Scroll untuk baca artikel
Pendidikan

Konsep Kepemimpinan Murid Dan Kaitannya Dengan Profil Pelajar Pancasila

×

Konsep Kepemimpinan Murid Dan Kaitannya Dengan Profil Pelajar Pancasila

Sebarkan artikel ini
Konsep Kepemimpinan Murid Dan Kaitannya Dengan Profil Pelajar Pancasila

Kepemimpinan murid adalah sebuah konsep di mana murid diberikan kebebasan untuk memilih pembelajaran sesuai dengan bakat dan minatnya. Konsep ini sejalan dengan Profil Pelajar Pancasila yang mandiri dan kreatif.

Profil Pelajar Pancasila sendiri merupakan profil atau karakteristik pelajar Indonesia yang diharapkan dimiliki setelah menjalani proses pendidikan. Profil Pelajar Pancasila mencakup enam karakter utama, yaitu beriman dan bertakwa, berkebinekaan global, mampu bergotong royong, mandiri, bernalar kritis, dan kreatif.

Konsep Kepemimpinan Murid

Kepemimpinan murid berasal dari konsep “student agency” atau keagenan murid. Kepemimpinan murid bukan berarti memimpin orang lain, melainkan kebebasan murid untuk mengenali dan mengembangkan potensi dirinya.

Dalam konteks pembelajaran, kepemimpinan murid memiliki tiga elemen utama:

Suara Murid

Suara murid maksudnya adalah keterlibatan murid dalam pengambilan keputusan terkait tujuan, proses, dan penilaian pembelajaran. Misalnya, murid diberi kesempatan menyuarakan model pembelajaran yang diinginkan.

Pilihan Murid

Pilihan murid berarti murid diberikan keleluasaan untuk memilih hal yang ingin dipelajari, bagaimana cara belajar, dan mengatur proses belajarnya sendiri. Misalnya memilih topik tugas yang menarik minatnya.

Kepemilikan Murid

Kepemilikan murid menunjukkan bahwa murid merasa memiliki dan aktif dalam proses pembelajarannya. Misalnya dengan memberikan kesempatan refleksi mandiri atas hasil belajar.

Keterkaitan dengan Profil Pelajar Pancasila

Konsep kepemimpinan murid sangat erat kaitannya dengan pembentukan Profil Pelajar Pancasila. Berikut penjelasannya:

Baca Juga!  "Red Tape" dalam Konteks Birokrasi: Bagaimana Formalitas Berlebihan Menghambat Efisiensi dalam Administrasi Publik

1. Berakhlak Mulia

Mengembangkan kepemimpinan murid akan mendorong murid mengembangkan berbagai sikap positif yang mencerminkan akhlak mulia.

2. Berkebinekaan Global

Kepemimpinan murid melatih keterbukaan berpikir dan menghargai perbedaan, sehingga murid siap hidup berdampingan dalam masyarakat majemuk.

3. Gotong Royong

Melalui interaksi dalam komunitas belajar, kepemimpinan murid melatih kemampuan kerja sama dan berkontribusi bagi orang lain.

4. Mandiri

Dengan mengambil kendali atas pembelajarannya, kepemimpinan murid mendorong tanggung jawab dan kemandirian murid.

5. Bernalar Kritis

Kepemimpinan murid yang melibatkan pengambilan keputusan dan pilihan secara bertanggung jawab, melatih kemampuan berpikir kritis murid.

6. Kreatif

Kepemimpinan murid memberi ruang bagi murid mengeksplorasi dan mengembangkan kreativitasnya secara optimal.

Peran Guru dalam Mengembangkan Kepemimpinan Murid

Agar kepemimpinan murid dapat berkembang dengan baik, guru perlu:

Memberikan Suara pada Murid

  • Mendengarkan aspirasi dan masukan murid
  • Mendorong murid mengajukan pertanyaan dan ide
  • Melibatkan murid dalam pengambilan keputusan pembelajaran

Memberikan Pilihan pada Murid

  • Memberi kebebasan memilih topik dan tugas sesuai minat
  • Memberi kesempatan menentukan cara dan lingkungan belajar

Menumbuhkan Rasa Memiliki

  • Melibatkan murid secara aktif dalam pembelajaran
  • Memberi kesempatan refleksi dan evaluasi mandiri
  • Menciptakan lingkungan belajar yang nyaman dan menarik minat

Penutup

Konsep kepemimpinan murid sangat erat kaitannya dengan pembentukan Profil Pelajar Pancasila. Keduanya saling mendukung satu sama lain. Guru berperan penting dalam mengembangkan kepemimpinan murid agar potensi murid dapat berkembang secara optimal sesuai dengan Profil Pelajar Pancasila.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *