Read More
Cara Memasak Daging Biar Cepat Empuk: Teknik Rebus, Presto, dan Tips Idul Adha [2026]
Resep

Cara Memasak Daging Biar Cepat Empuk: Teknik Rebus, Presto, dan Tips Idul Adha [2026]

Cara memasak daging biar cepat empuk bisa dilakukan dengan panci presto, teknik 5-30-7, iris melawan serat, dan memasak sesuai jenis potongan. Cocok untuk daging kurban sapi maupun kambing.

Akbar Fauziah
Akbar Fauziah
7 Jun 2024 Diperbarui 27 Apr 2026 4 menit
Jadikan readmore.id sebagai preferensi terpercayamu di Google
Cara Memasak Daging Biar Cepat Empuk: Teknik Rebus, Presto, dan Tips Idul Adha [2026]

Isi artikel

Iklan

Cara memasak daging biar cepat empuk adalah memilih teknik sesuai jenis potongan, mengiris daging melawan serat, memakai panci presto atau teknik rebus hemat gas, serta tidak memasak daging terlalu cepat dengan api besar. Untuk daging kurban, langkah ini penting karena potongan yang diterima sering bercampur antara bagian empuk, berlemak, dan agak alot.

Saat Idul Adha, banyak orang langsung ingin memasak daging menjadi sate, gulai, tongseng, atau semur. Namun, hasil akhirnya sering keras karena daging belum ditangani dengan tepat sejak awal. Kuncinya bukan hanya lama memasak, tetapi juga cara memotong, cara merebus, dan pemilihan bumbu.

Teknik Memasak Daging Biar Cepat Empuk

1. Menggunakan Panci Presto

Panci presto efektif untuk potongan daging yang agak alot karena tekanan tinggi membantu melembutkan serat lebih cepat. Potong daging sesuai kebutuhan, masukkan ke panci, tambahkan air dan bumbu aromatik, lalu masak sesuai petunjuk alat. Untuk potongan sedang, banyak dapur rumahan memakai kisaran 20-30 menit setelah tekanan stabil.

2. Teknik 5-30-7

Teknik 5-30-7 populer karena hemat gas dan bisa dilakukan dengan panci biasa. Caranya: didihkan air, masukkan daging, rebus 5 menit, matikan api dan tutup rapat 30 menit, lalu rebus lagi 7 menit. Teknik ini cocok untuk beberapa potongan, tetapi hasilnya bisa berbeda tergantung ukuran dan jenis daging.

3. Iris Melawan Serat

Irisan melawan serat membuat daging lebih mudah dikunyah. Perhatikan garis serat pada daging, lalu potong menyilang, bukan mengikuti arah serat. Ini sederhana, tetapi sering lebih berpengaruh daripada menambah banyak bahan pengempuk.

4. Gunakan Bahan Alami Secukupnya

Daun pepaya, nanas, dan jahe bisa membantu mengempukkan daging, tetapi jangan berlebihan. Nanas yang terlalu lama menempel bisa membuat tekstur daging lembek tidak enak, sedangkan daun pepaya bisa meninggalkan rasa pahit jika dipakai terlalu lama.

Teknik Berdasarkan Jenis Masakan

MasakanTeknik yang CocokCatatan
Sop dagingRebus perlahan atau prestoGunakan api kecil-sedang setelah mendidih
SemurBraisingMasak dengan bumbu dan cairan sampai meresap
Tongseng/gulaiRebus awal lalu masak bumbuCocok untuk kambing atau sapi berlemak
SateIris kecil dan marinasiJangan pakai potongan terlalu besar
TumisanIris tipisMasak cepat agar tidak keras

Tips Khusus untuk Daging Kurban

  • Jangan mencairkan daging beku di meja dapur terlalu lama.
  • Bagi daging menjadi porsi kecil sebelum disimpan.
  • Pisahkan daging yang akan dimasak hari ini dan yang masuk freezer.
  • Untuk kambing, gunakan rempah aromatik seperti jahe, serai, daun salam, dan daun jeruk.
  • Jika daging masih alot setelah direbus, lanjutkan masak dengan api kecil, bukan api besar.

Kalau stok daging masih banyak, mulai dari panduan cara menyimpan daging kurban di kulkas. Untuk ide masakan, lihat juga olahan daging kurban selain sate dan cara menghilangkan bau prengus daging kambing.

Suhu Aman Saat Memasak Daging

FoodSafety.gov merekomendasikan daging sapi, kambing, domba, dan sejenisnya dalam bentuk steak, roast, atau chops dimasak hingga suhu internal minimal 63°C lalu diistirahatkan 3 menit. Untuk daging giling, patokannya 71°C. Jika memanaskan ulang sisa makanan, suhu aman yang disarankan adalah 74°C.

Di dapur rumahan Indonesia, tidak semua orang punya termometer makanan. Namun, angka ini tetap berguna sebagai standar, terutama untuk keluarga dengan anak, lansia, atau anggota keluarga yang sensitif pencernaannya.

Kesalahan yang Membuat Daging Tetap Alot

  • Memotong daging mengikuti serat.
  • Memasak potongan besar dengan api terlalu besar.
  • Memakai nanas atau daun pepaya terlalu lama.
  • Membuka tutup panci terlalu sering saat proses empuk.
  • Langsung memanggang potongan alot tanpa direbus atau dimarinasi.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Berapa lama merebus daging agar empuk?

Tergantung jenis dan ukuran potongan. Dengan presto bisa sekitar 20-30 menit untuk potongan sedang, sedangkan panci biasa bisa lebih lama. Teknik 5-30-7 bisa membantu untuk beberapa potongan.

Apakah daun pepaya aman untuk mengempukkan daging?

Bisa digunakan secukupnya, tetapi jangan terlalu lama karena dapat memberi rasa pahit dan tekstur terlalu lembek.

Bagaimana cara membuat daging kambing empuk dan tidak prengus?

Iris sesuai serat, gunakan teknik masak perlahan, dan tambahkan rempah aromatik seperti jahe, serai, daun salam, daun jeruk, serta lengkuas.

Apakah daging harus dicuci sebelum dimasak?

Tidak perlu dicuci berlebihan karena percikan air dapat menyebarkan kotoran atau bakteri ke area dapur. Lebih penting menjaga alat dan permukaan dapur tetap bersih.

Kesimpulan

Daging bisa lebih cepat empuk jika dipotong melawan serat, dimasak sesuai jenis potongan, dan tidak dipaksa matang dengan api besar. Untuk daging kurban, rapikan dulu penyimpanan, pilih teknik masak yang tepat, lalu gunakan bumbu sesuai menu agar hasilnya empuk, aman, dan enak dimakan keluarga.

Sumber rujukan: FoodSafety.gov Safe Minimum Internal Temperatures, USDA FSIS Food Safety Basics, dan WHO Five Keys to Safer Food.

Iklan
Akbar Fauziah

Akbar Fauziah

admin

Profil

Komentar

Nama
Email
Komentar

Komentar sebagai tamu akan ditinjau sebelum dipublikasikan.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!