Cara membuat resensi yang benar dimulai dari memahami karya, mencatat identitas, menulis ringkasan, menganalisis kelebihan dan kekurangan, lalu menutupnya dengan penilaian serta rekomendasi. Resensi bukan sekadar menceritakan ulang isi buku atau film, tetapi juga memberi ulasan yang membantu pembaca menilai kualitas karya.
Dalam pelajaran Bahasa Indonesia, resensi sering dibuat untuk mengulas buku, novel, film, atau karya lain. Agar hasilnya rapi, kamu perlu mengikuti langkah yang jelas dan memakai format yang sesuai.
| Langkah | Yang Dilakukan |
|---|---|
| 1 | Pilih dan pahami karya yang akan diresensi |
| 2 | Catat identitas karya |
| 3 | Tulis ringkasan isi secara singkat |
| 4 | Analisis isi, bahasa, alur, atau penyajian karya |
| 5 | Tulis kelebihan dan kekurangan |
| 6 | Beri penilaian dengan alasan |
| 7 | Tutup dengan kesimpulan dan rekomendasi |
Apa Itu Resensi?
Resensi adalah tulisan yang berisi ulasan dan penilaian terhadap suatu karya. Karya yang diresensi bisa berupa buku, novel, film, lagu, drama, atau karya lainnya.
Jika kamu masih perlu memahami dasarnya, baca dulu penjelasan tentang resensi adalah. Setelah memahami pengertian dan tujuannya, kamu akan lebih mudah mengikuti langkah membuat resensi.
Persiapan Sebelum Membuat Resensi
Sebelum mulai menulis, lakukan beberapa persiapan berikut agar resensi tidak terasa asal-asalan.
1. Baca atau amati karya sampai paham
Jika yang diresensi adalah buku, bacalah bagian pentingnya dengan teliti. Jika yang diresensi adalah film, tonton sampai selesai dan catat bagian yang penting.
Tujuannya agar kamu tidak hanya menebak-nebak isi karya. Resensi yang baik harus lahir dari pemahaman terhadap karya yang diulas.
2. Catat hal penting selama membaca
Catat tokoh, tema, alur, gaya bahasa, pesan, kelebihan, dan kekurangan yang kamu temukan. Catatan ini akan membantu saat menyusun analisis.
3. Tentukan sudut pandang penilaian
Resensi perlu memiliki penilaian yang jelas. Misalnya, kamu ingin menilai apakah buku tersebut mudah dipahami pelajar, apakah alurnya menarik, atau apakah isi bukunya bermanfaat.
Cara Membuat Resensi yang Benar
Berikut langkah-langkah membuat resensi yang bisa kamu ikuti.
1. Buat judul resensi
Judul resensi adalah judul tulisan ulasan, bukan selalu judul karya yang diulas. Judul sebaiknya singkat dan mencerminkan pendapat utama.
Contoh judul resensi: “Novel Persahabatan yang Ringan dan Penuh Pesan”.
2. Tulis identitas karya
Identitas karya berisi data dasar karya yang diulas. Untuk buku, identitas bisa memuat judul buku, penulis, penerbit, tahun terbit, jumlah halaman, dan genre.
Untuk film, identitas dapat memuat judul film, sutradara, pemain, tahun rilis, durasi, dan genre.
3. Tulis pembuka atau orientasi
Pembuka berfungsi mengenalkan karya kepada pembaca. Kamu bisa menulis alasan karya tersebut menarik, tema utama karya, atau gambaran singkat sebelum masuk ke isi.
4. Buat ringkasan isi
Ringkasan isi atau sinopsis menjelaskan gambaran utama karya. Bagian ini tidak perlu terlalu panjang. Hindari membocorkan seluruh isi cerita, terutama jika karya berupa novel atau film.
5. Analisis isi karya
Analisis adalah bagian yang membahas kualitas karya. Untuk buku fiksi, kamu bisa menganalisis alur, tokoh, latar, tema, pesan, dan gaya bahasa.
Untuk buku nonfiksi, kamu bisa menganalisis kejelasan pembahasan, susunan bab, kekuatan contoh, data pendukung, dan manfaat isi buku.
6. Tulis kelebihan karya
Kelebihan karya berisi bagian yang menurutmu kuat atau berhasil. Contohnya, bahasa mudah dipahami, alur menarik, konflik dekat dengan kehidupan pembaca, atau pembahasan disusun rapi.
7. Tulis kekurangan karya
Kekurangan karya berisi bagian yang masih lemah. Sampaikan dengan bahasa yang santun dan alasan yang jelas.
Contoh: “Beberapa bagian cerita terasa terlalu cepat selesai sehingga konflik utama kurang mendalam.”
8. Beri penilaian akhir
Penilaian akhir berisi pendapatmu terhadap karya secara keseluruhan. Bagian ini sebaiknya menggabungkan hasil analisis, kelebihan, dan kekurangan.
9. Tulis rekomendasi
Rekomendasi menjelaskan apakah karya tersebut layak dibaca, ditonton, atau dinikmati. Kamu juga bisa menyebutkan siapa pembaca yang cocok untuk karya tersebut.
Format Resensi yang Mudah Diikuti
Berikut format sederhana yang bisa kamu pakai untuk tugas sekolah.
| Bagian | Isi |
|---|---|
| Judul resensi | Judul ulasan yang kamu buat |
| Identitas karya | Data lengkap karya |
| Orientasi | Pengantar singkat tentang karya |
| Sinopsis | Ringkasan isi karya |
| Analisis | Pembahasan isi, alur, bahasa, pesan, atau penyajian |
| Evaluasi | Kelebihan dan kekurangan karya |
| Penutup | Kesimpulan dan rekomendasi |
Format ini berkaitan erat dengan struktur resensi dan unsur-unsur resensi. Jadi, jika diminta guru menjelaskan bagian-bagiannya, kamu bisa memakai dua materi tersebut sebagai panduan.
Contoh Resensi Singkat
Berikut contoh singkat cara membuat resensi dalam bentuk sederhana.
Judul resensi: Cerita Persahabatan yang Ringan dan Mudah Dipahami
Identitas karya: Buku cerita remaja karya penulis Indonesia, diterbitkan untuk pembaca usia sekolah.
Orientasi: Buku ini menarik karena mengangkat tema persahabatan yang dekat dengan kehidupan pelajar.
Sinopsis: Cerita berpusat pada beberapa siswa yang mengalami konflik karena kesalahpahaman. Mereka kemudian belajar menyelesaikan masalah dengan komunikasi yang jujur.
Analisis: Alur cerita sederhana dan bahasa yang digunakan mudah dipahami. Tokoh-tokohnya memiliki masalah yang cukup dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Kelebihan: Pesan moralnya jelas dan cocok untuk pembaca remaja.
Kekurangan: Beberapa bagian konflik terasa cepat selesai sehingga kurang mendalam.
Kesimpulan: Buku ini layak dibaca oleh pelajar yang menyukai cerita ringan tentang persahabatan.
Cara Membuat Resensi Buku
Jika yang kamu resensi adalah buku, pastikan identitas buku ditulis lengkap. Setelah itu, tulis ringkasan isi, analisis isi buku, kelebihan, kekurangan, dan kesimpulan.
Untuk buku pelajaran atau buku nonfiksi, jangan hanya menilai cerita. Perhatikan juga apakah isi buku jelas, contoh mudah dipahami, pembahasan tersusun rapi, dan manfaatnya sesuai kebutuhan pembaca.
Cara Membuat Resensi Novel
Untuk resensi novel, perhatikan alur, tokoh, latar, konflik, gaya bahasa, dan pesan cerita. Kamu boleh menulis ringkasan cerita, tetapi jangan terlalu banyak membocorkan bagian penting.
Penilaian terhadap novel sebaiknya tidak hanya berdasarkan suka atau tidak suka. Jelaskan alasanmu, misalnya karena alurnya kuat, tokohnya berkembang, atau konflik terasa kurang mendalam.
Kesalahan yang Sering Terjadi Saat Membuat Resensi
Agar resensi lebih baik, hindari kesalahan berikut:
- hanya menulis sinopsis tanpa penilaian,
- tidak mencantumkan identitas karya,
- menulis kritik tanpa alasan,
- terlalu banyak membocorkan isi cerita,
- hanya memuji tanpa menyebut kekurangan,
- tidak memberi rekomendasi pada bagian akhir.
Tips agar Resensi Lebih Bagus
Gunakan tips berikut agar tulisan resensimu lebih rapi dan meyakinkan.
- Gunakan bahasa yang jelas dan tidak bertele-tele.
- Berikan alasan pada setiap penilaian.
- Pisahkan ringkasan dan opini agar pembaca tidak bingung.
- Sampaikan kritik dengan santun.
- Tutup dengan rekomendasi yang spesifik.
Siapa yang Membuat Resensi?
Orang yang membuat resensi disebut peresensi atau resensator. Seorang peresensi perlu memahami karya yang diulas, menyusun pendapat secara logis, dan menulis penilaian dengan bahasa yang mudah dipahami.
Kalau kamu ingin melihat bentuk ulasan lain, baca juga contoh teks ulasan buku pelajaran.
FAQ
Bagaimana cara membuat resensi?
Cara membuat resensi adalah memahami karya, mencatat identitas, menulis ringkasan, menganalisis isi, menjelaskan kelebihan dan kekurangan, lalu menutup dengan penilaian serta rekomendasi.
Apa langkah pertama membuat resensi?
Langkah pertama adalah membaca atau mengamati karya sampai paham. Setelah itu, catat identitas dan bagian penting dari karya tersebut.
Apa saja isi resensi?
Isi resensi meliputi judul resensi, identitas karya, ringkasan, analisis, kelebihan, kekurangan, penilaian, dan rekomendasi.
Apakah resensi harus mencantumkan kekurangan?
Ya, resensi sebaiknya mencantumkan kekurangan agar penilaian lebih seimbang. Namun, kritik harus ditulis dengan bahasa yang santun dan alasan yang jelas.
Apa perbedaan resensi dan sinopsis?
Sinopsis hanya berisi ringkasan isi karya, sedangkan resensi berisi ringkasan, analisis, kelebihan, kekurangan, penilaian, dan rekomendasi.
Kesimpulan
Cara membuat resensi yang benar adalah memahami karya, menulis identitas, membuat ringkasan, menganalisis isi, menilai kelebihan dan kekurangan, lalu memberi rekomendasi. Resensi yang baik tidak hanya menceritakan isi karya, tetapi juga membantu pembaca memahami kualitas dan manfaat karya tersebut.