Read More
50+ Kata Serapan dari Bahasa Daerah (Jawa, Sunda, dll)
Pendidikan

50+ Kata Serapan dari Bahasa Daerah (Jawa, Sunda, dll)

Kenali kekayaan Bahasa Indonesia melalui 50+ contoh kata serapan dari bahasa daerah seperti Jawa dan Sunda yang sering digunakan sehari-hari.

WC
Wah Cha Yup
14 Okt 2025 Diperbarui 16 Des 2025 2 menit
50+ Kata Serapan dari Bahasa Daerah (Jawa, Sunda, dll)

Isi artikel

Kekayaan kosakata Bahasa Indonesia tidak hanya berasal dari bahasa asing seperti Inggris atau Arab, tetapi juga dari ratusan bahasa daerah yang ada di nusantara. Kata-kata ini meresap secara alami ke dalam percakapan sehari-hari, memberikan warna dan nuansa yang khas.

Bahasa Jawa dan Sunda, sebagai dua bahasa daerah dengan jumlah penutur terbesar, menjadi penyumbang utama kata serapan yang kini lazim digunakan secara nasional. Istilah seperti kangen, beres, dan canggih adalah contoh bagaimana bahasa daerah memperkaya ekspresi kita.

Berikut adalah lebih dari 50 contoh kata serapan populer dari bahasa daerah, terutama Jawa dan Sunda, yang telah menjadi bagian dari Bahasa Indonesia.

Contoh Kata Serapan dari Bahasa Jawa

Bahasa Jawa menyumbangkan banyak istilah yang berkaitan dengan sifat, keadaan, budaya, dan kuliner.

Contoh Kata Serapan Jawa

Kata SerapanArti atau Konteks Penggunaan
GegabahCeroboh, bertindak tanpa berpikir panjang.
SembronoSerampangan atau tidak berhati-hati.
KangenPerasaan rindu ingin bertemu.
TelatenRajin, sabar, dan cermat dalam mengerjakan sesuatu.
CanggihSangat modern atau rumit (makna telah berkembang).
Blak-blakanBerbicara terus terang apa adanya.
SowanBerkunjung dengan hormat kepada orang yang dituakan.
SungkemGestur mencium tangan sebagai tanda hormat.
PriyayiGolongan bangsawan atau kelas terdidik pada masa lalu.
LurahSebutan untuk kepala desa atau kelurahan.
KeratonIstana raja-raja Jawa.
WayangSeni pertunjukan boneka tradisional.
GamelanAlat musik ansambel tradisional Jawa dan Bali.
BatikKain dengan corak yang dibuat menggunakan lilin.
AngkringanWarung makan kaki lima khas Yogyakarta dan sekitarnya.
LesehanCara duduk di lantai (biasanya saat makan).
WedangSebutan umum untuk minuman hangat.
GudegMasakan khas dari nangka muda.
RawonSup daging dengan kuah hitam dari kluwek.
Gotong royongBekerja bersama untuk kepentingan umum.
GuyubSuasana rukun dan akrab.
MantuAcara atau perayaan pernikahan.
RampungSelesai atau tuntas.
JagoUnggul atau ahli dalam suatu bidang.
NdesoTerkesan kampungan (sering digunakan dalam ragam santai).
BangetKata penegas yang berarti 'sangat'.
NgawurAsal-asalan atau tidak berdasarkan fakta.

Contoh Kata Serapan dari Bahasa Sunda

Dari Bahasa Sunda, banyak istilah yang berkaitan dengan makanan, sifat, dan partikel penegas yang masuk ke dalam ragam percakapan.

Kata SerapanArti atau Konteks Penggunaan
MendingLebih baik (juga digunakan dalam Bahasa Jawa).
BeresSelesai, rapi, atau urusan telah tuntas.
RempongRepot atau ribet (umumnya dalam ragam informal).
AtuhPartikel penegas dalam kalimat (misal: "Jangan begitu, atuh!").
PisanKata penegas yang berarti 'sekali' atau 'sangat' (misal: "Enak pisan!").
GeulisCantik (sering digunakan untuk pujian).
PuntenKata sopan yang berarti 'permisi'.
BatagorSingkatan dari 'bakso tahu goreng', kuliner khas Bandung.
SeblakMakanan pedas berkuah dari kerupuk basah.
OncomMakanan dari hasil fermentasi bungkil kacang.
LalapanSayuran mentah yang disajikan sebagai pendamping makanan.
CendolMinuman manis dari tepung beras.
BandrekMinuman hangat dari jahe dan rempah-rempah.
CilokSingkatan dari 'aci dicolok', jajanan dari tepung kanji.
CirengSingkatan dari 'aci digoreng'.
CimolSingkatan dari 'aci digemol'.
Interaksi Budaya

Kata-kata serapan dari bahasa daerah ini adalah cerminan dari interaksi budaya yang dinamis di Indonesia. Untuk pemahaman yang lebih komprehensif, jangan lewatkan artikel utama kami yang membahas semua jenis dan aturan kata serapan.

WC

Wah Cha Yup

kontributor

Profil

Komentar

Nama
Email
Komentar

Komentar sebagai tamu akan ditinjau sebelum dipublikasikan.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!