Read More
Perkutut Katuranggan: Jenis, Ciri-Ciri, Makna, dan Tuahnya dalam Budaya Jawa
Hewan

Perkutut Katuranggan: Jenis, Ciri-Ciri, Makna, dan Tuahnya dalam Budaya Jawa

Perkutut katuranggan adalah perkutut yang dipercaya memiliki ciri khusus dalam budaya Jawa. Simak jenis, ciri, makna, dan tips merawatnya secara bijak.

RH
Riko Herlambang
9 Des 2024 Diperbarui 5 Jun 2026 6 menit
Jadikan readmore.id sebagai preferensi terpercayamu di Google
Perkutut Katuranggan: Jenis, Ciri-Ciri, Makna, dan Tuahnya dalam Budaya Jawa

Isi artikel

Iklan

Perkutut katuranggan adalah burung perkutut yang dalam tradisi Jawa dipercaya memiliki ciri fisik, suara, perilaku, atau tanda tertentu yang dianggap membawa makna khusus. Jenis perkutut katuranggan yang sering dibahas antara lain Songgo Ratu, Perkutut Putih, Pancuran Mas, Pedaringan Kebak, Banyu Mili, Udan Mas, dan Perkutut Urat.

Perlu dipahami, pembahasan tentang tuah perkutut katuranggan termasuk bagian dari kepercayaan, simbol, dan budaya masyarakat. Jadi, maknanya sebaiknya dipahami sebagai warisan tradisi, bukan fakta ilmiah yang pasti terjadi pada semua orang.

Apa Itu Perkutut Katuranggan?

Dalam budaya Jawa, istilah katuranggan merujuk pada penilaian tanda-tanda lahiriah pada hewan, termasuk burung perkutut. Tanda itu bisa berupa warna bulu, bentuk tubuh, jambul, pola di leher, kebiasaan manggung, atau ciri unik lain.

Burung perkutut sendiri sudah lama dipelihara karena suaranya yang lembut dan menenangkan. Dalam tradisi tertentu, perkutut juga dikaitkan dengan simbol ketenteraman, kewibawaan, rezeki, dan keharmonisan rumah.

Jenis Perkutut Katuranggan yang Populer

JenisCiri UmumMakna yang Dipercaya
Songgo RatuSering dikaitkan dengan jambul atau tanda di kepalaWibawa, perlindungan, dan derajat
Perkutut PutihBulu dominan putihKesucian, keberuntungan, dan ketenangan
Pancuran MasDikaitkan dengan warna atau kesan keemasanRezeki dan kemakmuran
Pedaringan KebakNama bermakna tempat beras yang penuhKecukupan dan rezeki rumah tangga
Banyu MiliNama berarti air mengalirRezeki lancar dan suasana rumah harmonis
Udan MasNama berarti hujan emasKeberuntungan dan kelimpahan
Perkutut UratDikaitkan dengan tanda garis atau urat tertentuKewibawaan dan daya tarik sosial

1. Songgo Ratu

Songgo Ratu termasuk jenis perkutut katuranggan yang populer dalam cerita penghobi. Burung ini sering dikaitkan dengan tanda khusus di bagian kepala yang memberi kesan berwibawa.

Dalam kepercayaan tradisional, Songgo Ratu dianggap melambangkan derajat, perlindungan, dan kewibawaan. Namun, nilai utama burung tetap perlu dilihat dari kesehatan, karakter suara, dan cara perawatannya.

2. Perkutut Putih

Perkutut Putih mudah menarik perhatian karena warna bulunya yang dominan putih. Karena tampilannya langka dan berbeda, burung ini sering dianggap istimewa oleh kolektor.

Secara simbolik, warna putih sering dikaitkan dengan kesucian, ketenangan, dan keberuntungan. Meski begitu, calon pemilik tetap perlu memastikan burung sehat, aktif, dan bukan hasil perdagangan satwa yang bermasalah.

3. Pancuran Mas

Pancuran Mas dikenal sebagai katuranggan yang namanya berhubungan dengan aliran rezeki. Dalam cerita populer, jenis ini dikaitkan dengan kemakmuran karena kata “mas” melambangkan emas atau sesuatu yang berharga.

Kepercayaan tersebut membuat Pancuran Mas sering dicari penghobi yang menyukai sisi simbolik perkutut. Namun, makna ini tetap bagian dari tradisi, bukan jaminan rezeki.

4. Pedaringan Kebak

Pedaringan Kebak berarti tempat penyimpanan beras yang penuh. Nama ini menggambarkan harapan agar rumah tangga pemilik selalu cukup pangan dan rezeki.

Dalam budaya agraris Jawa, simbol beras dan lumbung penuh sangat dekat dengan kesejahteraan. Karena itu, Pedaringan Kebak sering dimaknai sebagai lambang kecukupan.

5. Banyu Mili

Banyu Mili berarti air yang mengalir. Maknanya sering dihubungkan dengan rezeki yang lancar, kehidupan yang tenang, dan suasana rumah yang harmonis.

Jenis ini banyak disukai karena namanya mudah dipahami dan terasa positif. Dalam praktik memelihara burung, suasana rumah yang nyaman juga bergantung pada perawatan burung yang baik dan kandang yang bersih.

6. Udan Mas

Udan Mas berarti hujan emas. Dalam simbol Jawa, nama ini sering dimaknai sebagai keberuntungan atau kelimpahan rezeki.

Seperti jenis lain, Udan Mas lebih tepat dipahami sebagai simbol harapan baik. Jangan menjadikannya alasan untuk mengabaikan usaha, tanggung jawab, dan perawatan burung.

7. Perkutut Urat

Perkutut Urat biasanya dikaitkan dengan tanda garis atau urat tertentu pada bagian tubuh burung. Dalam kepercayaan katuranggan, tanda seperti ini dianggap memiliki makna khusus.

Beberapa penghobi mengaitkannya dengan kewibawaan atau daya tarik sosial pemilik. Namun, penilaian katuranggan bisa berbeda antar daerah dan antar penutur tradisi.

Ciri-Ciri Perkutut Katuranggan

Ciri perkutut katuranggan bisa berbeda menurut sumber tradisi. Namun, beberapa hal yang sering diperhatikan penghobi antara lain:

  • warna bulu yang tidak biasa;
  • tanda khusus di kepala, leher, dada, sayap, atau kaki;
  • bentuk tubuh yang dianggap proporsional;
  • suara anggungan yang stabil dan enak didengar;
  • perilaku tertentu saat manggung;
  • waktu atau kebiasaan bunyi yang dianggap khas.

Jenis Perkutut yang Sering Dianggap Kurang Baik

Selain jenis yang dianggap membawa makna baik, tradisi katuranggan juga mengenal jenis yang dipercaya kurang cocok dipelihara sembarangan. Contoh yang sering disebut dalam cerita penghobi adalah Buntel Mayit atau Lembu Rawan.

Namun, pandangan ini tidak selalu sama di semua daerah. Jika Anda memelihara perkutut sebagai hobi, aspek yang lebih penting adalah kesehatan burung, legalitas, kebersihan kandang, dan kemampuan merawatnya dengan baik.

Cara Memilih Perkutut Katuranggan secara Bijak

  • Pahami dulu bahwa katuranggan adalah bagian dari budaya dan kepercayaan.
  • Periksa kondisi fisik burung: mata jernih, bulu rapi, aktif, dan tidak tampak sakit.
  • Dengarkan kualitas suara jika tujuan utama adalah hobi suara.
  • Tanyakan asal burung dan pastikan tidak berasal dari perdagangan ilegal.
  • Jangan membeli hanya karena klaim tuah yang berlebihan.
  • Sesuaikan harga dengan kondisi burung, bukan hanya cerita mistisnya.

Tips Merawat Perkutut

  • Gunakan kandang yang bersih, aman, dan cukup terkena udara segar.
  • Berikan pakan sesuai kebutuhan perkutut.
  • Sediakan air minum bersih setiap hari.
  • Jemur secukupnya pada pagi hari jika kondisi cuaca mendukung.
  • Hindari stres berlebihan akibat lingkungan terlalu bising atau kandang terlalu sempit.
  • Periksa ke dokter hewan jika burung tampak lemas, bulu kusam, tidak mau makan, atau sulit bernapas.

Untuk bacaan lain tentang burung peliharaan, Anda bisa membaca artikel burung serindit. Jika ingin memahami konteks budaya Jawa lain, baca juga asal usul Tari Serimpi.

FAQ

Apa itu perkutut katuranggan?

Perkutut katuranggan adalah perkutut yang dalam budaya Jawa dipercaya memiliki ciri khusus pada fisik, suara, perilaku, atau kebiasaannya sehingga diberi makna tertentu.

Apa saja jenis perkutut katuranggan?

Jenis yang sering disebut antara lain Songgo Ratu, Perkutut Putih, Pancuran Mas, Pedaringan Kebak, Banyu Mili, Udan Mas, dan Perkutut Urat.

Apa ciri-ciri perkutut katuranggan?

Ciri-cirinya dapat berupa warna bulu khas, tanda di kepala atau tubuh, bentuk tubuh tertentu, suara anggungan, dan perilaku yang dianggap unik oleh penghobi.

Apakah tuah perkutut katuranggan terbukti?

Tuah perkutut katuranggan termasuk kepercayaan dan simbol budaya, bukan fakta ilmiah yang bisa dipastikan. Sebaiknya dipahami sebagai tradisi dan kearifan lokal.

Apakah semua perkutut katuranggan cocok dipelihara?

Dalam tradisi, ada jenis yang dianggap baik dan ada yang dianggap kurang cocok. Namun, untuk hobi modern, hal utama adalah kesehatan burung, legalitas, suara, dan kemampuan merawatnya.

Kesimpulan

Perkutut katuranggan adalah bagian menarik dari budaya Jawa yang menghubungkan burung perkutut dengan simbol, ciri fisik, suara, dan makna tertentu. Jenis populer seperti Songgo Ratu, Perkutut Putih, Pancuran Mas, Pedaringan Kebak, Banyu Mili, Udan Mas, dan Perkutut Urat sering dikaitkan dengan harapan baik. Meski begitu, makna tuah sebaiknya dipahami sebagai tradisi, sementara perawatan burung tetap harus mengutamakan kesehatan, kebersihan, dan tanggung jawab pemilik.

Iklan
RH

Riko Herlambang

kontributor

Profil

Komentar

Nama
Email
Komentar

Komentar sebagai tamu akan ditinjau sebelum dipublikasikan.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!