagaimana Sunan Ampel menyampaikan nilai-nilai Islam melalui bahasa dan budaya lokal yang mudah dipahami oleh masyarakat.

Peninggalan Sunan Ampel

Sunan Ampel meninggal dunia pada tahun 1481 M dan dimakamkan di kompleks Masjid Ampel, Kelurahan Ampel, Kecamatan Semampir, Kota Surabaya, Jawa Timur. Hingga kini, makam dan masjid tersebut menjadi salah satu situs ziarah Islam terpenting di Indonesia.

Masjid Ampel

Masjid Ampel diperkirakan dibangun pada tahun 1421 M dan merupakan salah satu masjid tertua di Indonesia. Masjid ini memiliki arsitektur yang memadukan gaya Arab, Tiongkok, dan Jawa kuno. Kompleks masjid dikelilingi oleh bangunan-bangunan dengan arsitektur khas yang mencerminkan keberagaman budaya perdagangan di pelabuhan Surabaya pada masa itu.

Kompleks Makam

Untuk menuju kompleks makam Sunan Ampel, pengunjung harus melewati 9 gapura yang melambangkan jumlah Wali Songo dan arah mata angin. Dari sembilan gapura tersebut, tiga di antaranya masih merupakan bangunan asli peninggalan masa Sunan Ampel. Makam Sunan Ampel terletak di sebelah barat masjid, bersebelahan dengan makam istri pertamanya.

Sumur Ampel

Di dalam kompleks masjid terdapat sumur bertuah yang dipercaya oleh masyarakat memiliki air berkah. Banyak peziarah yang meminum atau membawa pulang air dari sumur ini sebagai bentuk penghormatan spiritual.

Masjid Ampel sebagai Destinasi Wisata Religi

Masjid Ampel bukan hanya tempat ibadah dan ziarah, tetapi juga telah berkembang menjadi kawasan wisata religi yang lengkap. Di sekitar masjid terdapat Pasar Ampel yang menjual berbagai oleh-oleh khas, permata, dan barang-barang dari Timur Tengah. Kawasan ini menjadi salah satu ikon wisata religi Surabaya yang dikunjungi ribuan peziarah setiap tahunnya, terutama pada malam-malam bulan Ramadan dan hari-hari besar Islam.

Bagi wisatawan yang ingin berkunjung, kawasan Masjid Ampel berlokasi di Jl. Masjid Ampel, Kelurahan Ampel, Kecamatan Semampir, Kota Surabaya. Kawasan ini mudah diakses dan tersedia berbagai fasilitas seperti area parkir, tempat wudhu, dan warung makan.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Siapa nama asli Sunan Ampel?

Nama asli Sunan Ampel adalah Raden Rahmat atau Sayyid Ali Rahmatullah. Beliau lahir di Kerajaan Champa (Vietnam) pada tahun 1401 Masehi.

Di mana makam Sunan Ampel berada?

Makam Sunan Ampel berada di kompleks Masjid Ampel, Jl. Masjid Ampel, Kelurahan Ampel, Kecamatan Semampir, Kota Surabaya, Jawa Timur. Kompleks makam ini terbuka untuk umum dan dapat diziarahi kapan saja.

Apa itu falsafah Moh Limo?

Moh Limo adalah falsafah karya Sunan Ampel yang berisi lima larangan: Moh Mabok (tidak mabuk), Moh Madon (tidak berzina), Moh Madat (tidak narkoba), Moh Maling (tidak mencuri), dan Moh Main (tidak berjudi).

Mengapa Sunan Ampel disebut "Bapak Para Wali"?

Sunan Ampel disebut "Bapak Para Wali" karena banyak keturunan dan muridnya yang menjadi anggota Wali Songo. Anak-anaknya (Sunan Bonang, Sunan Drajat), menantunya (Sunan Giri, Raden Patah), dan murid-muridnya (Sunan Kudus, Sunan Kalijaga) semuanya merupakan tokoh besar penyebar Islam di Jawa.

Kapan Masjid Ampel dibangun?

Masjid Ampel diperkirakan dibangun pada tahun 1421 M dan merupakan salah satu masjid tertua di Indonesia. Masjid ini memiliki arsitektur unik yang memadukan gaya Arab, Tiongkok, dan Jawa kuno.

TS

Tari Santika

kontributor

Profil

Komentar

Nama
Email
Komentar

Komentar sebagai tamu akan ditinjau sebelum dipublikasikan.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!