Read More
Waspada Rabies: 8 Ciri-Ciri Anjing Terinfeksi Sebelum Terlambat
Hewan

Waspada Rabies: 8 Ciri-Ciri Anjing Terinfeksi Sebelum Terlambat

Kenali 3 fase gejala rabies pada anjing: Prodromal, Ganas, dan Lumpuh. Simak juga pertolongan pertama jika digigit anjing gila.

RH
Riko Herlambang
24 Des 2025 3 menit
Waspada Rabies: 8 Ciri-Ciri Anjing Terinfeksi Sebelum Terlambat

Isi artikel

Rabies atau penyakit anjing gila adalah salah satu penyakit paling mematikan di dunia, baik bagi hewan maupun manusia. Begitu gejala klinis muncul, tingkat kematiannya hampir mencapai 100%.

Sebagai pemilik anjing yang bertanggung jawab—baik itu anjing kampung maupun ras mahal seperti Siberian Husky—mengenali tanda-tanda rabies sejak dini adalah kewajiban. Jangan menunggu sampai terlambat. Berikut adalah fase gejala dan ciri-ciri anjing rabies yang wajib Anda waspadai.

1. Fase Awal (Prodromal): Perubahan Sifat Mendadak

Fase ini berlangsung sangat singkat, hanya 2–3 hari pertama. Tanda yang paling jelas bukanlah fisik, melainkan perubahan perilaku drastis.

  • Si Pendiam Jadi Agresif: Anjing yang biasanya tenang, pemalu, atau penakut tiba-tiba menjadi gelisah, mudah kaget, dan mencari perhatian berlebihan kepada pemiliknya.
  • Si Ceria Jadi Pemurung: Sebaliknya, anjing yang biasanya aktif dan ramah bisa tiba-tiba menjadi penyendiri, bersembunyi di tempat gelap, dan menolak berinteraksi.
  • Gejala Fisik Samar: Demam ringan, nafsu makan turun, dan mata terlihat sayu.

2. Fase Ganas (Furious Rabies): "Anjing Gila"

Ini adalah fase yang paling berbahaya dan sering kita kenal sebagai "anjing gila". Virus mulai menyerang otak secara brutal.

  • Mulut Berbusa (Hipersalivasi): Air liur keluar berlebihan dan menetes terus-menerus. Ini terjadi karena anjing mengalami kelumpuhan otot tenggorokan sehingga sakit saat menelan.
  • Takut Air & Cahaya: Meski haus, anjing akan panik jika melihat air (hidrofobia). Mereka juga menjadi sensitif terhadap cahaya terang dan suara keras.
  • Agresif Tanpa Sebab: Anjing menjadi sangat ganas dan menyerang apa saja yang bergerak, bahkan benda mati seperti batu, kayu, atau kandangnya sendiri.

3. Fase Lumpuh (Dumb Rabies)

Fase akhir yang sering menipu pemilik karena anjing terlihat "lemas" bukan "galak".

  • Rahang bawah menggantung (terbuka terus) karena otot pengunyah lumpuh.
  • Lidah menjulur keluar dan air liur menetes.
  • Jalan menyeret (kaki belakang lumpuh) hingga akhirnya lumpuh total dan meninggal karena gagal napas.

Pertolongan Pertama Jika Digigit

Jika Anda atau kerabat digigit anjing (terlepas anjing itu rabies atau tidak), JANGAN PANIK. Lakukan langkah emas penyelamat nyawa ini:

  1. Cuci Luka 15 Menit: Segera cuci luka gigitan di bawah air mengalir menggunakan sabun atau deterjen selama minimal 15 menit. Virus rabies memiliki lapisan lemak yang bisa hancur oleh sabun.
  2. Beri Antiseptik: Teteskan alkohol 70% atau obat merah (povidone-iodine).
  3. Segera ke Dokter/Puskesmas: Jangan tunda! Mintalah suntikan VAR (Vaksin Anti Rabies) atau SAR (Serum Anti Rabies) sesuai rekomendasi dokter.

Ingat, pencegahan terbaik adalah vaksinasi. Bagi Anda yang muslim dan ragu soal hukum memelihara anjing untuk tujuan penjagaan/keamanan, pastikan tetap memperhatikan aspek kesehatan ini (baca juga: Hukum Memelihara Anjing dalam Islam). Sayangi anjing Anda dengan vaksin rutin setahun sekali!

RH

Riko Herlambang

kontributor

Profil

Komentar

Nama
Email
Komentar

Komentar sebagai tamu akan ditinjau sebelum dipublikasikan.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!