Read More
5 Fakta Majalah Resmi Muhammadiyah Pertama, Sudah Terbit Sejak 1915!
Sejarah

5 Fakta Majalah Resmi Muhammadiyah Pertama, Sudah Terbit Sejak 1915!

FE
Frans Eka
9 Mar 2026 2 menit
Jadikan readmore.id sebagai preferensi terpercayamu di Google
5 Fakta Majalah Resmi Muhammadiyah Pertama, Sudah Terbit Sejak 1915!

Isi artikel

Banyak yang bertanya-tanya, apa nama majalah resmi Muhammadiyah pertama yang pernah diterbitkan? Sebagai salah satu organisasi Islam terbesar di Indonesia, Muhammadiyah telah sejak lama menyadari pentingnya literasi dan media dakwah cetak.

Jawaban dari pertanyaan tersebut adalah majalah Suara Muhammadiyah (pada awal terbit ditulis sebagai Soewara Moehammadijah). Menariknya, majalah ini bukan sekadar buletin internal biasa, melainkan salah satu media massa tertua di Indonesia yang masih konsisten terbit hingga saat ini.

Berdasarkan catatan sejarah Muhammadiyah, perjalanan panjang majalah ini penuh dengan nilai perjuangan dan dakwah yang mencerahkan.

Fakta Menarik Suara Muhammadiyah

Untuk mengenal lebih jauh tentang sejarah media cetak kebanggaan warga persyarikatan ini, berikut adalah 5 fakta penting yang wajib Anda ketahui:

Sejarah Mesin Cetak Muhammadiyah

1. Terbit Perdana Tahun 1915

Majalah Suara Muhammadiyah pertama kali diterbitkan pada bulan Syawal 1333 Hijriah, atau secara masehi diperkirakan bertepatan dengan Agustus 1915. Ini menjadikannya sebagai pelopor media dakwah cetak di masa pra-kemerdekaan Indonesia, jauh sebelum bangsa ini merdeka.

2. Diprakarsai Langsung oleh KH Ahmad Dahlan

Majalah ini secara langsung diprakarsai oleh sang pendiri, KH Ahmad Dahlan, bersama dengan H. Fachrodin. Tujuan utamanya kala itu adalah sebagai media komunikasi untuk memperkuat simpul jejaring organisasi dan meningkatkan kecerdasan masyarakat luas yang saat itu masih terjebak dalam kebodohan dan kemiskinan.

3. Pernah Menggunakan Huruf Jawa Pegon

Penting untuk dicatat bahwa pada edisi-edisi awalnya, Soewara Moehammadijah belum menggunakan tulisan abjad latin berbahasa Indonesia seperti sekarang. Majalah ini awalnya dicetak menggunakan bahasa Jawa dengan huruf Arab Pegon, sesuai dengan karakteristik target pembaca utamanya saat itu di wilayah Jawa.

4. Media Massa Tertua yang Masih Eksis

Sangat sedikit media massa di Indonesia yang mampu bertahan melewati kerasnya masa kolonial Belanda, pendudukan Jepang (fasisme), hingga berbagai pergantian rezim setelah kemerdekaan. Dilansir dari situs resmi suaramuhammadiyah.id, media pelopor ini adalah salah satu yang tidak pernah benar-benar berhenti terbit di negeri ini.

5. Pilar Literasi dan Pendidikan Umat

Sejak awal berdiri, majalah ini selalu memuat rubrik yang kaya edukasi. Mulai dari tuntunan ibadah (Tanya Jawab Agama / Tarjih), pendidikan, sosial, ekonomi, hingga pengetahuan umum. Konten yang berbobot namun mudah dicerna (luwes) membuatnya selalu dinanti oleh pembaca setianya di seluruh penjuru Tanah Air.

Kesimpulan

Kini Anda sudah mengetahui secara pasti bahwa nama majalah resmi Muhammadiyah pertama adalah Suara Muhammadiyah. Eksistensinya sejak tahun 1915 menjadi bukti nyata bahwa gerakan literasi dan pencerahan di Indonesia sudah dibangun peradabannya sejak lebih dari satu abad silam.

FE

Frans Eka

admin

Profil

Komentar

Nama
Email
Komentar

Komentar sebagai tamu akan ditinjau sebelum dipublikasikan.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!