Cara mengolah jeroan kurban agar tidak bau adalah dengan memisahkan jenis jeroan, membersihkannya sampai tidak berlendir, merebusnya bersama jahe, daun salam, daun jeruk, serai, dan lengkuas, lalu membuang air rebusan pertama jika aromanya terlalu kuat. Setelah itu, jeroan bisa dimasak ulang menjadi gulai, oseng, soto, atau sambal goreng.
Jeroan seperti babat, paru, hati, limpa, dan usus punya tekstur serta aroma yang berbeda. Karena itu, cara membersihkannya tidak bisa disamakan semuanya. Bagian yang berlendir dan berongga biasanya butuh perhatian ekstra.
Jenis Jeroan dan Cara Membersihkannya
| Jenis Jeroan | Masalah Umum | Cara Awal |
|---|---|---|
| Babat | Aroma kuat, permukaan kasar | Kerok perlahan, cuci, rebus rempah |
| Usus | Lendir dan bau tajam | Balik, bersihkan, beri garam/jeruk nipis secukupnya |
| Paru | Busa saat direbus | Rebus, buang busa, tiriskan |
| Hati | Mudah pahit dan keras | Buang selaput, jangan overcook |
| Limpa | Tekstur padat | Rebus sampai empuk sebelum dibumbui |
Bumbu Rebus agar Jeroan Tidak Bau
- 3 lembar daun salam
- 4 lembar daun jeruk
- 2 batang serai, memarkan
- 3 cm jahe, memarkan
- 3 cm lengkuas, memarkan
- 1 sdt garam
- Air secukupnya sampai jeroan terendam
Langkah Mengolah Jeroan Kurban
- Pisahkan jeroan berdasarkan jenisnya. Jangan campur usus dengan hati atau paru sejak awal.
- Cuci di air mengalir secukupnya sampai kotoran terlihat hilang.
- Untuk usus, balik bagian dalamnya, bersihkan lendir, lalu bilas sampai air relatif jernih.
- Rebus jeroan bersama bumbu aromatik selama 15-20 menit, lalu buang air rebusan pertama jika baunya kuat.
- Rebus ulang sampai teksturnya lebih empuk. Babat dan usus biasanya butuh waktu lebih lama dibanding hati.
- Tiriskan, potong sesuai kebutuhan, lalu masak dengan bumbu utama.
Tips agar Jeroan Empuk
Babat dan usus bisa direbus 45-90 menit dengan panci biasa, tergantung ukuran potongan. Jika memakai presto, waktu bisa lebih singkat. Untuk teknik melunakkan daging dan bagian alot lain, kamu bisa membaca cara memasak daging biar cepat empuk.
Jika jeroan berasal dari pembagian kurban dan belum langsung dimasak, simpan terpisah dari daging utama. Panduan umumnya bisa mengikuti cara menyimpan daging kurban di kulkas, tetapi jeroan sebaiknya dimasak lebih cepat karena lebih mudah berubah aroma.
Catatan Keamanan Pangan
USDA FSIS menyebut organ dan variety meats seperti hati, ginjal, dan lidah sebaiknya dimasak hingga suhu internal 160 derajat Fahrenheit atau sekitar 71 derajat Celsius. Rujukan ini bisa dibaca di halaman Beef From Farm to Table.
Jangan mencicipi jeroan yang belum matang sempurna. Gunakan talenan berbeda untuk bahan mentah dan makanan matang, lalu cuci pisau serta tangan setelah memegang jeroan mentah.
Ide Masakan dari Jeroan Kurban
- Sambal goreng hati: Cocok untuk hati sapi yang dipotong dadu.
- Oseng mercon babat: Gunakan babat yang sudah direbus empuk.
- Paru goreng rempah: Rebus paru, iris tipis, lalu goreng sampai kering.
- Soto jeroan: Pakai kuah bening atau kuning dengan jeruk nipis.
Untuk variasi menu daging lainnya, cek juga olahan daging kurban selain sate dan bumbu dasar daging kurban.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Kenapa jeroan kurban bau?
Jeroan memiliki sisa darah, lendir, dan aroma alami yang lebih kuat daripada daging. Pembersihan dan perebusan rempah membantu menguranginya.
Apakah air rebusan pertama harus dibuang?
Jika aromanya kuat atau air sangat keruh, sebaiknya dibuang. Setelah itu jeroan bisa direbus ulang dengan rempah baru.
Berapa lama merebus jeroan?
Hati biasanya lebih cepat matang, sedangkan babat dan usus bisa butuh 45-90 menit dengan panci biasa.
Apakah jeroan bisa disimpan di freezer?
Bisa, tetapi sebaiknya dibersihkan, dipisahkan per jenis, dan dikemas rapat. Untuk kualitas rasa, masak sesegera mungkin.