Read More
Rumus DAR, DER, dan TIE: Cara Hitung Rasio Solvabilitas Tanpa Keliru
Akuntansi

Rumus DAR, DER, dan TIE: Cara Hitung Rasio Solvabilitas Tanpa Keliru

Rumus DAR, DER, dan TIE untuk menghitung rasio solvabilitas lengkap dengan contoh, sumber angka di laporan keuangan, interpretasi, serta kesalahan umum.

SN
Silvi Nandia
22 Okt 2025 Diperbarui 10 Jul 2026 6 menit
Jadikan readmore.id sebagai preferensi terpercayamu di Google
Rumus DAR, DER, dan TIE: Cara Hitung Rasio Solvabilitas Tanpa Keliru

Isi artikel

Iklan

Rumus rasio solvabilitas membantu menilai seberapa besar ketergantungan perusahaan pada utang dan seberapa kuat perusahaan membayar bunga. Tiga rumus yang paling sering dipakai adalah Debt to Asset Ratio (DAR), Debt to Equity Ratio (DER), dan Times Interest Earned (TIE).

Singkatnya, DAR membandingkan utang dengan aset, DER membandingkan utang dengan ekuitas, sedangkan TIE membandingkan laba operasional dengan beban bunga. Ketiganya perlu dibaca bersama, bukan dipakai sendirian untuk langsung menyimpulkan suatu perusahaan aman atau berisiko.

Jawaban Cepat: Rumus DAR, DER, dan TIE

Rasio Rumus Yang Diukur
DAR Total Liabilitas ÷ Total Aset Porsi aset yang dibiayai oleh utang.
DER Total Liabilitas ÷ Total Ekuitas Perbandingan utang dengan modal pemilik.
TIE EBIT ÷ Beban Bunga Kemampuan laba operasional menutup beban bunga.

Apa Itu Rasio Solvabilitas?

Rasio solvabilitas adalah rasio keuangan untuk menilai struktur pendanaan perusahaan dan kemampuan memenuhi kewajiban dalam jangka panjang. Rasio ini sering digunakan bersama laporan posisi keuangan, laporan laba rugi, dan arus kas.

Rasio yang tinggi tidak otomatis buruk, begitu juga rasio yang rendah tidak otomatis baik. Hasilnya perlu dibandingkan dengan jenis usaha, kondisi arus kas, tren beberapa periode, dan perusahaan lain dalam industri yang sejenis.

Rumus Debt to Asset Ratio (DAR)

DAR = Total Liabilitas ÷ Total Aset

DAR menunjukkan berapa bagian aset perusahaan yang dibiayai oleh utang. Hasilnya dapat ditulis dalam desimal atau persen.

Contoh menghitung DAR

Misalkan PT Contoh memiliki total liabilitas Rp600 juta dan total aset Rp1 miliar.

DAR = Rp600 juta ÷ Rp1 miliar = 0,60 atau 60%

Artinya, 60% aset PT Contoh dibiayai oleh liabilitas. Sisa 40% berasal dari ekuitas. DAR membantu pembaca melihat seberapa besar pembiayaan aset yang berasal dari utang, tetapi tidak memberi jawaban lengkap tentang kemampuan membayar bunga.

Rumus Debt to Equity Ratio (DER)

DER = Total Liabilitas ÷ Total Ekuitas

DER membandingkan dana yang berasal dari kreditur dengan dana yang menjadi hak pemilik atau pemegang saham. Rasio ini sering ditulis dalam kali atau x.

Contoh menghitung DER

Dengan data yang sama, PT Contoh memiliki total liabilitas Rp600 juta dan total ekuitas Rp400 juta.

DER = Rp600 juta ÷ Rp400 juta = 1,5 kali

Artinya, untuk setiap Rp1 ekuitas, perusahaan memiliki Rp1,50 liabilitas. Angka ini perlu dibandingkan dengan perusahaan sejenis. Bisnis padat modal dapat memiliki DER lebih tinggi daripada bisnis jasa, tetapi tetap perlu dilihat bersama arus kas dan biaya bunganya.

Rumus Times Interest Earned (TIE)

TIE = EBIT ÷ Beban Bunga

EBIT adalah laba sebelum bunga dan pajak. TIE menunjukkan berapa kali laba operasional dapat menutup beban bunga pada periode tersebut. Berbeda dengan DAR dan DER yang fokus pada struktur utang, TIE fokus pada kemampuan membayar bunga dari operasi usaha.

Contoh menghitung TIE

PT Contoh memperoleh EBIT Rp120 juta dan memiliki beban bunga Rp30 juta.

TIE = Rp120 juta ÷ Rp30 juta = 4 kali

Artinya, laba operasional perusahaan setara empat kali beban bunganya. Jika EBIT turun, TIE juga akan turun. Karena itu, TIE perlu diperiksa dari beberapa periode, terutama pada perusahaan yang memiliki utang berbunga besar.

Contoh Lengkap Menghitung DAR, DER, dan TIE

Berikut data sederhana PT Contoh untuk satu tahun buku.

Data Nilai
Total asetRp1.000 juta
Total liabilitasRp600 juta
Total ekuitasRp400 juta
EBITRp120 juta
Beban bungaRp30 juta
Perhitungan Hasil Makna Dasar
DAR = 600 ÷ 1.000 0,60 atau 60% 60% aset dibiayai oleh liabilitas.
DER = 600 ÷ 400 1,5 kali Setiap Rp1 ekuitas ditopang Rp1,50 liabilitas.
TIE = 120 ÷ 30 4 kali EBIT dapat menutup beban bunga empat kali.

Dari Laporan Mana Angka DAR, DER, dan TIE Diambil?

Komponen Sumber Utama
Total asetLaporan posisi keuangan atau neraca
Total liabilitasLaporan posisi keuangan atau neraca
Total ekuitasLaporan posisi keuangan atau neraca
EBITLaporan laba rugi; dapat dihitung dari laba sebelum pajak ditambah beban bunga jika komponen tersedia
Beban bungaLaporan laba rugi atau catatan atas laporan keuangan

Jika baru belajar membaca laporan, pahami dulu komponen laporan keuangan dan elemen laporan laba rugi.

Bagaimana Membaca Hasilnya?

Jangan memakai satu batas angka untuk semua perusahaan. DAR dan DER dipengaruhi model bisnis, kebutuhan aset, siklus usaha, serta cara perusahaan mendanai ekspansi. TIE dipengaruhi tingkat laba operasional dan beban bunga.

Gunakan tiga pertanyaan ini saat membaca hasil:

  1. Apakah DAR atau DER berubah tajam dibanding tahun sebelumnya?
  2. Apakah TIE masih cukup kuat ketika laba operasional turun?
  3. Bagaimana hasilnya dibandingkan dengan perusahaan sejenis dalam industri yang sama?

Artikel tentang rasio solvabilitas yang baik menurut konteks industri membahas cara membaca ambang umum secara lebih hati-hati.

Kesalahan yang Sering Terjadi Saat Menghitung

  • Mencampur total utang dengan utang berbunga. Untuk DAR dan DER, gunakan total liabilitas bila itu definisi yang digunakan secara konsisten. Untuk TIE, gunakan beban bunga.
  • Menggunakan laba bersih untuk TIE. TIE umumnya memakai EBIT, bukan laba bersih setelah bunga dan pajak.
  • Menulis DAR sebagai kali tanpa menjelaskan bentuknya. DAR lebih mudah dibaca sebagai desimal atau persen, misalnya 0,60 atau 60%.
  • Menyimpulkan rasio tinggi selalu buruk. Rasio harus dibaca sesuai industri, tren, dan kemampuan menghasilkan arus kas.
  • Mengabaikan ekuitas negatif atau beban bunga nol. DER dapat menjadi sulit ditafsirkan jika ekuitas negatif, sedangkan TIE tidak dapat dihitung secara normal jika beban bunga nol.

DAR, DER, dan TIE Dipakai untuk Apa?

Manajemen dapat memakai rasio ini untuk memantau struktur pendanaan dan risiko bunga. Investor dapat menggunakannya untuk memahami leverage. Kreditur dapat memakainya sebagai salah satu bahan untuk menilai kemampuan bayar. Namun, rasio ini bukan satu-satunya dasar keputusan karena arus kas, kualitas aset, jatuh tempo utang, dan kondisi industri juga penting.

Untuk melihat kumpulan rasio lain, baca rumus rasio keuangan untuk analisis dasar. Sementara artikel pengertian dan jenis rasio solvabilitas membahas konsep yang lebih luas.

FAQ

Apa rumus DAR dan DER?

Rumus DAR adalah total liabilitas dibagi total aset. Rumus DER adalah total liabilitas dibagi total ekuitas.

Apa rumus TIE?

Rumus TIE adalah EBIT dibagi beban bunga. Rasio ini menunjukkan berapa kali laba operasional dapat menutup beban bunga.

Apakah DAR dan DER harus dihitung bersama?

Sebaiknya ya. DAR menunjukkan porsi aset yang dibiayai utang, sedangkan DER membandingkan utang dengan ekuitas. Keduanya memberi sudut pandang yang berbeda.

Apakah rasio solvabilitas tinggi selalu buruk?

Tidak selalu. Rasio tinggi dapat wajar pada industri padat modal, tetapi perlu diperiksa bersama kemampuan membayar bunga, arus kas, tren historis, dan perbandingan industri.

Bagaimana jika beban bunga nol saat menghitung TIE?

TIE tidak dapat dinyatakan secara normal karena tidak ada beban bunga sebagai pembagi. Dalam kondisi itu, perusahaan tidak memiliki kewajiban bunga pada periode tersebut, tetapi risiko utang tetap perlu dinilai melalui rasio lain.

Kesimpulan

Rumus DAR, DER, dan TIE membantu membaca tiga sisi penting solvabilitas: porsi aset yang dibiayai utang, perbandingan utang dengan ekuitas, serta kemampuan laba operasional membayar bunga. Gunakan ketiganya bersama-sama agar penilaian tidak hanya bertumpu pada satu angka.

Hasil rasio akan lebih bermakna jika dibandingkan dengan tren perusahaan dan karakter industri yang sama. Untuk keputusan investasi atau kredit yang bernilai besar, rasio perlu dilengkapi dengan pemeriksaan laporan keuangan dan sumber informasi lain yang relevan.

Iklan
SN

Silvi Nandia

kontributor

Profil

Komentar

Nama
Email
Komentar

Komentar sebagai tamu akan ditinjau sebelum dipublikasikan.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!