Read More
Akuntansi Dasar: Kas Berkurang Di Debet Atau Kredit? Ini Jawabannya [Update 2026]
Akuntansi

Akuntansi Dasar: Kas Berkurang Di Debet Atau Kredit? Ini Jawabannya [Update 2026]

Bingung cara mencatat saat uang keluar? Temukan jawaban pasti apakah uang kas berkurang di debet atau kredit lengkap dengan contoh pencatatan jurnal dasarnya disini.

SN
Silvi Nandia
8 Mar 2026 2 menit
Akuntansi Dasar: Kas Berkurang Di Debet Atau Kredit? Ini Jawabannya [Update 2026]

Isi artikel

Bagi Anda yang baru mulai belajar pembukuan atau sedang menjalankan bisnis baru, pertanyaan dasar yang sering muncul adalah: jika uang kas terpakai, apakah kas berkurang di debet atau kredit? Jangan khawatir, ini adalah pertanyaan yang sangat umum dan wajar. Memahami aturan dasar ini adalah langkah kunci agar pembukuan keuangan Anda tidak berantakan dan tetap akurat.

Pada panduan dasar-dasar akuntansi, pencatatan transaksi menggunakan prinsip pencatatan ganda (double-entry bookkeeping). Artinya, setiap kali ada satu akun yang didebet, pasti ada akun lain yang dikredit dengan jumlah yang sama agar neraca tetap seimbang (balance).

Lalu bagaimana aturan tepatnya untuk akun Kas?

Aturan Saldo Normal Akun Kas

Dalam ilmu akuntansi, Kas (uang tunai atau saldo bank) termasuk ke dalam golongan akun Harta (Aset). Setiap golongan akun memiliki "saldo normal", yaitu posisi (debet/kredit) yang akan membuat nilainya bertambah.

Pencatatan buku kas
  • Saat Kas Bertambah: Kas dicatat pada posisi Debet. Contohnya, saat menerima pendapatan tunai, setoran modal, atau menerima pembayaran dari pelanggan.
  • Saat Kas Berkurang: Kas dicatat pada posisi Kredit. Contohnya, saat Anda membayar gaji karyawan, membeli perlengkapan, atau membayar cicilan utang.

Jadi, jawaban singkatnya adalah: Kas berkurang selalu disebelah KREDIT.

Contoh Pencatatan Jurnal: Kas Berkurang di Kredit

Agar lebih mudah memahaminya, mari kita lihat beberapa studi kasus yang sering terjadi sehari-hari:

1. Membayar Biaya Listrik

Misalnya, perusahaan Anda membayar tagihan listrik secara tunai sebesar Rp 500.000. Jurnalnya akan seperti ini:

  • (Debet) Beban Listrik: Rp 500.000
  • (Kredit) Kas: Rp 500.000

Kas Anda berkurang untuk membayar listrik, sehingga dicatat di sisi kredit.

2. Membeli Peralatan Kantor

Anda membeli meja dan kursi kantor seharga Rp 2.500.000 secara tunai.

  • (Debet) Peralatan Kantor: Rp 2.500.000
  • (Kredit) Kas: Rp 2.500.000

Aset "Peralatan" Anda bertambah di Debet, namun aset berupa "Kas" Anda berkurang di Kredit.

Bagaimana Dengan Aturan Akun Lainnya?

Sebagai perbandingan tambahan, akun Harta saling memiliki logika yang sama. Sama seperti kas, jika Anda bertanya apakah piutang bertambah di debet atau kredit, penempatannya juga di Debet, lalu akan berkurang jika disimpan di Kredit saat sudah dibayar oleh pelanggan.

💡 Dilansir dari modul literasi finansial Universitas Indonesia (UI), memahami posisi saldo normal (Debet-Kredit) adalah kompetensi mutlak bagi entrepreneur. Kesalahan menaruh kas keluar pada sisi Debet dapat berakibat pada pembengkakan saldo fiktif yang akan membahayakan perputaran modal usaha.

Semoga penjelasan singkat ini dapat membantu merapikan pencatatan laporan internal perusahaan Anda. Ingat selalu rumusnya: Harta bertambah di Debet, berkurang di Kredit!

SN

Silvi Nandia

kontributor

Profil

Komentar

Nama
Email
Komentar

Komentar sebagai tamu akan ditinjau sebelum dipublikasikan.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!