Dalam tata bahasa Indonesia, kalimat majemuk bertingkat adalah kalimat yang terdiri dari dua klausa atau lebih yang hubungannya tidak sederajat. Artinya, ada satu klausa yang berperan sebagai induk kalimat (klausa utama) dan klausa lainnya sebagai anak kalimat (klausa subordinatif).
Anak kalimat ini berfungsi untuk memperluas atau menjelaskan salah satu unsur (subjek, predikat, objek, atau keterangan) yang ada di dalam induk kalimat. Karena sifatnya yang tidak sederajat, anak kalimat tidak dapat berdiri sendiri sebagai kalimat yang utuh.
Untuk menghubungkan induk dan anak kalimat, digunakan kata penghubung (konjungsi) subordinatif, seperti ketika, karena, jika, agar, meskipun, bahwa, yang, dan lain-lain.
Ciri-Ciri Kalimat Majemuk Bertingkat
Untuk lebih mudah mengenalinya, berikut adalah ciri-ciri utama dari kalimat majemuk bertingkat:
- Memiliki Lebih dari Satu Klausa: Sama seperti kalimat majemuk lainnya, kalimat ini memiliki minimal dua pola S-P-O-K.
- Hubungan Klausa Tidak Sederajat: Ada klausa yang berkedudukan lebih tinggi (induk) dan lebih rendah (anak).
- Menggunakan Konjungsi Subordinatif: Penggunaan kata hubung seperti sejak, walaupun, sehingga, seandainya, seperti, adalah penanda utamanya.
- Anak Kalimat Tidak Bisa Berdiri Sendiri: Jika dipisahkan dari induknya, anak kalimat akan terasa janggal dan tidak utuh maknanya.
Perbedaan dengan Kalimat Majemuk Setara
Perbedaan mendasar terletak pada hubungan antarklausanya.
- Kalimat Majemuk Setara: Semua klausanya sejajar dan bisa berdiri sendiri. Dihubungkan oleh konjungsi koordinatif (dan, atau, tetapi, sedangkan).
- Kalimat Majemuk Bertingkat: Klausanya tidak sejajar (induk dan anak). Dihubungkan oleh konjungsi subordinatif. Dalam beberapa literatur, ini juga sering disebut sebagai kalimat kompleks bertingkat.
40 Contoh Kalimat Majemuk Bertingkat
Berikut adalah 40 contoh kalimat yang dikelompokkan berdasarkan jenis kata hubung (konjungsi) yang digunakan.
1. Hubungan Waktu
Konjungsi: setelah, sebelum, ketika, sejak, selama
- Setelah ia menyelesaikan tugasnya, ia langsung beristirahat.
- Ayah memeriksa kondisi mobil sebelum kami berangkat liburan.
- Ketika bel istirahat berbunyi, para siswa berhamburan keluar kelas.
- Dia menjadi lebih pendiam sejak peristiwa itu terjadi.
- Selama pameran berlangsung, area parkir selalu penuh.
2. Hubungan Syarat
Konjungsi: jika, kalau, asalkan, bila
6. Jika kamu belajar dengan giat, kamu pasti bisa lulus ujian.
7. Aku akan ikut asalkan pekerjaan rumahku sudah selesai.
8. Bila tidak ada halangan, kami akan tiba besok pagi.
9. Kalau kamu butuh bantuan, jangan ragu untuk bertanya.
3. Hubungan Tujuan
Konjungsi: agar, supaya, untuk, demi
10. Ia memakai kacamata agar bisa membaca tulisan di papan tulis dengan jelas.
11. Kita harus sarapan supaya memiliki energi sepanjang hari.
12. Dia bekerja keras demi mewujudkan cita-cita orang tuanya.
13. Kami mengikuti seminar ini untuk menambah wawasan.
4. Hubungan Sebab-Akibat
Konjungsi: karena, sebab, sehingga, akibatnya
14. Jalanan menjadi macet karena ada perbaikan jembatan.
15. Ia datang terlambat, sehingga ia ketinggalan materi pertama.
16. Pertandingan dibatalkan sebab hujan turun sangat deras.
17. Dia kurang teliti, akibatnya ada beberapa kesalahan dalam laporannya.
5. Hubungan Pertentangan (Konsesif)
Konjungsi: meskipun, walaupun, biarpun, sekalipun
18. Meskipun sudah malam, ia tetap melanjutkan pekerjaannya.
19. Anak itu tetap berangkat sekolah walaupun sedang sakit.
20. Biarpun lelah, mereka tetap bersemangat hingga garis finis.
21. Dia tidak akan menyerah sekalipun harus menghadapi banyak rintangan.
6. Hubungan Perbandingan
Konjungsi: seperti, bagaikan, laksana, daripada
22. Semangatnya menyala-nyala seperti api yang membara.
23. Wajahnya pucat bagaikan mayat.
24. Lebih baik kita berusaha sendiri daripada hanya menunggu bantuan.
7. Hubungan Pengandaian
Konjungsi: seandainya, andaikata, sekiranya
25. Seandainya aku punya lebih banyak waktu, aku akan mengunjungi semua museum di kota ini.
26. Andaikata ia tahu akan turun hujan, ia pasti membawa payung.
27. Sekiranya kamu datang lebih awal, kamu bisa bertemu dengannya.
8. Hubungan Cara dan Alat
Konjungsi: dengan, tanpa
28. Ia membuka kaleng itu dengan menggunakan alat pembuka kaleng.
29. Mereka menyelesaikan masalah itu tanpa menimbulkan konflik baru.
30. Pengrajin itu membentuk tanah liat dengan sangat terampil.
9. Hubungan Penjelas (Atributif)
Konjungsi: yang
31. Orang yang memakai baju merah itu adalah kakakku.
32. Buku yang sedang kubaca sangat menarik.
33. Kami mengunjungi desa yang terkenal dengan keindahan alamnya.
34. Proyek yang disetujui kemarin akan segera dimulai.
10. Hubungan Pelengkap (Komplementasi)
Konjungsi: bahwa
35. Guru menjelaskan bahwa bumi itu bulat.
36. Laporan itu menyebutkan bahwa tingkat polusi udara meningkat.
37. Ia baru sadar bahwa dompetnya tertinggal di rumah.
38. Berita itu mengabarkan bahwa akan ada pemadaman listrik besok.
39. Ketua tim berharap bahwa semua anggota dapat bekerja sama.
40. Peneliti menyimpulkan bahwa hipotesis mereka terbukti benar.
Dengan memahami apa itu kalimat majemuk bertingkat dan contoh-contohnya, Anda akan lebih mudah menyusun kalimat yang lebih kompleks dan informatif.