Read More
Struktur Resensi: Bagian-Bagian, Urutan, dan Contohnya
Pendidikan

Struktur Resensi: Bagian-Bagian, Urutan, dan Contohnya

Struktur resensi terdiri dari judul, identitas karya, orientasi, sinopsis, analisis, evaluasi, dan rekomendasi. Simak urutan, fungsi, dan contohnya.

WC
Wah Cha Yup
27 Mei 2026 Diperbarui 1 Jun 2026 6 menit
Jadikan readmore.id sebagai preferensi terpercayamu di Google
Struktur Resensi: Bagian-Bagian, Urutan, dan Contohnya

Isi artikel

Iklan

Struktur resensi adalah susunan bagian yang membantu penulis mengulas sebuah karya secara runtut. Umumnya, struktur resensi terdiri dari judul resensi, identitas karya, orientasi, sinopsis, analisis, evaluasi, dan rekomendasi. Dengan struktur yang jelas, pembaca bisa memahami isi karya sekaligus penilaian penulis terhadap karya tersebut.

Dalam tugas Bahasa Indonesia, struktur ini penting karena resensi bukan sekadar ringkasan. Resensi harus memuat informasi karya, gambaran isi, kelebihan, kekurangan, serta pendapat akhir yang dapat dipertanggungjawabkan.

Bagian StrukturIsi Utama
Judul resensiJudul ulasan yang menggambarkan isi penilaian
Identitas karyaData karya, seperti judul, penulis, penerbit, tahun, atau durasi
OrientasiPengantar tentang karya yang diulas
SinopsisRingkasan isi karya secara singkat
AnalisisPembahasan unsur, isi, gaya, atau penyajian karya
EvaluasiPenilaian kelebihan dan kekurangan karya
RekomendasiKesimpulan apakah karya layak dibaca atau dinikmati

Apa Itu Struktur Resensi?

Struktur resensi adalah kerangka penulisan yang digunakan untuk menyusun ulasan terhadap sebuah karya. Kerangka ini membuat resensi lebih mudah dibaca, tidak melompat-lompat, dan memiliki penilaian yang jelas.

Jika kamu belum memahami pengertiannya, resensi adalah tulisan yang berisi ulasan dan penilaian terhadap suatu karya. Penjelasan lengkapnya bisa kamu baca di artikel resensi adalah.

Urutan Struktur Resensi

Berikut urutan struktur resensi yang umum dipakai dalam pembelajaran Bahasa Indonesia.

1. Judul Resensi

Judul resensi adalah judul tulisan ulasan, bukan selalu judul karya yang diulas. Judul ini sebaiknya menggambarkan penilaian utama terhadap karya.

Contohnya, jika kamu mengulas novel tentang persahabatan, judul resensinya bisa berupa “Kisah Persahabatan yang Ringan dan Menyentuh”. Judul seperti ini memberi gambaran awal tentang sudut pandang penulis resensi.

2. Identitas Karya

Identitas karya berisi data penting tentang karya yang diresensi. Untuk resensi buku, bagian ini biasanya memuat:

  • judul buku,
  • nama penulis,
  • nama penerbit,
  • tahun terbit,
  • jumlah halaman,
  • genre atau jenis buku jika diperlukan.

Jika yang diulas adalah film, identitas karya dapat berisi judul film, sutradara, pemain utama, tahun rilis, durasi, dan genre.

3. Orientasi

Orientasi adalah bagian pembuka yang mengenalkan karya kepada pembaca. Bagian ini dapat berisi gambaran singkat tentang latar belakang karya, alasan karya menarik dibahas, atau posisi karya dalam tema tertentu.

Orientasi tidak perlu terlalu panjang. Cukup berikan konteks agar pembaca tahu mengapa karya tersebut layak diulas.

4. Sinopsis atau Ringkasan Isi

Sinopsis berisi ringkasan isi karya. Bagian ini membantu pembaca memahami gambaran utama karya tanpa harus membaca atau menontonnya terlebih dahulu.

Dalam resensi, sinopsis sebaiknya singkat dan tidak membocorkan semua bagian penting. Untuk novel atau film, hindari menceritakan akhir cerita secara berlebihan jika tidak diperlukan.

5. Analisis

Analisis adalah pembahasan tentang unsur atau kualitas karya. Bagian ini bisa membahas alur, tokoh, tema, gaya bahasa, penyajian, pesan, atau aspek lain sesuai jenis karya yang diulas.

Pada resensi buku nonfiksi, analisis bisa membahas kejelasan gagasan, susunan bab, kekuatan argumen, dan manfaat isi buku. Pada resensi film, analisis bisa membahas akting, alur, visual, musik, dan pesan cerita.

6. Evaluasi

Evaluasi berisi penilaian terhadap kelebihan dan kekurangan karya. Inilah bagian yang membedakan resensi dari ringkasan biasa.

Penilaian sebaiknya disampaikan dengan alasan yang jelas. Hindari hanya menulis “bukunya bagus” atau “filmnya membosankan” tanpa penjelasan. Jelaskan bagian mana yang kuat, bagian mana yang lemah, dan mengapa kamu menilainya demikian.

7. Kesimpulan dan Rekomendasi

Bagian akhir berisi pendapat akhir penulis resensi. Di sini, penulis dapat menyampaikan apakah karya tersebut layak dibaca, ditonton, atau didengarkan.

Rekomendasi juga bisa menyebutkan siapa pembaca yang cocok untuk karya tersebut. Misalnya, buku tertentu cocok untuk pelajar, pembaca pemula, pencinta sejarah, atau orang yang menyukai cerita ringan.

Apakah Struktur Resensi Selalu Sama?

Struktur resensi bisa sedikit berbeda tergantung sumber, jenjang sekolah, atau jenis karya yang diulas. Ada yang menyebut bagian akhir sebagai evaluasi, penutup, simpulan, atau rekomendasi. Ada juga yang menggabungkan analisis dan evaluasi dalam satu bagian.

Namun, inti strukturnya tetap sama: resensi harus memuat identitas karya, gambaran isi, penilaian, dan kesimpulan. Jadi, jika guru menggunakan istilah yang sedikit berbeda, ikuti format yang diminta, tetapi pastikan unsur utamanya tetap ada.

Contoh Struktur Resensi Buku

Berikut contoh sederhana struktur resensi buku.

StrukturContoh Isi
Judul resensiCerita Persahabatan yang Mudah Dipahami Pelajar
Identitas karyaJudul buku, penulis, penerbit, tahun terbit, jumlah halaman
OrientasiBuku ini mengangkat kisah persahabatan remaja di lingkungan sekolah.
SinopsisCerita berpusat pada tokoh utama yang belajar memahami arti kejujuran dan kerja sama.
AnalisisBahasanya ringan, konfliknya dekat dengan kehidupan siswa, dan alurnya mudah diikuti.
EvaluasiKelebihannya mudah dipahami, tetapi beberapa konflik terasa mudah ditebak.
RekomendasiBuku ini cocok untuk pelajar yang menyukai cerita sederhana tentang persahabatan.

Contoh Paragraf Resensi Berdasarkan Strukturnya

Berikut contoh singkat agar kamu melihat bagaimana struktur tersebut tersusun dalam tulisan.

Judul resensi: Novel Persahabatan yang Ringan dan Penuh Pesan

Identitas karya: Novel ini ditulis oleh penulis Indonesia dan ditujukan untuk pembaca remaja.

Orientasi: Novel ini menarik karena mengangkat masalah yang dekat dengan kehidupan pelajar, seperti persahabatan, salah paham, dan keberanian meminta maaf.

Sinopsis: Cerita berpusat pada sekelompok siswa yang mengalami konflik karena kurangnya komunikasi. Mereka kemudian belajar memahami sudut pandang satu sama lain.

Analisis dan evaluasi: Kelebihan novel ini adalah bahasanya sederhana dan pesannya mudah dipahami. Kekurangannya, beberapa bagian cerita terasa terlalu cepat selesai. Meski begitu, novel ini tetap bermanfaat untuk pembaca remaja.

Rekomendasi: Novel ini cocok dibaca oleh pelajar yang menyukai cerita ringan dengan pesan moral tentang persahabatan.

Kesalahan Saat Menyusun Struktur Resensi

Beberapa kesalahan yang sering terjadi saat menulis resensi adalah:

  • langsung menulis pendapat tanpa identitas karya,
  • terlalu panjang menulis sinopsis sampai lupa memberi penilaian,
  • tidak menjelaskan kelebihan dan kekurangan,
  • memberi kritik tanpa alasan yang jelas,
  • menutup resensi tanpa rekomendasi.

Agar resensi lebih kuat, pastikan setiap bagian memiliki fungsi. Ringkasan cukup seperlunya, sedangkan analisis dan evaluasi perlu diberi alasan yang jelas.

Tips Menulis Struktur Resensi yang Rapi

Supaya hasil resensi mudah dipahami, gunakan tips berikut:

  1. Catat identitas karya sebelum mulai menulis.
  2. Buat ringkasan isi dalam beberapa kalimat saja.
  3. Pisahkan bagian kelebihan dan kekurangan agar penilaian seimbang.
  4. Gunakan bahasa yang santun saat mengkritik.
  5. Tutup dengan rekomendasi yang jelas untuk calon pembaca.

Hubungan Struktur Resensi dan Penulis Resensi

Orang yang membuat resensi disebut peresensi atau resensator. Seorang peresensi perlu memahami struktur resensi agar ulasannya tidak hanya berisi ringkasan, tetapi juga penilaian yang runtut.

Untuk melihat contoh bentuk ulasan lain, kamu juga bisa membaca contoh teks ulasan buku pelajaran.

FAQ

Apa saja struktur resensi?

Struktur resensi umumnya meliputi judul resensi, identitas karya, orientasi, sinopsis, analisis, evaluasi, serta kesimpulan atau rekomendasi.

Struktur resensi buku terdiri dari apa saja?

Struktur resensi buku terdiri dari judul resensi, identitas buku, pembuka, ringkasan isi, analisis isi buku, penilaian kelebihan dan kekurangan, serta rekomendasi.

Mengapa identitas karya penting dalam resensi?

Identitas karya penting karena membantu pembaca mengetahui data dasar karya yang diulas, seperti judul, penulis, penerbit, tahun terbit, atau durasi.

Apa perbedaan sinopsis dan evaluasi dalam resensi?

Sinopsis berisi ringkasan isi karya, sedangkan evaluasi berisi penilaian terhadap kelebihan dan kekurangan karya.

Apakah struktur resensi dan teks ulasan sama?

Keduanya sangat mirip karena sama-sama berisi ulasan dan penilaian terhadap karya. Dalam pelajaran Bahasa Indonesia, istilah teks ulasan sering digunakan untuk pembahasan yang sejenis dengan resensi.

Kesimpulan

Struktur resensi terdiri dari judul, identitas karya, orientasi, sinopsis, analisis, evaluasi, dan rekomendasi. Struktur ini membantu penulis menyampaikan ulasan secara runtut, jelas, dan seimbang. Jika kamu membuat resensi untuk tugas sekolah, pastikan tidak hanya menulis ringkasan, tetapi juga memberi penilaian yang disertai alasan.

Iklan
WC

Wah Cha Yup

kontributor

Profil

Komentar

Nama
Email
Komentar

Komentar sebagai tamu akan ditinjau sebelum dipublikasikan.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!