Kekayaan kosakata Bahasa Indonesia tidak hanya berasal dari bahasa asing seperti Inggris atau Arab, tetapi juga dari ratusan bahasa daerah yang ada di nusantara. Kata-kata ini meresap secara alami ke dalam percakapan sehari-hari, memberikan warna dan nuansa yang khas.
Bahasa Jawa dan Sunda, sebagai dua bahasa daerah dengan jumlah penutur terbesar, menjadi penyumbang utama kata serapan yang kini lazim digunakan secara nasional. Istilah seperti kangen, beres, dan canggih adalah contoh bagaimana bahasa daerah memperkaya ekspresi kita.
Berikut adalah lebih dari 50 contoh kata serapan populer dari bahasa daerah, terutama Jawa dan Sunda, yang telah menjadi bagian dari Bahasa Indonesia.
Contoh Kata Serapan dari Bahasa Jawa
Bahasa Jawa menyumbangkan banyak istilah yang berkaitan dengan sifat, keadaan, budaya, dan kuliner.
| Kata Serapan | Arti atau Konteks Penggunaan |
|---|---|
| Gegabah | Ceroboh, bertindak tanpa berpikir panjang. |
| Sembrono | Serampangan atau tidak berhati-hati. |
| Kangen | Perasaan rindu ingin bertemu. |
| Telaten | Rajin, sabar, dan cermat dalam mengerjakan sesuatu. |
| Canggih | Sangat modern atau rumit (makna telah berkembang). |
| Blak-blakan | Berbicara terus terang apa adanya. |
| Sowan | Berkunjung dengan hormat kepada orang yang dituakan. |
| Sungkem | Gestur mencium tangan sebagai tanda hormat. |
| Priyayi | Golongan bangsawan atau kelas terdidik pada masa lalu. |
| Lurah | Sebutan untuk kepala desa atau kelurahan. |
| Keraton | Istana raja-raja Jawa. |
| Wayang | Seni pertunjukan boneka tradisional. |
| Gamelan | Alat musik ansambel tradisional Jawa dan Bali. |
| Batik | Kain dengan corak yang dibuat menggunakan lilin. |
| Angkringan | Warung makan kaki lima khas Yogyakarta dan sekitarnya. |
| Lesehan | Cara duduk di lantai (biasanya saat makan). |
| Wedang | Sebutan umum untuk minuman hangat. |
| Gudeg | Masakan khas dari nangka muda. |
| Rawon | Sup daging dengan kuah hitam dari kluwek. |
| Gotong royong | Bekerja bersama untuk kepentingan umum. |
| Guyub | Suasana rukun dan akrab. |
| Mantu | Acara atau perayaan pernikahan. |
| Rampung | Selesai atau tuntas. |
| Jago | Unggul atau ahli dalam suatu bidang. |
| Ndeso | Terkesan kampungan (sering digunakan dalam ragam santai). |
| Banget | Kata penegas yang berarti 'sangat'. |
| Ngawur | Asal-asalan atau tidak berdasarkan fakta. |
Contoh Kata Serapan dari Bahasa Sunda
Dari Bahasa Sunda, banyak istilah yang berkaitan dengan makanan, sifat, dan partikel penegas yang masuk ke dalam ragam percakapan.
| Kata Serapan | Arti atau Konteks Penggunaan |
|---|---|
| Mending | Lebih baik (juga digunakan dalam Bahasa Jawa). |
| Beres | Selesai, rapi, atau urusan telah tuntas. |
| Rempong | Repot atau ribet (umumnya dalam ragam informal). |
| Atuh | Partikel penegas dalam kalimat (misal: "Jangan begitu, atuh!"). |
| Pisan | Kata penegas yang berarti 'sekali' atau 'sangat' (misal: "Enak pisan!"). |
| Geulis | Cantik (sering digunakan untuk pujian). |
| Punten | Kata sopan yang berarti 'permisi'. |
| Batagor | Singkatan dari 'bakso tahu goreng', kuliner khas Bandung. |
| Seblak | Makanan pedas berkuah dari kerupuk basah. |
| Oncom | Makanan dari hasil fermentasi bungkil kacang. |
| Lalapan | Sayuran mentah yang disajikan sebagai pendamping makanan. |
| Cendol | Minuman manis dari tepung beras. |
| Bandrek | Minuman hangat dari jahe dan rempah-rempah. |
| Cilok | Singkatan dari 'aci dicolok', jajanan dari tepung kanji. |
| Cireng | Singkatan dari 'aci digoreng'. |
| Cimol | Singkatan dari 'aci digemol'. |
Kata-kata serapan dari bahasa daerah ini adalah cerminan dari interaksi budaya yang dinamis di Indonesia. Untuk pemahaman yang lebih komprehensif, jangan lewatkan artikel utama kami yang membahas semua jenis dan aturan kata serapan.