Banyak yang bertanya-tanya, apa nama majalah resmi Muhammadiyah pertama yang pernah diterbitkan? Sebagai salah satu organisasi Islam terbesar di Indonesia, Muhammadiyah telah sejak lama menyadari pentingnya literasi dan media dakwah cetak.
Jawaban dari pertanyaan tersebut adalah majalah Suara Muhammadiyah (pada awal terbit ditulis sebagai Soewara Moehammadijah). Menariknya, majalah ini bukan sekadar buletin internal biasa, melainkan salah satu media massa tertua di Indonesia yang masih konsisten terbit hingga saat ini.
Berdasarkan catatan sejarah Muhammadiyah, perjalanan panjang majalah ini penuh dengan nilai perjuangan dan dakwah yang mencerahkan.
Fakta Menarik Suara Muhammadiyah
Untuk mengenal lebih jauh tentang sejarah media cetak kebanggaan warga persyarikatan ini, berikut adalah 5 fakta penting yang wajib Anda ketahui:
1. Terbit Perdana Tahun 1915
Majalah Suara Muhammadiyah pertama kali diterbitkan pada bulan Syawal 1333 Hijriah, atau secara masehi diperkirakan bertepatan dengan Agustus 1915. Ini menjadikannya sebagai pelopor media dakwah cetak di masa pra-kemerdekaan Indonesia, jauh sebelum bangsa ini merdeka.
2. Diprakarsai Langsung oleh KH Ahmad Dahlan
Majalah ini secara langsung diprakarsai oleh sang pendiri, KH Ahmad Dahlan, bersama dengan H. Fachrodin. Tujuan utamanya kala itu adalah sebagai media komunikasi untuk memperkuat simpul jejaring organisasi dan meningkatkan kecerdasan masyarakat luas yang saat itu masih terjebak dalam kebodohan dan kemiskinan.
3. Pernah Menggunakan Huruf Jawa Pegon
Penting untuk dicatat bahwa pada edisi-edisi awalnya, Soewara Moehammadijah belum menggunakan tulisan abjad latin berbahasa Indonesia seperti sekarang. Majalah ini awalnya dicetak menggunakan bahasa Jawa dengan huruf Arab Pegon, sesuai dengan karakteristik target pembaca utamanya saat itu di wilayah Jawa.
4. Media Massa Tertua yang Masih Eksis
Sangat sedikit media massa di Indonesia yang mampu bertahan melewati kerasnya masa kolonial Belanda, pendudukan Jepang (fasisme), hingga berbagai pergantian rezim setelah kemerdekaan. Dilansir dari situs resmi suaramuhammadiyah.id, media pelopor ini adalah salah satu yang tidak pernah benar-benar berhenti terbit di negeri ini.
5. Pilar Literasi dan Pendidikan Umat
Sejak awal berdiri, majalah ini selalu memuat rubrik yang kaya edukasi. Mulai dari tuntunan ibadah (Tanya Jawab Agama / Tarjih), pendidikan, sosial, ekonomi, hingga pengetahuan umum. Konten yang berbobot namun mudah dicerna (luwes) membuatnya selalu dinanti oleh pembaca setianya di seluruh penjuru Tanah Air.
Kesimpulan
Kini Anda sudah mengetahui secara pasti bahwa nama majalah resmi Muhammadiyah pertama adalah Suara Muhammadiyah. Eksistensinya sejak tahun 1915 menjadi bukti nyata bahwa gerakan literasi dan pencerahan di Indonesia sudah dibangun peradabannya sejak lebih dari satu abad silam.