Read More
Mengenal Fraksi Minyak Bumi dan Produk yang Dihasilkan
Kimia

Mengenal Fraksi Minyak Bumi dan Produk yang Dihasilkan

Apa saja fraksi minyak bumi? Kenali berbagai fraksi hasil destilasi, dari gas hingga residu, beserta rentang titik didih dan contoh produknya.

RH
Riko Herlambang
25 Sep 2025 Diperbarui 16 Des 2025 3 menit
Mengenal Fraksi Minyak Bumi dan Produk yang Dihasilkan

Isi artikel

Minyak mentah adalah campuran kompleks dari ribuan senyawa hidrokarbon. Untuk dapat dimanfaatkan, campuran ini harus dipisahkan menjadi kelompok-kelompok yang lebih sederhana. Kelompok-kelompok inilah yang disebut sebagai fraksi minyak bumiProses pemisahan ini dilakukan melalui destilasi bertingkat, yang memisahkan komponen berdasarkan perbedaan titik didihnya.

Setiap fraksi memiliki rentang titik didih, jumlah atom karbon, dan sifat yang berbeda, sehingga kegunaannya pun bervariasi. Fraksi yang lebih ringan (titik didih rendah) akan keluar dari puncak menara destilasi, sementara fraksi yang lebih berat (titik didih tinggi) akan tertinggal di dasar.

Fraksi Minyak Bumi

Berikut adalah penjelasan mengenai fraksi-fraksi utama minyak bumi dan produk yang dihasilkannya.

Tabel Fraksi Minyak Bumi

Tabel di bawah ini merangkum fraksi-fraksi utama yang diperoleh dari proses destilasi bertingkat, diurutkan dari yang paling ringan (puncak menara) hingga yang paling berat (dasar menara).

Nama FraksiRentang Titik Didih (°C)Jumlah Atom KarbonContoh Produk yang Dihasilkan
Gas< 25°CC1 - C4LPG (Liquefied Petroleum Gas)
Nafta (Bensin Ringan)25°C - 75°CC5 - C7Bahan baku petrokimia, pelarut
Bensin (Gasoline)75°C - 150°CC7 - C11Bahan bakar kendaraan bermotor
Kerosin (Minyak Tanah)150°C - 240°CC11 - C16Bahan bakar jet (avtur), minyak lampu
Solar (Minyak Diesel)240°C - 350°CC15 - C18Bahan bakar mesin diesel
Minyak Pelumas (Oli)350°C - 500°CC18 - C25Oli mesin, pelumas industri
Residu> 500°C> C25Lilin parafin, aspal, minyak bakar

Penjelasan Detail Setiap Fraksi

1. Fraksi Gas

Ini adalah fraksi paling ringan dengan titik didih terendah.

  • Sifat: Sangat mudah menguap dan tidak berwarna.
  • Produk: Produk utamanya adalah LPG, yang merupakan campuran gas propana (C₃H₈) dan butana (C₄H₁₀).
  • Kegunaan: Bahan bakar kompor gas di rumah tangga dan industri.

2. Fraksi Nafta

Nafta, atau sering disebut bensin ringan, adalah fraksi yang sangat penting untuk industri kimia.

  • Sifat: Cairan ringan yang mudah menguap.
  • Produk: Bukan untuk bahan bakar langsung, melainkan sebagai bahan baku (feedstock) industri petrokimia.
  • Kegunaan: Diolah lebih lanjut untuk menghasilkan plastik, serat sintetis, karet, deterjen, dan pelarut.

3. Fraksi Bensin (Gasoline)

Fraksi ini adalah salah satu produk paling dikenal dan paling banyak diproduksi.

  • Sifat: Cairan yang mudah terbakar.
  • Produk: Bensin dengan berbagai tingkat oktan (Pertalite, Pertamax).
  • Kegunaan: Bahan bakar utama untuk mobil dan sepeda motor.

4. Fraksi Kerosin (Minyak Tanah)

Dikenal juga sebagai minyak tanah, fraksi ini memiliki titik didih lebih tinggi dari bensin.

  • Sifat: Cairan yang tidak terlalu mudah menguap dibandingkan bensin.
  • Produk: Minyak tanah dan Avtur (Aviation Turbine Fuel).
  • Kegunaan: Bahan bakar untuk kompor minyak, lampu teplok, dan yang terpenting, sebagai bahan bakar pesawat jet.
Kerosin

5. Fraksi Solar (Minyak Diesel)

Fraksi ini lebih kental dan memiliki titik didih lebih tinggi dari kerosin.

  • Sifat: Cairan yang lebih pekat dan berminyak.
  • Produk: Minyak solar atau diesel.
  • Kegunaan: Bahan bakar untuk mesin diesel pada bus, truk, kereta api, kapal, dan mesin industri.

6. Fraksi Minyak Pelumas (Oli)

Fraksi ini tidak digunakan sebagai bahan bakar karena rantai karbonnya yang panjang.

  • Sifat: Cairan kental yang tidak mudah menguap.
  • Produk: Berbagai jenis oli dan pelumas.
  • Kegunaan: Mengurangi gesekan pada mesin kendaraan dan peralatan industri.

7. Fraksi Residu

Ini adalah sisa dari proses destilasi yang memiliki molekul sangat besar dan titik didih sangat tinggi.

  • Sifat: Sangat kental, bisa berupa cairan pekat hingga padatan.
  • Produok: Lilin parafin, aspal (bitumen), dan minyak bakar (fuel oil).
  • Kegunaan: Lilin digunakan untuk berbagai keperluan (lilin penerangan, pelapis, batik), aspal untuk pengerasan jalan, dan minyak bakar untuk bahan bakar kapal atau tungku industri.

Dengan memahami setiap fraksi minyak bumi, kita dapat melihat bagaimana satu sumber daya alam dapat dipecah menjadi berbagai produk dengan fungsi yang sangat beragam dan vital bagi kehidupan modern.

RH

Riko Herlambang

kontributor

Profil

Komentar

Nama
Email
Komentar

Komentar sebagai tamu akan ditinjau sebelum dipublikasikan.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!