Microaggression adalah komentar, pertanyaan, candaan, atau tindakan kecil yang tampak biasa, tetapi membawa pesan merendahkan, menyudutkan, atau mendiskriminasi kelompok tertentu. Dalam bahasa Indonesia, istilah ini sering disebut mikroagresi.
Microaggression bisa terjadi di sekolah, kampus, kantor, media sosial, atau percakapan sehari-hari. Kadang pelakunya tidak berniat menyakiti, tetapi dampaknya tetap bisa membuat orang lain merasa tidak dihargai, asing, atau direndahkan.
Microaggression Adalah Apa?
Microaggression adalah bentuk perilaku atau ucapan halus yang menyampaikan pesan negatif kepada seseorang karena identitasnya, seperti suku, ras, agama, gender, kondisi fisik, status sosial, usia, bahasa, atau latar belakang tertentu.
Disebut “micro” bukan karena dampaknya kecil, tetapi karena bentuknya sering halus, singkat, atau terselip dalam percakapan biasa. Jika terjadi berulang, dampaknya bisa menumpuk dan mengganggu rasa aman seseorang.
Contoh Microaggression dalam Kehidupan Sehari-hari
- “Kamu pintar juga ya untuk orang dari daerah itu.”
- “Kamu enggak kelihatan seperti orang miskin.”
- “Bahasa Indonesianya bagus, kamu asli mana?”
- “Perempuan kok ambisius banget.”
- “Laki-laki jangan terlalu sensitif.”
- “Kamu pasti jago teknologi karena masih muda.”
- “Ah, itu cuma bercanda. Jangan baper.”
- mengabaikan pendapat seseorang, lalu memuji ide yang sama saat disampaikan orang lain;
- terus salah menyebut nama seseorang meski sudah dikoreksi;
- membuat candaan tentang logat, warna kulit, bentuk tubuh, atau agama.
Beberapa kalimat mungkin terdengar seperti pujian. Namun, di baliknya ada asumsi bahwa orang dari kelompok tertentu biasanya tidak pintar, tidak pantas, atau berbeda dari “standar” yang dianggap normal.
Jenis-Jenis Microaggression
Microaggression sering dibagi menjadi beberapa bentuk:
1. Microinsult
Microinsult adalah ucapan atau tindakan yang secara halus merendahkan identitas seseorang. Contohnya, memuji seseorang dengan cara yang menyiratkan kelompoknya biasanya tidak mampu.
2. Microinvalidation
Microinvalidation adalah sikap yang meniadakan atau meremehkan pengalaman seseorang. Contohnya, “Kamu terlalu sensitif” saat seseorang menjelaskan bahwa sebuah ucapan terasa diskriminatif.
3. Microassault
Microassault adalah tindakan atau ucapan yang lebih jelas menyerang, tetapi sering dibungkus candaan. Contohnya, membuat julukan bernada hinaan kepada kelompok tertentu.
Dampak Microaggression
Satu komentar mungkin terlihat kecil. Namun, jika terjadi berulang, microaggression dapat berdampak serius.
- membuat seseorang merasa tidak diterima;
- menurunkan rasa percaya diri;
- menimbulkan stres dan kelelahan emosional;
- membuat orang takut bicara di ruang publik;
- merusak rasa aman di sekolah, kampus, atau kantor;
- memperkuat stereotip dan diskriminasi;
- membuat korban merasa harus terus membuktikan diri.
Dalam konteks yang lebih luas, microaggression dapat berkaitan dengan stereotip dan intoleransi. Baca juga dampak negatif prejudis dan diskriminasi serta mengapa perilaku intoleransi bisa terjadi.
Microaggression di Tempat Kerja
Di kantor, microaggression bisa muncul dalam rapat, obrolan santai, penilaian kerja, hingga pembagian tugas. Contohnya, karyawan tertentu selalu diminta menjadi “perwakilan” kelompoknya, komentar tentang penampilan dibuat berlebihan, atau ide seseorang diabaikan karena stereotip.
Lingkungan kerja yang sehat perlu membedakan antara candaan yang setara dan candaan yang membuat kelompok tertentu selalu menjadi sasaran. Untuk komunikasi yang lebih sehat, baca juga mengapa kemampuan mendengarkan sama pentingnya dengan berbicara.
Cara Merespons Microaggression
Jika Anda mengalaminya
- ambil jeda sebelum merespons jika situasi membuat emosi naik;
- jelaskan dampaknya, bukan hanya niat pelaku;
- gunakan kalimat seperti, “Mungkin maksudmu bercanda, tapi kalimat itu terasa merendahkan.”
- catat kejadian jika terjadi berulang di sekolah atau tempat kerja;
- cari dukungan dari orang yang aman;
- laporkan melalui jalur resmi jika sudah menjadi pelecehan atau diskriminasi berulang.
Jika Anda dikoreksi
- dengarkan dulu tanpa langsung membela diri;
- hindari menjawab, “Aku kan cuma bercanda”;
- minta maaf secara sederhana jika ucapan Anda menyakiti;
- tanyakan cara menyebut atau membicarakan hal tersebut dengan lebih tepat;
- ubah kebiasaan, bukan hanya meminta orang lain memaklumi.
Cara Mencegah Microaggression
- Periksa asumsi sebelum berbicara. Jangan menilai kemampuan atau sifat orang dari identitas kelompoknya.
- Hindari pujian yang menyimpan stereotip. Misalnya pujian yang diawali “untuk orang seperti kamu...”
- Belajar menyebut nama dan identitas orang dengan benar. Hal kecil ini menunjukkan penghargaan.
- Dengarkan saat seseorang menjelaskan pengalamannya. Jangan langsung mengecilkan perasaannya.
- Bangun budaya komunikasi yang aman. Orang perlu bisa mengoreksi tanpa takut diserang balik.
- Jadikan candaan lebih setara. Jangan menjadikan identitas kelompok tertentu sebagai bahan lucu-lucuan.
FAQ Seputar Microaggression
Apa arti microaggression?
Microaggression adalah ucapan atau tindakan kecil yang tampak biasa, tetapi membawa pesan merendahkan atau menyudutkan seseorang karena identitasnya.
Apa contoh microaggression?
Contohnya berkata, “Kamu pintar juga untuk orang dari daerah itu,” atau meremehkan pengalaman seseorang dengan kalimat, “Kamu terlalu sensitif.”
Apakah microaggression selalu disengaja?
Tidak selalu. Ada microaggression yang terjadi karena kebiasaan atau ketidaktahuan. Namun, dampaknya tetap perlu diperhatikan meski pelaku tidak berniat menyakiti.
Kenapa microaggression berbahaya?
Karena jika terjadi berulang, microaggression bisa menimbulkan stres, rasa tidak aman, kelelahan emosional, dan memperkuat stereotip atau diskriminasi.
Apa bedanya microaggression dan bullying?
Bullying biasanya lebih jelas berupa intimidasi atau serangan berulang, sedangkan microaggression sering lebih halus. Namun, microaggression yang terus terjadi juga bisa menjadi bagian dari lingkungan yang tidak aman.
Bagaimana cara menegur microaggression?
Gunakan kalimat yang menjelaskan dampak, misalnya, “Aku paham mungkin maksudmu bercanda, tetapi kalimat itu terdengar merendahkan.” Sesuaikan respons dengan keamanan situasi.
Kesimpulan
Microaggression adalah ucapan atau tindakan kecil yang terlihat biasa, tetapi dapat menyampaikan pesan merendahkan kepada kelompok tertentu. Dampaknya bisa menumpuk jika terjadi berulang.
Untuk mencegahnya, biasakan memeriksa asumsi, mendengarkan koreksi, dan membangun komunikasi yang lebih menghargai pengalaman orang lain.