Read More
Apa Itu Kalimat Majemuk Bertingkat? Penjelasan dan Contoh
Pendidikan

Apa Itu Kalimat Majemuk Bertingkat? Penjelasan dan Contoh

Jawaban langsung mengenai apa itu kalimat majemuk bertingkat, yaitu kalimat dengan klausa induk dan anak yang tidak sederajat. Lihat contoh jelasnya di sini.

WC
Wah Cha Yup
20 Sep 2025 Diperbarui 16 Des 2025 2 menit
Jadikan readmore.id sebagai preferensi terpercayamu di Google
Apa Itu Kalimat Majemuk Bertingkat? Penjelasan dan Contoh

Isi artikel

Pertanyaan "apa itu kalimat majemuk bertingkat?" sering muncul saat mempelajari tata bahasa Indonesia. Jawaban singkatnya adalah:

Kalimat majemuk bertingkat adalah kalimat yang terdiri dari minimal dua klausa (pola kalimat) yang hubungannya tidak sederajat. Satu klausa berperan sebagai induk kalimat (inti) dan yang lainnya sebagai anak kalimat (penjelas).

Anak kalimat tidak bisa berdiri sendiri dan berfungsi untuk memperluas salah satu unsur dalam induk kalimat. Keduanya dihubungkan oleh kata penghubung (konjungsi) subordinatif seperti karena, ketika, agar, jika, meskipun, dan lain-lain.

Penjelasan Sederhana Induk dan Anak Kalimat

Untuk memahami konsepnya, mari kita bedah satu contoh:

"Ia tidak masuk sekolah karena sedang sakit."

  • Induk Kalimat: "Ia tidak masuk sekolah"
    • Bagian ini adalah inti informasi dan bisa berdiri sendiri sebagai kalimat yang utuh.
  • Anak Kalimat: "karena sedang sakit"
    • Bagian ini berfungsi menjelaskan penyebab dari induk kalimat. Ia tidak bisa berdiri sendiri. Coba saja ucapkan "Karena sedang sakit," pasti terasa menggantung dan tidak lengkap.
  • Konjungsi: "karena"
Bahasa Indonesia Belajar

Contoh Lain untuk Memperjelas

Mari kita lihat beberapa contoh lagi dengan berbagai konjungsi untuk mendapatkan gambaran yang lebih utuh.

  1. Ketika hujan turun, jalanan menjadi sepi.

    • Anak Kalimat: Ketika hujan turun (menjelaskan waktu)
    • Induk Kalimat: jalanan menjadi sepi
  2. Dia belajar dengan giat agar bisa lulus ujian.

    • Induk Kalimat: Dia belajar dengan giat
    • Anak Kalimat: agar bisa lulus ujian (menjelaskan tujuan)
  3. Jika kamu datang, aku akan sangat senang.

    • Anak Kalimat: Jika kamu datang (menjelaskan syarat)
    • Induk Kalimat: aku akan sangat senang
  4. Ia tetap tersenyum walaupun hatinya sedih.

    • Induk Kalimat: Ia tetap tersenyum
    • Anak Kalimat: walaupun hatinya sedih (menjelaskan pertentangan)
  5. Buku yang ada di atas meja itu adalah milik saya.

    • Induk Kalimat: Buku itu adalah milik saya
    • Anak Kalimat: yang ada di atas meja itu (menjelaskan subjek "Buku")

Kapan Menggunakan Kalimat Majemuk Bertingkat?

Anda menggunakan kalimat majemuk bertingkat ketika ingin memberikan informasi yang lebih detail dan kompleks dalam satu kalimat. Daripada membuat dua kalimat pendek, Anda bisa menggabungkannya untuk menunjukkan hubungan logis antara dua gagasan, seperti:

  • Hubungan waktu (kapan sesuatu terjadi)
  • Hubungan sebab-akibat (mengapa sesuatu terjadi)
  • Hubungan tujuan (untuk apa sesuatu dilakukan)
  • Hubungan syarat (dengan kondisi apa sesuatu terjadi)
  • Dan masih banyak lagi.

Dengan memahami konsep dasar ini, Anda dapat dengan mudah mengenali dan menggunakan kalimat majemuk bertingkat untuk membuat tulisan Anda lebih kaya dan informatif.

Iklan
WC

Wah Cha Yup

kontributor

Profil

Komentar

Nama
Email
Komentar

Komentar sebagai tamu akan ditinjau sebelum dipublikasikan.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!