Latar waktu adalah keterangan yang menunjukkan kapan peristiwa dalam cerita terjadi. Latar waktu menjawab pertanyaan kapan?, misalnya pagi hari, malam hari, hari Minggu, bulan Agustus, tahun 1945, musim hujan, atau masa kecil tokoh.
Dalam cerita, latar waktu termasuk bagian dari latar atau setting. Latar sendiri biasanya terdiri dari latar tempat, latar waktu, dan latar suasana. Ketiganya membantu pembaca memahami di mana, kapan, dan dalam suasana seperti apa peristiwa terjadi.
Apa Itu Latar Waktu?
Latar waktu adalah unsur cerita yang menerangkan waktu terjadinya peristiwa. Bentuknya bisa sangat jelas, seperti jam dan tanggal, atau lebih umum, seperti masa lampau, zaman kerajaan, musim kemarau, atau ketika tokoh masih kecil.
Contoh sederhana:
- "Pada pagi hari, Rina berangkat ke sekolah lebih awal."
- "Malam itu, hujan turun sangat deras."
- "Cerita itu terjadi pada masa penjajahan Belanda."
- "Ketika masih kecil, Budi sering bermain di tepi sungai."
Bagian yang ditebalkan pada contoh di atas menunjukkan latar waktu karena memberi petunjuk kapan peristiwa berlangsung.
Ciri-Ciri Latar Waktu
Latar waktu biasanya dapat dikenali dari kata atau frasa yang menunjukkan waktu. Ciri-cirinya antara lain:
- menyebut jam, seperti pukul lima sore atau pukul tujuh pagi;
- menyebut bagian hari, seperti pagi, siang, sore, atau malam;
- menyebut hari, tanggal, bulan, atau tahun;
- menyebut musim, seperti musim hujan atau musim kemarau;
- menyebut masa tertentu, seperti zaman kerajaan, masa penjajahan, era modern, atau masa kecil tokoh;
- menggunakan kata keterangan waktu, seperti dahulu, sekarang, nanti, kemarin, esok, atau suatu hari.
Contoh Latar Waktu dalam Kalimat
| Kalimat | Latar Waktu |
|---|---|
| Pada pukul lima sore, Ani berlari menuju stasiun. | pukul lima sore |
| Suatu hari, seekor kancil berjalan di tepi sungai. | suatu hari |
| Malam takbiran itu, seluruh warga berkumpul di masjid. | malam takbiran |
| Di tengah musim hujan, jalan menuju desa menjadi licin. | musim hujan |
| Pada masa pendudukan Jepang, warga desa hidup dalam tekanan. | masa pendudukan Jepang |
| Ketika masih remaja, Ayah sering membantu kakek di sawah. | ketika masih remaja |
Jenis-Jenis Latar Waktu
Latar waktu dapat dibedakan berdasarkan bentuk penanda waktunya. Berikut jenis yang paling sering muncul dalam cerita.
1. Latar Waktu Harian
Latar waktu harian menunjukkan bagian waktu dalam satu hari, misalnya pagi, siang, sore, malam, atau dini hari.
Contoh: "Pada malam hari, suara langkah kaki terdengar dari halaman belakang."
2. Latar Waktu Kalender
Jenis ini memakai hari, tanggal, bulan, atau tahun tertentu. Latar seperti ini membuat waktu cerita terasa lebih jelas.
Contoh: "Pada 17 Agustus, seluruh siswa mengikuti upacara bendera di sekolah."
3. Latar Waktu Musim atau Cuaca
Latar waktu juga bisa ditunjukkan lewat musim, seperti musim hujan, musim kemarau, atau masa panen. Dalam cerita Indonesia, penanda ini sering berkaitan dengan kehidupan sehari-hari.
Contoh: "Saat musim kemarau tiba, sumur di kampung itu mulai mengering."
4. Latar Waktu Sejarah
Latar waktu sejarah menunjukkan masa atau periode tertentu, misalnya masa kerajaan, masa penjajahan, masa kemerdekaan, atau era reformasi.
Contoh: "Cerita itu berlatar masa kolonial, ketika rakyat masih hidup di bawah aturan penjajah."
5. Latar Waktu Fase Kehidupan Tokoh
Jenis ini menunjukkan fase umur tokoh, seperti masa kecil, remaja, dewasa, atau tua.
Contoh: "Saat masih kecil, Budi selalu menunggu ibunya pulang dari pasar."
Fungsi Latar Waktu dalam Cerita
Latar waktu tidak hanya memberi informasi kapan peristiwa terjadi. Unsur ini juga memengaruhi alur, suasana, dan pemahaman pembaca.
- Menjelaskan urutan peristiwa. Pembaca tahu apakah sebuah kejadian terjadi lebih dulu, sesudahnya, atau sebagai kilas balik.
- Membangun suasana. Peristiwa pada malam hari bisa terasa lebih tegang daripada peristiwa pada siang hari.
- Memberi konteks cerita. Cerita pada masa penjajahan tentu memiliki masalah sosial yang berbeda dari cerita masa kini.
- Membantu memahami konflik. Musim hujan, masa perang, atau waktu yang sempit dapat menjadi sumber masalah dalam cerita.
- Menunjukkan perkembangan tokoh. Perubahan dari masa kecil ke dewasa dapat memperlihatkan perkembangan sifat dan pengalaman tokoh.
Cara Menentukan Latar Waktu dalam Cerita
Untuk menentukan latar waktu, kamu bisa mengikuti langkah berikut:
- Cari kata penanda waktu. Perhatikan kata seperti pagi, malam, kemarin, dahulu, suatu hari, tahun, bulan, atau musim.
- Perhatikan kalimat awal paragraf. Pengarang sering meletakkan petunjuk waktu di awal adegan.
- Lihat perubahan adegan. Jika cerita berpindah dari masa sekarang ke masa lalu, berarti ada perubahan latar waktu.
- Perhatikan petunjuk sejarah atau budaya. Misalnya istilah penjajahan, kerajaan, perang, atau reformasi.
- Tulis jawaban secara lengkap. Jangan hanya menulis "malam" jika teks menunjukkan "malam hari saat hujan deras".
Apakah "Suatu Hari" Termasuk Latar Waktu?
Ya, "suatu hari" termasuk latar waktu karena menunjukkan kapan peristiwa terjadi, meskipun waktunya tidak spesifik. Frasa ini sering ditemukan dalam dongeng, fabel, dan cerita pendek.
Contoh:
Suatu hari, kancil berjalan-jalan di hutan untuk mencari makanan.
Pada kalimat tersebut, latar waktunya adalah suatu hari.
Latar Waktu Ditunjukkan dengan Apa?
Latar waktu dapat ditunjukkan dengan jam, kalender, hari, musim, cuaca, masa sejarah, umur tokoh, atau kata keterangan waktu. Jika ada soal pilihan ganda seperti "latar waktu dalam cerita dapat ditunjukkan dengan...", jawaban yang paling tepat biasanya berkaitan dengan jam, tanggal, hari, musim, atau penanda waktu lain.
Namun, perlu hati-hati. Pakaian tokoh atau kebiasaan tokoh bukan penanda waktu utama, kecuali teksnya memang menghubungkannya dengan zaman tertentu. Misalnya pakaian tradisional kerajaan dapat menjadi petunjuk masa kerajaan, tetapi tetap perlu didukung oleh informasi lain dalam cerita.
Perbedaan Latar Waktu, Latar Tempat, dan Latar Suasana
| Jenis Latar | Pertanyaan yang Dijawab | Contoh |
|---|---|---|
| Latar waktu | Kapan peristiwa terjadi? | pagi hari, tahun 1945, musim hujan |
| Latar tempat | Di mana peristiwa terjadi? | di sekolah, di pasar, di desa |
| Latar suasana | Bagaimana keadaan atau perasaan dalam peristiwa? | tegang, sedih, ramai, mencekam |
Contoh gabungan:
Pada malam hari, di rumah tua itu, suasana terasa sangat mencekam.
- Latar waktu: malam hari
- Latar tempat: rumah tua
- Latar suasana: mencekam
Contoh Analisis Latar Waktu dalam Cerpen
Perhatikan kutipan berikut:
Pagi itu, Dini berangkat ke sekolah lebih cepat dari biasanya. Udara masih dingin, dan jalanan kampung belum terlalu ramai.
Latar waktu pada kutipan tersebut adalah pagi hari. Petunjuknya terlihat dari frasa "Pagi itu" dan suasana udara yang masih dingin.
Contoh lain:
Pada masa penjajahan, keluarga Sastro harus menyembunyikan hasil panen mereka agar tidak dirampas tentara.
Latar waktunya adalah masa penjajahan. Penanda ini bukan jam atau hari, tetapi periode sejarah.
FAQ tentang Latar Waktu
Apa yang dimaksud dengan latar waktu?
Latar waktu adalah keterangan yang menunjukkan kapan peristiwa dalam cerita terjadi, seperti pagi hari, malam hari, suatu hari, musim hujan, atau masa penjajahan.
Apa contoh latar waktu?
Contoh latar waktu adalah pagi hari, siang hari, malam hari, hari Minggu, bulan Januari, tahun 1945, musim hujan, masa kecil, dan masa kolonial.
Pagi, siang, atau malam hari merupakan contoh latar apa?
Pagi, siang, sore, dan malam hari merupakan contoh latar waktu karena menunjukkan kapan peristiwa dalam cerita terjadi.
Latar waktu dan tempat cerita berlangsung disebut apa?
Latar waktu dan tempat cerita berlangsung disebut latar atau setting. Latar mencakup keterangan waktu, tempat, dan suasana dalam cerita.
Apa perbedaan latar waktu dan latar tempat?
Latar waktu menjawab pertanyaan kapan peristiwa terjadi, sedangkan latar tempat menjawab pertanyaan di mana peristiwa terjadi.
Kesimpulan
Latar waktu adalah keterangan tentang kapan peristiwa dalam cerita berlangsung. Bentuknya bisa berupa jam, hari, tanggal, musim, masa sejarah, atau fase kehidupan tokoh. Untuk menentukannya, carilah kata penanda waktu dan hubungkan dengan peristiwa dalam cerita.
Jika ingin memahami unsur latar secara lebih lengkap, baca juga pembahasan tentang pengertian latar, latar tempat, dan latar cerita.